29 Komentar

Fatamorgana

-sebuah akhir-

menyeret perjalanan waktu
menyita batas pandang tak lagi kutemui
yang kemaren selalu saja menyatu
bersama aliran nafasku
semu, terasa kian pekat

kini,
lengkap sudah langgam hidup
tertiup arah yang tak tepat
hanya ilalang menancap dalam gelap
tak dapat kutangkap
karena hanya lewat sekejap

sekali lagi kunyatakan: aku
tak lagi punya pijakan
ketika kueja kembali
bait demi bait lembaran usiaku
kusadari aku tak lagi belia
sedang ada yang tak lagi bersama

hari-hari berguguran
merobek kalender satu persatu
melipat kehidupan itu sendiri
dalam batas fatamorgana
kini tinggal sepuing angan
yang tertahan

Pwt, 2000

29 comments on “Fatamorgana

  1. walau hanya sepuing setidaknya angan dan harapan itu masih ada…kebayang kalau abis semua mungkin kita hanya seonggok batu
    –++–
    puing-puing yang dikumpulkan bisa menjadi banyak

  2. Selamat, Kang No.
    Ternyata masih tersisa sampai kini jiwa puitismu. Tapi mbok ya…diisi juga blog alumni kita.
    —++–
    sepurane Is. Aku sungkan karo konco-konco yang diisi puisiku. Puisi mbingungi kok

  3. saya membaca puisi njenengan ini berulang kali. kenapa coba ? karena njenengan belum posting2 yg baru, hahaha…
    —+++—
    hahahaha
    Mas Goen, saya minta maaf. Memang akhir-akhir ini saya jarang buka internet, deadline majalah yang makin mepet, anak-anak persiapan ujian dan ini yang paling utama, jaringan internetnya ngadat cukup lama

  4. disini hanyalah sesaat,,, mimpi yang menunggu tuk dibangunkan…
    fatamorgana yang kan segera pudar…
    —+++—
    fatamorgana dan nyata akan selalu ada
    selalu hadir bersama kita
    entah dimana
    entah kapan

  5. usia kini semakin usang
    seperti daun yang letih tergantung pada ranting yang rapuh

    salamku
    —++–
    salam
    daun itu masih tetap menggantung menunggu waktu yang tepat

  6. puisi yg amat menarik ea.

    OEA,
    jgn lupa knjungi blog aku yah…..
    komen nya juga(3 yah)
    —–+++—
    terima kasih,
    semoga ada kesempatan lebih dari 3

  7. meskipun tinggal sepuing tapi harus tetep dipertahankan….karena itu yang kita punya.. πŸ™‚

    semangat yah mas…. πŸ™‚
    —+++—
    yang sepuing saja sudah lumayan apalagi segunung

  8. puisinya ko engga happy 😦
    —+++—
    puisi nggak heppy?
    yang penting mbak Kelly tetap happy

  9. Nah gitu donk πŸ™‚
    —++–
    oke

  10. Semoga meskipun fatamorgana kita dapat menyimpulkan makna yang tersembunyi didalamnya..
    —+++—
    hidup itu antara ada dan tiada, nyata tapi juga semu, semu tapi juga nyata

  11. refleksi membuat hidup menjadi berarti
    —+++–
    amat sangat berarti

  12. ingat mas….lembayung begitu temaramnya. esok hari fajar menanti. yang akan segera menyapa harimu yang cerah……s e m o g a
    –++–
    semoga

  13. jalan masih panjang.. semangat.. ga cuman ketemu fatamorgana aja.. ditengahΒ² sana bakal kita temui oasis yang menyejukkan.. *alah ngomong opo tho?*
    —++—
    semangat, semangat, aku harus tetap semangat

  14. jangan kau matikan harap
    karena langkah masih tetap harus terarah πŸ™‚
    –++–
    kuarahkan kembali langkahku

  15. berasa sia-sia
    –++–
    ah

  16. sedang aku masih dalam terperangkap dlm usia beliaku…kelak ku senandungkan kembali syair ini
    —++—
    bolehlah dicatat sebagai sebuah kenangan

  17. Hidup adalah sandiwara mas, dan fatamorgana saja, yang harus dipikirkan adalah hidup setelah hidup yang ini πŸ™‚
    –++–
    Kata God Bless memang dunia ini panggung sandiwara, terima kasih Mbak rindu

  18. Fatamorgana…
    saat imaji mengalahkan realita πŸ˜€

    Puisi yang menarik, pak
    –+++—
    terima kasih kunjungannya

  19. Akhiri semua hal yang buruk dan awali dengan semua hal yang lebih baik πŸ˜€
    —+-+–
    oke, semoga demikianlah adanya

  20. akhir dari sebuah perjalanan, sebagai awal baru kehidupan…. karena kehidupan tak pernah berakhir sampai kita mneghadapNya….
    –++–
    betul mas, akhir sebuah awal, awal yang baru untuk sesuatu yang lain lagi

  21. Assalaamu’alaikum..

    Luahan hati yang mengharukan. Semoga perjalanan hidup ini akan terus bersemangat. Hidup ini umpama lakon layar yang besar yang dipenuhi pelbagai ragam lakonan mengikut musim dan ceritanya. Puisi yang menarik. saya menyukainya.
    —-++—
    sebuah titik kesadaran bahwa usiaku tak lagi belia. yang memang kadang ada sesuatu yang hilang

  22. puisi yang sangat menarik, salam kenal
    —++—
    terima kasih, salam kenal juga

  23. Puisinya bagus Om…
    Tersentuh saya membacanya.. πŸ˜›
    —–++–
    terima kasih

  24. Semua hanya perhentian sesaat.
    Menapaki esok yang sarat makna adalah keniscayaan.
    karena hidup berjalan terus..
    –++–
    aku sedang bernostalgia dengan puisi, terima kasih Bu sudi mampir

  25. Pagi kang πŸ™‚ sehat kan hari ini…ayo senyum dan mulai hari ini dengan doa yach…:)
    —++—
    pagi, sejuk hari ini

  26. mas aku bergetar menulis koment ini
    akupun beberapa hari ini diingatkat tentang itu.Tetap semangat mas berjalan saja seperti air mengalir.
    –++–
    air mengalir seolah tanpa arah, tetapi sarat makna irama

  27. Puisi tadzkiroh… mengingatkan kita bahwa semua kita akan berakhir.
    Salam ukhuwah dari Bogor
    —++—
    terima kasih, salam ukhuwah

  28. semangat terus ya mas πŸ™‚
    —++—
    terima kasih

  29. Sebuah akhir..? πŸ™‚ jangan ada kata akhir mas…teruslah berjalan πŸ™‚
    —++—
    titik akhir adalah titik awal yang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: