18 Komentar

Blank Spot Lagi

Ini kejadian yang menimpaku ketika masa akhir menyelesaikan kuliah. Saya menghilang cukup lama, tidak menampakkan diri ke kampus. Seharusnya saya bisa dengan segera menyelesaikan skripsi, tetapi ada sesuatu yang membuatku tak berkutik.

Sesuatu yang memutus konsentrasiku.

Ini tak ada kaitannya dengan patah hati, atau kehilangan seseorang. Kalau kehilangan memang ada yang hilang. Konsentrasiku, entah raib kemana. Setiap membaca kembali tulisanku sendiri seperti ada yang terputus. Tulisan terbaca, tetapi tak ada yang bisa kupahami.

Hal ini berlangsung cukup lama.

Faktor yang kuyakini sebagai biang masalah ini adalah antibiotik. Sejak kecil saya tidak kenal antibiotik, karena jarang sakit hingga berbilang hari. Kali ini lain, magku tiba-tiba kambuh dan cukup berat. Aku harus berbaring di kamar kos selama tiga hari. Selama tiga hari itu pula aku harus menelan antibiotik. Mungkin orang lain tidak akan percaya. Saya sendiri kesulitan bagimana menjelaskan fenomena ini.

Memang salahku juga. Konsentrasi membaca sangat sulit, akan tetapi aku masih tetap setia menunggu komputer. Menerima order mengetik. Tapi beda, ketika mengetik selambat apapun masih bisa, akan tetapi ketika mencoba menelaah kembali materi yang kupakai untuk penelitian skripsi benar-benar lenyap entah siapa yang menggondolnya.

Lama kelamaan aku sendiri mulai ragu. Apa benar faktor obat-obatan bisa mengakibatkan seseorang nyaris linglung. Kehilangan konsentrasi diri.

Baru akhir tahun 2008 ini peristiwa itu kembali teringat. Kubandingkan dengan apa yang dialami oleh seorang teman kerja. Temanku ini sepekan tidak masuk kerja karena kena DB. Hari pertama dan kedua masuk kerja, persis seperti yang pernah saya alami. Ketika akan memulai mengerjakan lay out majalah yang didapati adalah dirinya yang bengong. Agak lama baru kemudian tersadari.

Dari apa yang dialaminya itulah saya kembali yakin bahwa antibiotik memang memiliki efek samping bagi penggunanya. Tentu efek samping itu berbeda tergantung pada orangnya, kebiasannya dan pernah tidaknya menggunakan obat yang sejenis.

Ini yang kini baru bisa kumengerti.

Temanku baru mengalami sekarang karena memang sebelumnya tidak pernah mengalami sakit yang mengharuskan mengkonsumsi antibiotik ataupun ngendon lama di kamar.

Bedanya temanku mengalaminya di usia di atas tiga puluh, sedang saya belum mencapai usia dua puluh lima.

Hal yang memperparah keadaanku adalah kebiasaanku sendiri. Sejak kecil saya sudah terbiasa begadang hingga larut. Masa kanak-kanak kebiasaan di kampung begadang nonton TV atau ikutan ronda diakhiri dengan tidur bersama di masjid. Biasanya sampai lewat tengah malam. Semasa kuliah begadang karena mencari nafkah, tambahan biaya kuliah. Pagi hari kuliah, sore hingga larut bahkan ada seorang pelanggan yang datang jam satu dini hari memastikan pesanannya kukerjakan atau tidak plus mentraktirku sop daging atau ayam bakar.

Rupanya faktor kebiasaanku inilah yang memperparah keadaan. Jadi wajarlah kalau dosenku saat itu tidak percaya karena sangat mungkin belum pernah atau bahkan tidak pernah mengalaminya. Atau ini yang paling mungkin, melihatku atau setidaknya dari teman-temanku bahwa aku sibuk di rentalan. Mau bilang sakit?

18 comments on “Blank Spot Lagi

  1. wah..saya termasuk orang seperti itu pak. sekitar 1-2 thn k belakang mulai terserang penyakit, nah thn lalu jadi sering sakit juga. pertahanan tubuh jelek bgt. padahal sy jarang sekali sakit [dulu].

    ———-++++++++——————
    yang penting bagaimana sekarang jaga kondisi

  2. hari sabtu gak ada gawean, akhirnya aku ya ngeblog jalan satu satunya 🙂
    + ninggalin bekas

    ——–+++——–
    dipersilahkan

  3. kalo saya, semenjak tahun 2001. saya jadi bersahabat dekat dgn obat2an, termasuk antibiotik.
    saya jg pernah lingung atau lebih tepatnya jadi bebel *bodoh* krn minum obat dlm jangka waktu yang lama, sekitar 4 bulan. kebebelan itu dikarenakan otak terlalu lama “ditidurkan” oleh obat agar kita istirahat total, tdk berfikir :)krn penyakit yang paling utama adalah fikiran=hati=jiwa 🙂

    ——-++++——-
    betul, begitulah rasanya, sepertinya memang diistirahatkan. sayangnya aku ga bisa istirahat

  4. antibiotik, kayaknya memang ada efek itu, mas.
    om-ku, waktu itu pernah kena peradangan usus buntu,tapi yang salah kedaden. nah, di bombardir dengan antibiotik itu. efeknya, beliau agak degleng, kesadarannya sayup2, hehe…
    tapi tergantung ketahanan diri juga sih ya.
    ++++++++====+++++++++++
    itulah resikonya kalau kita berakrab ria dengan bahan-bahan kimia

  5. dulu susah tidur karena sering begadang.

    ———–+++++——–
    namanya begadang kan bukan tidur

  6. saya aja belum pernah nyentuh atau minum antibiotik….takut duluan pak….salut kalo bapak masih suka bergadang kalo saya ada satpamnya pak alias panggilan istri tercinta heheh

    ———++++++++++++——-
    dah tidak sesering dulu lagi, betul ada satpamnya, tapi kadang tak bisa dihindari harus menyelesaikan tugas, terkejar deadline

  7. Tetep semangat 🙂 Jangan pernah menyerah dengan keadaan, meskipun sulit, tetap dijalani, dinikmati dan disyukuri. Kalau perlu dopping vitamin, biar lancar semuanya..
    Kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata, jadi jangan terlalu keras dengan diri sendiri.
    Keep posting ya…

    ———–+++++——–
    terima kasih, kukan tetap bersemangat kerja, posting dan canda sama anak

  8. Jaga kesehatan, banyak istirahat, olahraga dan perbaiki pola hidup. Biar tetep sehat dan ga perlu pake obat.
    Kalo misalnya malem harus begadang, berarti bayat utangnya harus tidur siang hari. Yang penting cukup istirahat. Inget.. U’re human not a robot.
    Semangat ya.. 😛

    ————+++++———
    baiklah, kesehatan memang penting kan kujaga diri ini sebaik-baiknya

  9. yang namanya zat kimia, biasanya ada efek sampingnya mas. coba pake madu… Insya Allah….

    ——-=+++=—-
    betul, resiko bersinggungan dengan bahan kimia ya inilah salah satunya

  10. padahal saya pelanggan amoxilin 😐

  11. ahsinmuslim:
    betul, pasti ada hikmah yang bisa dipetik
    indra1082:
    kuperhatikan dengan baik
    desi manis:
    untuk begadang, masih sangat sulit untuk dihindari, pekerjaan menuntut demikian

  12. sekarang yg terpenting adalah berusaha mengatasinya dengan merubah kebiasaan jelek
    thanks

  13. Ini buat perhatian semuanya…Hati-hati….

  14. selalu ada hikmah di balik setiap musibah. selalu ada cara untuk melakukan perubahan. memulai perubahan dari hal yang paling kecil, untuk peroleh hasil yang besar.
    semangat pak Sahlan!!!!

  15. terima kasih atas saran-sarannya. Sekarang antibiotik yang sama efeknya tidak seberat ketika pertama kali memakai. Bahkan malah sudah akrab.

  16. Setuju dengan “bu dokter” diatas.Jangan sembarangan minum obat antibiotik, salah-salah diri sendiri yang celaka atau penyakitnya tambah imun.salam

  17. Wah susah juga ya kl ada alergi thd komponen obat tertentu..
    sepertinya saran dari Bu Enny di atas benar Pak.. didiskusiin dl sm dokter obat2an apa yg ga cocok supaya ga terulang lg efek yg ga diinginkan..

  18. Nggak diskusi sama dokter yang memberikan antibiotik tsb? Saya dulu tahan tetrasiklin, sampai suatu ketika, saat mulai kerja, begitu minum obat itu mataku agak bengkak. Saya segera ke dokter dan sejak itu saya selalu ngomong sama dokter obat apa yang membuatku tidak tahan.

    Jadi sebaiknya tanya dokter, dan catat jenis antibiotiknya apa, dan jika sakit dan ketemu dokter lain tetap harus dikatakan apa yang tidak tahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: