29 Komentar

Sang Profesor

Profesor yang satu ini memang ada kesan tersendiri bagiku. Bagi teman-teman adalah adanya kemiripan nama yang tak jarang memanggilku dengan nama beliau. Untung tidak ada yang berani memanggil beliau dengan namaku. Ketika itupun saya enjoy saja, tidak protes tapi juga tidak secara langsung mengiyakan. Biarlah berjalan alamiah saja.

Saya memang dekat dengan profesor. Bukan karena kemiripan nama. Sayalah mahasiswanya yang terakhir. Benar-benar terakhir, karena tidak ada lagi mahasiswa yang menjadi bimbingannya hingga akhir hayat.

Ketika saya berencana mengajukan topik penelitian skripsi, teman-teman banyak yang menyayangkan. Satu alasan yang justru membuat saya bertanya-tanya dan sekaligus ingin segera membuktikan. Beberapa tidak yakin kalau profesor masih mau menerima mahasiswa untuk dibimbing skripsinya, ini argumen dari adik angkatan yang kebetulan ditolak usulannya dan disarankan untuk dibimbing oleh dosen lain. Teman seangkatan ada yang bercerita sangat panjang prosedurnya untuk disetujui oleh profesor, dan kita harus siap dengan segala macam pertanyaan.

Saat saya sendiri menghadap profesor ternyata tidak ada satupun pertanyaan yang dilontarkan. Saya hanya berbekal sebuah jurnal penelitian dan cerita mengapa saya mengajukan topik tersebut. Memang saya mengenal dengan baik lokasi yang saya rancang untuk penelitian karena pernah tinggal selama dua bulan menjalani kuliah kerja nyata. Tinggal di rumah Pak Kadus, akrab dengan seluruh anggota keluarganya. Bahkan tak jarang diminta pemilik rumah untuk menemani ngobrol di depan perapian, tak peduli teman-teman sedang ngumpul di depan televisi.

Dan juga saya sampaikan keterbatasan literatur yang menjadi hambatan utama saya.

Beliau tidak bertanya juga tidak berkomentar. Kalimat berikutnya benar-benar membuatku semakin tak mengerti. Saya disarankan untuk segera mengajukan secara resmi ke komisi skripsi. Dalam ketidakmengertian saya tanyakan siapa nanti yang akan membimbing saya. Subhanallah, beliau sendirilah yang akan membimbingnya, meskipun secara teknis pembimbing kedualah yang lebih banyak berperan.

Tidak banyak teman-temanku yang tahu mengapa, profesor mau memjadi pembimbingku. Hanya sedikit yang tahu kalau sebenarnya saya pernah menjadi mahasiswa tunggal bagi profesor. Kuliah di kantornya, sambil mengobrolkan apa saja, sesuatu yang tidak pernah terjadi dengan teman-temanku. Memang sangat sedikit mahasiswa yang bisa dekat dengan beliau, seperti apa yang pernah profesor tanyakan pada saya: ”mengapa tidak ada mahasiswa yang mau dekat dengan saya”. Kata saya mereka segan sama profesor.

Hubungan mahasiswa dosen yang cukup unik. Kalau saya tidak bisa hadir maka semaksimal mungkin meminta ijin untuk tidak hadir. Hal yang sebaliknya jika profesor ada keperluan maka sehari sebelumnya memberitahukan ke saya bahwa kuliah ditiadakan.

Saya benar-benar menjadi mahasiswanya yang terakhir. Sebelum skripsi saya disetujui seminar oleh profesor untuk seminar, beliau benar-benar telah meninggalkan kami semua. Ada serangan komplikasi yang berakhir dengan meninggalnya beliau. Meninggalkan beberapa mahasiswa yang belum kelar skripsinya.

Simpati banyak mengalir kepada kami mahasiswa bimbingannya. Komisi skripsi segera merekomendasikan pelimpahan tugas. Sayangnya ada satu kakak angkatan yang ketika saya disuruh melacaknya, agar bisa segera selesai saya tidak mendapatkan jejaknya. Satu lagi teman akrab teman seangkatan sekarang menjadi dosen di luar Jawa.

Kemiripan nama teryata memiliki berkah juga. Dipampang dipapan pengumuman mahasiswa bimbingan profesor untuk segera mengurus administrasi pengalihan bimbingan. Sudah pasti mahasiswa angkatan lain lebih mudah mengingat nama saya daripada teman-teman sepembimbingan. Simpati mengalir bahkan dari angkatan yang cukup jauh, yang tidak banyak saya kenal.

Simpati pun sangat terasa ketika saya mempresentasikan hasil penelitian dalam seminar. Ruangan hampir penuh oleh mahasiswa. Lintas angkatan. Disamping faktor judul yang saya tawarkan sangat asing dan merangsang rasa penasaran terutama angkatan yang lebih muda.

Dalam postingan ini saya ucapkan ras aterima kasih yang tak terhingga kepada profesor, Bapak Imam Widiono, pembimbing berikutnya yang juga pergi sebelum saya menyelesaikan skripsi karena harus segera berangkat ke Jerman untuk kuliah lagi. Tak lupa pula rasa terima kasih saya kepada Bapak Heri Pratiknyo yang meminta waktu semalam kepada saya untuk melihat-lihat skripsi saya sebelum maju seminar. Untuk Pak Darsono yang banyak membimbing saya sejak kerja praktek hingga menjadi sarjana. Dan tak lupa ibu saya (pembimbing akademik) Ibu Hexa yang dengan banyak bicaranya memacu saya untuk semangat segera menyelesaikan studi.

Untuk sahabat saya Muhamat, selamat dan sukses selalu jangan lupa kembali ke kampus, mahasiswanya sudah menunggu. Jangan lama-lama di Yogya.

29 comments on “Sang Profesor

  1. aku merenung tentang siapa profesor dlm cerita,ternyata mungkin aku ndak ketemu karna angkatanku jauh dibawah kang Narno.
    Tapi aku kenal pak Hery Pratiknyo,beliau pembimbing kedua, pembimbing pertama pak Bambang Heru. Mereka juga sangat baik hati.
    Aku juga mengenal pak Imam Widhiono dan pak Darsono, mereka yang menguji skripsiku saat seminar hasil.
    Semua benar2 nyata..
    Kalo kang Narno mungkin entomologi, nek aku acarologi alias tungau.
    —–+++—-
    Postingan ini memang pengalamanku. Soal nama, kalau angkatan setelah 99 pasti tidak tahu siapa prfesor yang dimaksud, karena meninggal tahun 99

  2. Tulisan yang indah, kenangan dari mahasiswa pada dosennya.
    Semoga beliau diterima di sisi Nya
    —+++—-
    Amin. Terima kasih Bu

  3. wah bisa jd mahasiswa pilihan pak… bener-bener mantap.. emang judul penelitiannya apa pak?
    —-++——
    faktor kedekatan saja, karena pernah jadi mahasiswa tunggal.
    Judul Penelitiannya: Pola Fluktuasi dan Sebaran Populasi Phthorimaea operculella Zeller pada Tanaman Kentang setelah Aplikasi Pestisida.
    Ada yang repot bacanya?

  4. Mas, saya cukup dekat dengan prof walau saya anak bioling. Dapat ilmu ‘BOLKONAH’ gak?

    ——+++++——–
    Tiap mata kuliah beliau selalu dapat dari Biodas, Ento, Ento Terapan, hingga Dinamika Populasi, belum acara yang di luar kuliah

  5. Topik penelitiannya apa, Mas Narno?

    —+++—–
    ngitung ulat di pegunungan.

  6. innalillahi…

    bangga juga, termasuk jd mahasiswa yg beruntung tuh..

    —-+++——
    sangat, sangat beruntung

  7. selamat jalan sang profesor.
    pengapdianmu untuk bangsa dan negara, serta agama. akan selalu dikenang dan berbalas pahala berpuluh kali lipat. insya Allah.
    Amin……
    ——–++++——–
    Amin ya rabbal alamin

  8. Salam …

    turut berduka cita semoga almarhum diterima di sisinya dan di tempatkan yang layak untuknya …dan semoga semua yang di tinggalkan di berikeiklasaan dan kekutan untuk menghadapinya …makasih

    —-++++++——–
    Insya Allah ikhlas, terima kasih

  9. Ikut berduka cita, semoga beliau mendapatkan tempat terindah di sisi NYA, dan selamat ya udah ujian skripsi..
    Traktirannya mana?
    😛
    —-+++——-
    terima kasih, datang saja tinggal pilih mau ditraktir apa

  10. beliau telah meninggalkan sebuah kenangan atas peristiwa2 luar biasa yang tak bisa dilupakan oleh org2 di sekitarnya, ia juga telah membagi kesempatn dan pengetahuan, Insya Allah menjadi amal hidupnya….amin…
    ——-+++——–
    semoga saja, amin

  11. innalillahi wa innailaihi ra’jiun..

    mungkin beLiau pengen panjenengan menggantikan profesi beLiau, jadi profesor..
    saya doakan semoga urusan panjenengan Lancar nggih pak.. ^_^
    ——–+++++++——–
    amin. setidaknya sekarang ini saya juga seorang guru meskipun sedikit telah mewariskan ilmu yang beliau sampaikan

  12. wah keren punya temen profesoor 😀

    ——+++——-
    alhamdulillah

  13. inna lillahi wa inna ilaihi rajiun..

    dan anda beruntung mas karena pernah dibimbing oleh orang sehebat beliau 🙂
    ——-+++———
    sangat beruntung karena setelah saya sudah tidak ada lagi, bahkan sebelum saya, adik angkatan yang mencoba mengajukan langsung ditolak

  14. aku mendapat kabar kepergian prof. lebah, sudah cukup lama dan sampai sekarang belum sempet negok almamater lagi…. kaya apa kampus kita sekarang, mas….?

    ———++++—–
    berarti ga ikut temu alumni. Sama Mas Uzi saya juga gak bisa hadir kalau tidak salah dua bulan yang lalu ada acara reuni

  15. masa-masa sekolah, kuliah.. masa-masa yang tak terlupakan ya pak… banyak kenangan yang terukir di dalamnya…

    jadi kangen.. pengen muda lagi.. 😀

    ——-++++———-
    apalagi saya pernah menjadi mahasiswa tunggal, amat berkesan

  16. Profesor thk untuk jasanya …
    —++++—-
    betul

  17. Rupanya Pak Profesor jatuh hati pada topik penelitian mas Narno. Atau, mungkin, juga sama kepribadian mas Narno. Perlu disyukuri, mas. Kepada Beliau, semoga amal ibadahnya diterima olehNya.
    😀
    ———+++——-
    faktor utamanya kedekatan bung hejis. pernah satu semester menjadi mahasiswa tunggal

  18. turut berduka cita. semoga arwah almarhum diterima di sisi TYME
    —+++—-
    terima kasih

  19. mampir hanya ingin menebar semangat….
    ——–++++———-
    silahkan sobat

  20. salam kenal pak
    ————-+++++————
    kenal kembali

  21. memang sedih ditinggalkan orang yang dekat dengan kita secara emosional. Meski orang itu bukan anggota keluarga kita sekalipun.

    —–++++——
    ya betul, profesor seperti ayah saya sendiri, banyak berbincang berbagai hal, tidak sebatas materi mata kuliah

  22. Professor merupakan orang berpengaruh di dunia pendidikan. Sering mendapatkan kesan profesor adalah seorang yang:
    -senyummu mahal
    -makhluk yang jarang dekat dengan kita? Saya akan membuat mereka tidak nyaman? kata Profesor
    -Biasa menantang dengan mempertanyakan gagasan kita sendiri
    -Biasa mengadakan? pertentangan? sudut pandang yang serius
    -Suka memberi tugas yang berat-berat Ya, itu adalah ciri dari seorang professor yang banyak dijumpai di dunia kampus.. Sosok professors, dalam bahasa Indonesia sering mengandung arti guru besar, sang maestro dalam sebuah profesi.

    Intinya, apasih kebutuhan kita terhadap individu dengan gelar professor? Apakah kita membutuhkannya sebagai teman layaknya guru yang bisa menjadi ayah bagi kita?. Apakah profesor kita membutuhkannya sebagai seorang professor?

    Bagi saya wujud profesor yang ada di lingkungan kita memang lebih cenderung ke point yang kedua.

    – Profesor menjelma menjadi sosok yang profesional di bidangnya.
    – Profesor menunjukkan dunia yang lebih nyata.
    – Profesor mengajar dengan cara yang tidak biasa.
    – Profesor memunculkan belajar itu susah dan perlu kerja keras (paling penting). Sungguh hebat memang sebutan gelar profesor.. Berapa banyak profesor yang kita punya…

    Sejauh mana peran profesor (yang sedikit jumlahnya) di negara kita…

    Sekedar untuk pelengkap info tentang profil professor (infoskripsi.com:senyummu mahal professor).

    Salam kenal.
    ——–++++——
    justru bagi saya profesor yang satu ini seperti seorang ayah, mau berbagi dan bertegur sapa sepeerti seorang ayah kepada anaknya. Mungkin hal inilah yang tidak dirasakan bagi yang lain

  23. Assalaamu’alaikum…

    Pengalaman belajar dalam kepayahan memberi makna yang besar untuk dimengertikan hikmahnya. Allah menduga kita dalam apa juga jalan, namun dimudahkan kembali jika ada redha dan tulus dihati. Semoga roh para guru dirahmati Allah atas segala ilmu yang terus mengalir ditubuh yang masih hidup.

    Syabas buat saudara. Tumpahan ilmu yang sangat menarik untuk dikongsikan. Salam kenal dari Sarawak, Malaysia.

    dari :
    Laman Menulis Gaya Sendiri
    —–+++++——-
    Wa’alaikum salam .. terima kasih atas segala dukungannya

  24. turut berduka cita mas…, innalillahi wa innalillahi ra’jiun. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan semoga juga mas dapat mempergunakan dan mengamalkan untuk kebaikan semua ilmu yang telah almarhum titipkan.

    —–++++——
    Amin, semoga saya adalah mahasiwanya yang berbakti

  25. innalillahi wa innailaihi ra’jiun..
    ——++++—
    ya, innalillahi wa innailaihi ra’jiun.. amin

  26. innalillahi wa innailaihi ra’jiun..
    smoga di terima di sisinya.
    amin.
    😉
    —-++++——-
    amin

  27. semoga amal bainya diterima disisi Allah SWT
    ——++++++++——–
    Amin

  28. saya turut berduka cita yah bos…

    —++++——
    terima kasih

  29. semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Tuhan

    —–+++—–
    amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: