38 Komentar

UN

demi kertas yang hanya selembar
tiga tahun diperas tak sampai sepekan
di bawah tekanan angka-angka minimal
di bawah bayang-bayang masa depan
di bawah kegamangan menyikapi kebijakan
tak ada yang boleh melawan

ya, demi kertas yang hanya selembar
jungkir balik demi gengsi
team sukses selalu disertakan
kaji mengkaji strategi
demi kertas itu sendiri
demi mereka sendiri
demi ketidakbisaan melawan tradisi
demi repotnya kesendirian
maka atas nama kebersamaan
terjadilah yang terjadi
berlalulah yang mesti berlalu

entah apa kata nurani
entah apa kata para petinggi
entah apa kata anak-anak kami
entah apa kata para ahli
entahlah entah

Kng, 31 April 2009

38 comments on “UN

  1. Begitulah kehidupan
    jadi itu adalah jalan yang memang harus di tempuh….
    —-+++—
    harus bagi pelajar karena ada yang membuat peraturan mengharuskan

  2. kalau anak-anak kami mah tidak berkata “entah”…
    Kata anak-anak kami… “susah”… “bersusah-susah”… “susahnya na’udzubillah”…
    —+++—
    entah itu memang bukan kata anak-anak, tapi kata-kata dari saya, terima kasih telah bersedia berbagi

  3. Saya pun ikut ber-entahlah entah.
    —+++—
    memang entahlah Pak

  4. hm.. rasanya bagi saya gak adil 3 taon di eksekusi ama 3 hari aja…
    pagi2 bangun… siang2 nahan laper…
    ——-+++++—–
    adil tidak adil inilah fakta

  5. Sekarang sudah mampir, kapan2 nongol lagi
    —+++—
    terima kasih

  6. Salam kenal.
    —+++—
    salam dan terima kasih

  7. gaya bahasanya asyik bank.. πŸ™‚

    enak dibaca n salam silaturahim sajaa… πŸ˜‰
    —+++—
    terima kasih

  8. jungkir balik banting tulang ikhtiar, ujung2nya serahkan sang Gusti..
    —+++—-
    betul Nang, cuma masih butuh satu lagi yaitu doa

  9. Bukankah itu terjadi sejak dulu?
    Namun sekarang semua sekolah ingin lulus 100 persen?
    Padahal dulu selalu ada yang tak lulus, dan harus mengulang

    Tanpa selembar kertas, berarti kita tak tahu apa sebetulnya kita memang mampu lulus apa tidak
    bahkan saat sudah bekerja, ujianpun selalu datang
    Ujian kenaikan pangkat, test bahasa Inggris yang harus mencapai nilai tertentu
    Jika tak memenuhi maka pangkat dan jabatan hanya mimpi belaka.

    Jadi, ujian adalah hal yang wajar
    Jika siap, tak perlu merasa gelisah
    ——–++++++++——–
    perbedaan yang paling pokok dengan dulu adalah siapa yang berhak meluluskan murid, kalau dulu sekolah yang berwenang, sekarang mentri tak bisa ditentang

  10. alhamdulillah, di skula ana takde UAN/ UN atao apapun semisalnya…

    abisnya, pake kurikulum sendiri…
    alhamdulillah
    —+++—
    alhamdulillah, lebih nyaman dan aman

  11. yups… Ujian Nasional = Musibah Nasional
    baca :
    http://farhansyaddad.wordpress.com/2009/04/27/ujian-nasional-musibah-nasional/
    —-+++—
    musibah bagi yang tak siap, tapi juga biaya tinggi

  12. gudlak yepp πŸ™‚
    ——-+++++++——–
    ?????????

  13. Kalo yg dah smart sih nggak masalah UN asal kondisi fit, otak fit pasti lulus. Kalo yg lagi ngepress dan apesss….masak berjuang 3 tahun lulusnya ditentukan 3 hari. Kasihan khan.
    —+++—
    benar-benar kasihan Mas

  14. Kehidupan ini adalah nukilan yang terindah untuk sebuah diri yang sentiasa menghargai detik yang berlalu. Waduuh…sajaknya mudah dan mengasyikkan ketika cuba difahami makna yang tersirat.
    —++—
    terima kasih umi, sajak saja mudah dipahami atau tidak saya serahkan sepenuhnya kepada yang membaca, apapun itu

  15. itu puisinya di buat dimana mas..?kng = kuningan yach…biasane kan di purwokerto….? πŸ™‚
    —+++—
    kalau gres kemungkinan terbesar ya ditulis di Kuningan, tapi kalau jadul paling banyak ditulis di Purwokerto

  16. satu puisi aja makna-nya dalemmmm banget…uhm…demi password menuju jenjang yg lebih tinggi kali yach…. πŸ™‚
    —-+++—
    masing-masing orang punya jawaban sendiri-sendiri, termasuk pula jawaban yang diajeng ajukan

  17. selamat ujian mas *eh, yang ujian sampeya bukan hehehehe*
    —++—
    wah, saya selalu ujian setiap hari

  18. UN di hilangkan aja kali mas…..
    —+++—
    mungkin kali aja ya Mas

  19. demi masa depan

    *halah…saya koq malah nambah2in…*

    semoga UN benar2 dapat menyaring para tunas bangsa yang akan tumbuh dan menjadi bunga di negri yang subur ini(katanya)….

    jangan sampe kejadian lagi ada warga negara yang ga apal sama lagu bangsanya sendiri kalau2 memang lolos UN…
    —+++—
    amin

  20. ini ungkapan dari orang yang lagi bingung menghadapi apa ya …he….
    —+++—
    tidak bingung, hanya ah biarlah

  21. ya itulah….
    Kaya Pemilu kemarin ada tim suksesnya..
    —+++—
    diperlukan agar sukses

  22. moga-moga UN gak usah ada, kalo ada kasih guru-gurunya wewenang buat nilai prestasi anak didiknya.
    —+++—
    sebenarnya perdebatan yang muncul adalah UN itu wewenang siapa? Siapa pula yang menyalahi UU Sisdiknas dengan sistem penilaiannya

  23. yang jelas kasihan mereka daria wal dihantam dengan biaya sekolah yang mahal pas mau selesai dihadang oleh UN yang menjadikan mereka berbuat jalan pintas alias nyari contekan hihihih

    duh untung jaman saya sekolah di Sukamulya ga nemu beginian
    ——+++—
    ya begitulah perbedaan jaman, beda kebijakan

  24. hehe…jd ngeri aQ bayanginnya..soalnya kata2 mas kok jd nyeremin y..heheh
    —-+++—
    ya, ini semoga saja hanya perasaanku saja

  25. koq tega jika masih ada yang mencuri kertas itu dan mengajarkan anak anak/adik adik bahwa kertas itu bisa dibeli 😦
    —-+++—
    ya semi demi sesuatu yang entahlah Mbak, saya merasakan begitu sesak kalau dengar hal-hal seperti itu

  26. Akhir – akhir ini nurani lagi nge.top padahal jarang dipake lagi…
    —+++—
    setidaknya kita masih punya Mbak

  27. jadi, mari kita nyanyikan saja lagu Indonesia Raya dan membaca UUD 45. gimana mas ? setuju ?
    —+++—
    ayo rame-rame Mas Gun yang mimpin

  28. Salam .

    perjuangan selama 3 tahun di bayar 3 hari adalah perjuangan yang sangat berat dan penuh dengan resiko .

    ini adalah ibarat seorang ibu yang mengandung dalam 9 bulan dan di tentukan dengan jam dan detik aja …Makasih
    –+++—
    begitulah adanya Pak

  29. Saya baru pulang dari UN niyh…

    hehe…

    Saya Link blognya ya Pak…. makasih
    —+++–
    silahkan

  30. Perjuangan ni..Pak..? semoga sukses ya.
    —++–
    amin

  31. Demi kendhil agar tak njomplang
    Kita repot pergi pulang kandang
    Dengan apa itu? Ya, mulang
    Lakukan aja tugas kita tanpa gamang
    Pasti hasilnya akan senang
    zzz 4 x 4 = 16 zzz
    C4 nggak c4 …las πŸ™„
    #UN itu proyek nasional pak, adakah yang berani terus terang melawan proyek itu? paling2 ya hanya nggrundel kayakue πŸ˜€ Roh KTSP juga hilang dg penilaian akhir model UN, begitulah UN, sebuah perkara politis nyang harus kita terima dengan tangis. Mendingan ngeblog ajadah. πŸ˜€
    —-+++—
    semoga tahun depan ada keputusan politis yang lebih populer, menghargai guru dan siswa bukan memeras. Begitu kan Pak Wandi

  32. sukses buat yg ikut UN
    —+++—
    Amin, semoga saja demikian

  33. Semoga saja memang pemerintah mampu menemukan formula yang tepat untuk mengatasi banyaknya kritikan tentang UN.

    Sangat tidak tepat memberlakukan UN dengan infrastruktur dunia pendidikan yang masih carut marut. Semestinya pemerintah fokus terhadap perbaikan infrastruktur, perbaikan kualitas dan penambahan guru, perbaikan kurikulum dan hal-hal lainnya. Jika unsur-unsur tersebut sudah disebut ‘layak’ maka silahkan diberlakukan sistem UN.
    ——-++++—–
    semoga dengan bergantinya pemerintahan, ada evaluasi terhadap UN

  34. berontak saja pada keberadaban
    katakan AKU adalah AKU
    πŸ™‚
    —+++—
    kalau hanya bilang aku adalah aku gampang, tapi menolak UN pengadilanpun belum usai

  35. ya itulah….
    3 tahun hanya diselesaikan dalam waktu 3 hari…

    Merci kunjungannya…
    ditunggu kelanjutan kisahku..
    —+++—
    ya, amat terasa repotnya, justru guru yang lebih repot

  36. demi angan yang terpenjarakan 1 kata: LULUS πŸ˜€
    —++–
    itulah kenyataannya

  37. jadi mestinya demi apa?
    Jadi harusnya bagaimana?
    —+++—
    masing-masing punya penafsiran sendiri-sendiri

  38. pak,, bln April hanya sampai 30 hari saja πŸ˜€

    kenapa baca syair ini jadi terasa pusing ya,,, jadi inget masa2 tertekan karena UAN… *zaman qu namanya masih UAN pak*

    hufff… Alhamdulillah,, 2 hari yang mencekam itu tlah lewat…
    —+++—
    maaf, waktu ngetik gak lihat kalender, sehingga kelewat. Tak usah dibuat pusing, ini hanya uneg-uneg guru yang pingin menikmati santai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: