Tinggalkan komentar

Kehilangan Senjata

Pekan ini suasana redaksi Husnul Khotimah sedang dirundung gundah. Hasil wawancara yang harus segera ditranskipkan tak dapat diolah. Saya selaku editor tak kalah pusingnya. Apa yang bisa diedit jika tulisannya saja gak ada. Deadline telah terlewati.

Kegundahan ini berawal ketika bagian wawancara selesai melakukan wawancara ke tokoh pendidikan di STAI Kuningan ternyata alat rekamnya (menyatu kamera dan perekam suara) tidak ditemukan. Kita tak ada yang menganggapnya hilang. Paling ada yang sedang makai. Tunggu punya tunggu waktu berlalu tak juga ada berita siapa yang membawa kamera.

Pelacakan dilakukan segera meski sudah terlambat menyadari. Tak satupun kru yang menemukan kembali. Banyak tulisan yang akhirnya tertunda, efeknya sudah pasti jadwal terbit kegusur juga. Apa mau dikata sebagian besar data yang kita butuhkan ada di kamera itu.

Satu-satunya cara, semua kru berjibaku mencari sumber sekunder yang selama ini hanya dipakai untuk rubrik-rubrik tertentu. Ya, internet yang akhirnya menjadi kawan, pelampiasan, memburu sisa waktu yang semakin tertinggal dari deadline.

Semoga kejadian ini hanya satu-satunya yang kami alami dan tidak menimpa pihak manapun. Dan kami anggap ini sebagai peringatn untuk berhati-hati terhadap segala sesuatu yang yang berkaitan dengan pekerjaan. Tak boleh teledor, rapikan berkas-berkas sebelum tutup kantor.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: