38 Komentar

Kampung Halaman

tempat melahirkan kisah tanpa catatan sejarah
dalam buku-buku anak sekolah


minibus berebut jalanan cari penumpang


pelajar, pns, para tukang, juga petani
para blantik, penjual sayur, pedagang beras
bergegas berkejaran dengan matahari pagi
bertebaran dengan jalannya sendiri-sendiri
mengharap peruntungan masing-masing


nyanyian pipit beradu hentakan petani
mengetam padi
meleleh keringat diujung caping
menghadang matahari


blantik menaksir harga seekor kambing
penjual sayur mengikat kangkung
dan menimbang kentang
pedagang beras menawarkan dagangannya

pembeli menawar dengan harga murah


suatu kampung
telah lahir seorang profesor

38 comments on “Kampung Halaman

  1. Ehm, jadi pengen cepat pulang ke kampung halaman T_T
    —++–
    kalau mau pulang kampung ajak-ajak ya

  2. siang ๐Ÿ™‚ makan ditempat diajeng yuuk ๐Ÿ™‚
    —+++—
    kalau menunya enak kenapa tidak

  3. mulih kampung ah…..
    —-+++—-
    yuk

  4. Blantike nganggo topi cowboy nopo mboten, pakde?
    —+++—-
    betul, betul

  5. jadi pingin pulang kampung untuk yang kedua kalinya….
    —++—-
    kalau saya pinginnya berulang kali, tidak ada bosannya

  6. aku bisa rasakan suasana kampung mas , hamparan hijau membentang,deretan itik melintas , gemericik air pancuran , para wanita ramai ramai turun ke sawah,mengintip rembulan merah,,, iya kan mas….
    —+++—-
    ya…ya…ya…

  7. selamat sore,sobat
    aku berkunjung pd sore hari ini.
    bagaimana khbrnya.

    salamku
    —++—
    sore, salam juga

  8. kirain, mas narno sudah jadi prof. kesalip nih aku…. he…he…
    —++—
    Mas Fauzi, hanya level SMP mana bisa jadi profesor

  9. Wah, kangen ya Mas. Soal profesor, rasanya pernah ditulis sebelumnya, tapi bukan dalam bentuk puisi ya, agak2 lupa.
    Moga sehat selalu.
    —+++—
    Sama-sama profesor, tapi orang yang berbeda, satunya pembimbing skripsi saya, satunya lagi jauh di jakarta

  10. subhanaLLah..
    semoga bisa menjadi profesor yang penuntun jalan kebenaran pada umat ya pak.. ^_^

    -L0ng time no see-
    —++—
    Amin

  11. Dikampunglah kita dilahirkan
    dikampung lah kita banyak belajar akan budi pekerti
    dikampunglah kita tersadar bahwa hidup adalah perjuangan
    dikampunglah kita beristirahat dan teridur pulas ketika lelah mengapai sukma.
    —++—
    kampung halaman tak pernah terlupakan

  12. Iringi setiap langkah dan pekerjaan kita dengan doa….Insya Alloh akan menjadi berkah ๐Ÿ™‚
    —-++—–
    doa itu kebutuhanku

  13. pagi mas ๐Ÿ™‚ semoga hari-mu menyenangkan dan hari ini lebih baik dari hari kemarin ๐Ÿ™‚
    –++—
    alhamdulillah, sekarang lebih sehat

  14. Saya anak kampung banget mas, merantau kemana2 toh sekarang jadi orang kampung lagi. Puisi di atas sih kampungku banget…cuma profsr nya siapa, ya?
    —++—
    saya hanya memotret apa yang teringat tentang kampung halaman saya sendiri, kalau ada kemiripan ya alhamdulillah
    Mas Nur sepertinya yang calon profesor

  15. Semua bicara itu membuat saya merindui kampung halaman yang lama ditinggalkan. Bagus cetusan ideanya. Bijak menimbang bahasa dan menarik alun ceritanya. saya suka dan kagum dengan bicara puitis yang tradisional seperti ini.

    Salam hormat selalu.
    —+++—
    terima kasih

  16. Rindu puisi seperti ini.

    Titip rindu buat kampung, Pak.

  17. siang mas ๐Ÿ™‚ ngantuuukz…apalagi kalo denger puisi kampung halaman sambil dengerin seruling gembala..duuuh…angin sepoi-sepoi….disawah..liat burung2 berterbangan…:)
    —++—
    seruling gembala? tunggu beberapa episode lagi

  18. Kampung halaman selalu menarik untuk diceritakan dan diungkapkan…
    —++—
    betul Bu

  19. wuah profesor. Iya, dari kampung halaman juga.
    —+++—
    alhamdulillah

  20. klo saya sekarang sedang di halaman kampung nih…
    heheheh…

    saya sih lahir dan besar di bandung..
    ortu dari bukittinggi…
    keduaduanya kampung halaman saya..
    dan saya rindu duaduanya..
    ๐Ÿ˜
    —-+++—
    apapun kondisinya kampung halaman tetap memberikan kenangan tersendiri

  21. Salam
    Hmm orang2 brilyan dan pintar kebanyakan malah dari kampung ya pak ๐Ÿ™‚
    —++—
    mungkin karena lebih banyak tantangannya

  22. suatu kampung..
    telah lahir profesor lagi [Prof. Sunarno Sahlan]
    amiinnn ๐Ÿ˜€
    –++—
    pinginnya, sayangnya mimpi saja saya gak berani

  23. Pengen pulang ke Banda Aceh melihat petani, sawah membentang bahkan laut yang mempesona ๐Ÿ™‚
    —++—-
    nikmatnya karunia Allah

  24. jadi Kepangen Pulang Kampung Nich…..

    Salam kenal ja dech Buat Semua yang di sini

    jangan lupa mampir2 ketempatku ya…..
    —++—
    kusempatkan untuk singgah

  25. ubah paradigma ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan yang mensejahterakan, berkeadilan & berkelanjutan
    dan kampung halaman akan melahirkan bayak pemimpin bangsa :mrgreen:
    —-+++—
    harapan saya juga begitu

  26. wah pak saya udah setahun setengah kagak mudik nih hihihihi jadi keingetan ma kampung saya juga
    —-++—
    alhamdulillah, saya dua bulan yang lalu menengok karena ada saudara yang meninggal

  27. kalo kangen pulang mas…
    btw prof itu tetangga mas ya?
    –++—
    prof itu anak kepala desa yang pertama kali era kemerdekaan

  28. ooohhh, ngebuat puisi merupakan salah satu terapi buat pak sunar ya….gw baru ngeh pak sunar…mudah-2an sembuh ya pak…and selamat berkarya…:-)

    puisinya asyik kok….rasanya adem…heee..hhee…hee…
    —-+++—-
    seadem mata air pegunungan

  29. Jadi inget ayah saya dikampung mas ๐Ÿ™‚ hidup seolah damai sekali…padi menguning disawah..braneka buah tumbuh lebat dikebun…smua sayuran sangat subur diladang ๐Ÿ™‚ dan itu hanya bs kunikmati saat lebaran tiba,saat smua pulang kampung ๐Ÿ™‚
    —++—-
    apapun yang terjadi kampung halaman memberikan kerinduan tersendiri

  30. Diajeng datang mas ๐Ÿ™‚ semoga sehat hari ini yach ๐Ÿ™‚ inet msh trouble?
    —-+++——-
    alhamdulillah, sehat

  31. “nyanyian pipit beradu hentakan petani
    mengetam padi
    meleleh keringat diujung caping
    menghadang matahari”

    hemmm,,,terasa sekali nuansa pedesaannya… (-.-) jadi terbayang kampung halaman… (padahal ga punya kampung halaman.. he,,)
    —++—-
    kalau gak punya kampung halaman, ke kampung halaman saya saja

  32. mampir aja bang ๐Ÿ˜€
    —-+++—-
    silahkan

  33. Alangkah bahagia jika dari kampung bisa lahir seorang profesor, apakah kehidupan kota dengan segala kemudahannya bisa menghasilkan profesor-profesor lainnya? entahlah..karena keberadaan fasilitas tidak lantas menghasilkan sesuatu yang pantas!!
    Btw, blantik itu apa sih Mas ?
    —+++—-
    Blantik itu pedagang ternak. Di daerah saya sapi merupakan unggulan yang mengangkat PAD Kabupaten. Itu semua adalah peternakan rakyat, tidak ada satupun perusahaan yang menaunginya. maka perputarannya melalui pasar hewan dengan blantik sebagai perantara.

  34. hmm.. So, jadi inget kampung halaman niech.. ๐Ÿ™‚

    salam silaturahim…
    —+++—
    salam

  35. kenangan kampung y? ๐Ÿ™‚
    –++—
    betul

  36. propesornya sopo, mas?
    ——-+++—-
    Prof. Kartomo Wirosuhardjo, guru besar UI

  37. pulang kampung ni…Pak.
    —++—-
    justru sedang kangen sama kampung

  38. Maaf, sobat semua. Beberapa hari ini saya tidak bisa menyapa semuanya, karena ada masalah dengan koneksi internet. Mau ke warnet kesempatan terlalu sedikit.
    sekali lagi mohon maaf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: