Tinggalkan komentar

Jalan-jalan

Kamis malam (7/11 2008) rombongan redaksi Majalah Husnul Khotimah berangkat ke Jakarta dengan tujuan redaksi Sabili dan Gontor.

Saya yang biasa bola-balik Boyolali Kuningan menjadi terheran-heran, terasa aneh. Jalan yang kami lalui Daerah Subang, Sukamandi dan Indramayu macet. Kemacetan ini kalau menurut yang saya rasakan bukan hanya karena padatnya arus kendaraan, tapi justru kondisi fisik jalannya.

Sekali lagi saya heran ketika membandingkan lebarnya sepanjang pantura di Jawa Tengah, kok di Jawa Barat tidak sama. Kenapa?  Bukankah jalan pantura telah lama dikenal sebagai jalan terpadat. sepanjang jalan yang saya rasakan pelebaran tak begitu banyak, yang ada adalah perbaikan di atas jalan lama, anehnya lagi setiap saya ke Jakarta selalu perbaikan-perbaikan yang teramati. Semoga saya salah melihat, semoga pula jalan yang lebar saya tertidur sehingga tidak merasakannya sama sekali.

Di Jakarta kita berajangsana ke Sabili terlebih dahulu. ada nuansa reuni karena pemred kami memang pernah di Sabili. Guyonan segar banyak menyelingi acara kami yang sebenarnya cukup serius. Belajar mengelola media menjadi lebih baik dari media yang tentu saja lebih senior lebih banyak merasakan pahit getirnya dalam pengelolaan media.

Belum juga beranjak dari kantor redaksi yang rencananya mau lanjut ke Gontor, kami terhadap hujan sehingga pilihan jatuh ke Hidayatullah. Tapi jangan salah tafsir, ke Hidayatullah untuk sholat jumat dijama asar, bukan dalam rangka melanjutkan menimba ilmu media.

Selepas shalat jumat kami melanjutkan perjalanan ke Gontor. Kami sampai di Gontor merasa KO berkali-kali. Melihat bangunannya kami sudah keder. Masuk ruangan makin keder, sampai lutut lemas karena harus naik tangga ke lantai 3.

Di Kantor Redaksi semakin KO, karena apa yang telah kami lakukan selama ini di Husnul Khotimah masih jauh dari idealnya sebuah majalah komunitas, Apalagi jika ingin menjadi sebuah media yang digemari masyarakat umum. Pengelolaan mulai dari persiapan, tenaga kami yang masih belum optimal baik secara personil apalagi tingkat profesionalitasnya. Benar-benar kami seperti anak kecil yang baru belajar berjalan.

Ah, sudahlah masih capek, ngantuk mau tidur lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: