49 Komentar

Bahasa Jawa Riwayatmu Kini

Diakui atau tidak bahasa jawa menyebar sangat luas di nusantara ini melebihi bahasa daerah yang lainnya. Kita pun mengenal bangsa Cina sebagai bangsa pengelana terbesar di seluruh penjuru dunia dan di Singapura mampu hingga masuk ke lingkaran dalam pemerintahan. Begitu pula Inggris yang sukses menanamkan pengaruhnya melalui sejarah panjang kolonisasi dengan meninggalkan jejak-jejak berupa bahasa dengan pengguna terluas di dunia dengan kata lain bahasa Inggris merupakan bahasa utama pergaulan internasional.

Apa hubungannya dengan jawa?

Dalam pengertian yang berbeda, ternyata suku jawa memiliki kelebihan yang tak tertandingi dalam penyebarannya. Suku jawa memiliki persebaran paling luas (bandingkan dengan Cina adalah bangsa bukan suku) dan hampir setiap Negara yang ada orang jawanya bisa ditemukan adanya kampong jawa. Bahkan di Suriname menjadi bahasa nasional mengalahkan leluhurnya yang justru lebih memilih bahasa melayu. Tidak hanya menjadi bahasa nasional bahkan banyak orang-orang jawa yang memiliki kedudukan penting baik dalam bidang pemerintahan maupun ekonomi.

Ada pula keunikan orang jawa adalah ketika bertemu dengan sesama jawa di manapun lebih memilih berkomunikasi dengan menggunakan bahasa jawa. Meskipun hal ini tidak mutlak benar. Ada beberapa pengalaman pribadi, ketika saya main ke rumah teman di Jakarta dimana orang tua teman saya itu dari Banjarnegara, maka sepanjang hari tak pernah meladeni saya berbicara dengan bahasa Indonesia, dan malam harinya pun saya diajak bermain ke tetangga yang agak jauh, ternyata orang jawa lagi dan menunya tidak juga beranjak dikemas dengan bahasa jawa. Bahkan saat itu saya lihat keluarga tersebut sedang menikmati tayangan ketoprak berbahasa jawa. Ini di Jakarta, kalau di Yogya apa Solo yang pantes memang rumahnya.

Ada pula pengalaman lain adalah wali murid yang tidak jarang kadang tidak sengaja ketika sedang ngobrol istilah-istilah yang khas jawa pun muncul padahal kami berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Meskipun wali murid tersebut tinggal di Kalimantan, Jakarta, atau Sumatra. Namun ada pula yang membuat saya tercengang, demi tahu saya orang jawa maka tanpa memperkenalkan dirinya dari mana (yang saya tahu tinggal di Jakarta) tiba-tiba mengajak ngobrol dengan menu jawa kromo alus, keringat dingin tak terhindarkan. Betapa tidak yang sudah lama meninggalkan kampung halaman kromo inggilnya masih bagus, tapi saya yang keseharian meskipun di daerah sunda tapi bahasa jawa masih jadi bahasa pergaulan, nyaris tak mampu melayani bapak yang satu ini.

Kalau menilik kenyataan yang ada bahasa jawa sebagai bahasa pergaulan tidak akan mengalami kepunahan. Di tambah lagi kenyataan banyak orang-orang Eropa terutama Belanda mau mempelajari bahasa jawa. Akan tetapi yang terancam punah adalah penggunaan huruf jawa. Seingat saya pelajaran bahasa jawa hanya diajarkan sampai level SMP, selanjutnya tidak kecuali dengan sengaja kuliah di jurusan sastra jawa yang hanya ada di Jawa Tengah – DIY โ€“ Jawa Timur.

49 comments on “Bahasa Jawa Riwayatmu Kini

  1. sugeng sonten mas.
    nyuwun ngapunten kulo lare asli sumatra (bengkulu) ananging tiang sepah asli jawi, tapi bahasa jawi kulo amburadul alias ting pentalit..wonten “keinginan” maos boso jawi ingkang alus..mbok bilih panjenengan anggadahi teks utawi menopo mawon engkang saged dipun angge sinau kepareng panjenengan ambagi kalian kawulo…hikhikhik(maaf mas bahasa saya amburadul)…pengin belajar bahasa jawa yang halus mas, kalau ada buku elektronik atau apa semacamnya kiranya mas mau berbagi dengan saya…terimakasih sebelumnya..

  2. Salah Pak Sunarno. Orang Cina itu sebenarnya terdiri atas banyak suku, jadi enggak homogen. Suku2 Tionghoa itu banyak, yang paling utama adalah bangsa Han. Orang Han itu masih terbagi2 lagi ke dalam berbagai subsuku, yang bisa ditemukan di Indonesia contohnya Khek/Hakka, Hokkian/Fujian, Teochew, Hainan, dsb.
    ———————==================————-
    mohon maaf untuk tidak salah persepsi, yang saya bahas adalah penyebaran suku bukan bangsa, jadi kalau bangsa memang Cinalah yang paling banyak persebarannya dan ini secara tidak langsung pula menjelaskan betapa sangat heterogennya kesukuan yang ada pada bangsa Cina, terima kasih telah bersedia berbagi

  3. dimana ya ada kursus bahasa jawa di jakarta? pingin belajar bahasa jawa alus nih, yg buat ngobrol sm org2 tua… minta info ya frens
    —-+++—
    kalau di jakarta saya tidak tahu Mas, karena saya tidak tinggal di sana

  4. Saya asli pujakesuma, nahasa Jowo ? Siapa takut…..
    —-++=—
    mantap

  5. saya cuma biasa pake jawa ngoko pak.. mboten saget ingkang alus.. hiks, T.T
    —+++—
    tak mengapa

  6. saya bukan orang jawa.
    tapi saya senang kalau mendengar orang2 dr berbagai pelosok tanah air ini berbicara dgn bahasa daerah mereka.
    ini menandakan berbagai suku dan bahasa dinegeri ini, merupakan warna warni yg indah.
    banggalah kita sebagai bangsa yg beraneka ragam seni dan bahasanya.
    salam.
    —+++–
    sudah selayaknya kita berbangga karena bangsa kita kaya akan keanekaragaman budaya

  7. wah aku mau belajar bahasa jawa ni. Istri orang ponorogo ya dan mertua keduanya ga bs omong bhs Indonesia. Tapi kalo ketemu kami ngobrol ya, mertua pake bhs jawa, aku pake bhs Indonesia. Ga tau pertanyaan sama jawaban nyambung ga ya? Hehehe
    —+++—
    sedikit-sedikit pastilah nyambung, lama-lama nyambungnya banyak

  8. Gerus kemajuan zaman dan globalisasi memang tak dapat dihindari yang membuat atribut-atribut kedaerahan banyak ditinggalkan, padahal bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan melestarikan kebudayaannya, termasuk bahasa.

    Kasus yang menimpa bahasa Jawa pun juga menimpa bahasa-bahasa lainnya di Indonesia. Para orang tua terutama mereka yang tinggal di perkotaan cenderung lebih membiasakan anak-anak mereka dengan bahasa Indonesia.
    —++—
    setidaknya saya masih berusaha mempertahankan bahasa jawa meskipun bukan yang kromo inggil

  9. Susah mas bahasa jawa itu, banyak tingkatannya….
    –++–
    kita ambil mudahnya saja, boleh kok sama saya ngoko

  10. Sekarang ini, saya melihat kecenderungan keluarga Jawa yang hidup di kota (terutama keluarga muda) malah cenderung berkomunikasi dengan bahasa Indonesia kepada anak-anaknya (mungkin merasa lebih ‘keren’ ya). Akhirnya anak-anak sekarang jadi kurang lancar berbahasa Jawa, juga kurang mengenal budaya Jawa.
    –++—
    sebenarnya bukan masalh keren atau tidak Mbak (setidaknya pengalaman saya), karena kebutuhan komunikasi di masyarakat yang menuntut demikian. Toh di rumah saya masih pakai bahasa jawa, bahkan di kantor tak jarng juga pakai bahasa jawa

  11. hi disitu ada gula ya disitu ada semut? salam kenal aja
    –++–
    gulanya manis gak?

  12. saya dibesarkan di Jawa tengah namun basa Jawakupun jadi Jawa Timuran, krama alusku jadi berantakan. Berbanding terbalik dengan suami
    yang berasal dari jawa Timur tapi bahasa jawanya sangat halus. Maklum MC bahasa Jawa.

    Jadi ingat temanku dapat beasiswa di Belanda di sapa pakai krama alus oleh orang Belanda.
    Sempat gobyos, padahal dia orang Solo, tapi basa krama aluse kalah alus karo wong Londo.
    –++–
    itulah uniknya orang Jawa

  13. wajah
    kau tampar peradaban dengan muka burukmu
    kau gali lubang murka diaras Zaman
    kau kuliti tubuh indah cinta kedamaian
    wajah
    kau………………….
    –++—
    hmmmm

  14. qu suka d ngedenger mereka yang berkomunikasi dengan bahasa jawa kromo halus ^^
    (biasanya nenek2)
    ngerti dikit2,, tapi ga bisa njawabnya..
    –++—
    tak masalah

  15. panjenengan mbok nyoba bikin puisi dalam bahasa Jawa pak
    —++–
    pripun nggih, mugi-mugi saget

  16. Sebagai orang Indonesia yang Jawa, aku bingung (dalam konteks Indonesia) apakah harus menjawakan Indonesia atau memelayukannya. Atau bagaimana mestinya mengindonesiakan Indonesia? Pertanyaan ini mungkin perlu diajukan mengingat negeri jiran Malayasia dengan mantap ingin memelayukan dirinya (menjadi pusat Melayu di dunia). Naskah2 Melayu Kuno dari Sumatra pun dengan agresif mereka buru untuk dikoleksi.
    —++—
    Indonesia jauh lebih kaya ragam bahasa bila dibandingkan dengan Melayu, Melayu sendiri hanyalah salah satu bagian kazanah bahasa indonesia, sama juga dengan jawa

  17. ya beberapa kali ke pelosok2 dari duri(riau)lampung wah banyak banget orang jawa keturunan atau istilahnya puja kusuma(putra jawa kelahiran sumatra)di metro sendiri saya kaget mas dari bahasa sampe rumah joglo dan sepeda ontel .persih di jawa.

    aku sempat bicara sama generasi pertama transmigran di lampung th 1939.pengalaman yang luar biasa
    –++—
    sayangnya Pak de ku yang di metro sudah meninggal

  18. bapak dari jawa, ibu dari jawa. kakak bisa ngomong jawa, saya malah ga bisa ngomong jawa malah bisa bahasa sunda(tinggal di bandung sih..)..jadi pake bahasa sunda deh hihihih…
    –++–
    untuk bahasa sunda saya baru bisa jadi pendengar, belum bisa mengucapkan dalam obrolan

  19. Smoga bahas jawa tidak akan punah dalam pergaulan..
    salam dari orang jawa juga..
    –++—
    kalau kita masih memanfaatkan, maka tak akan punah

  20. kalo dirumah saya pake bahasa Aceh mas, gak pake bahasa Jawa ….๐Ÿ™‚
    —++—
    boleh, silahkan Mbak, bisa ajari aku?

  21. Ngaturaken sugeng pitepangan kaliyan kangmas sunarno. Wah blogipun sae sanget. Mangga kula aturi rawuh wonten gubuk kawula ingkang ijo royo royo lan medhar sabda saha paring ular ular tuwin paring wejangan dumateng para rawuh samudayanipun.
    http://ngajitauhid.wordpress.com
    —+++—
    matur nuwun sampun kerso rawuh

  22. jadi malu di omongin *anak jawa
    —++—-
    tak usah malu justru silahkan berbangga

  23. Betulkah Jawa? Bukannya China yang ada dimana-mana?
    —++—
    kalau persebaran bangsa memang Cina, tetapi Cina pun terdiri dari berbagai macam suku, untuk persebaran suku Jawa lah yang terbesar

  24. Salam ….memang mantep wong jowo ora lali karo jawane ….kalau bisa janganlah kita memunahkan suatu Budaya yang seharusnya perlu untuk di lestarikan .
    —++—
    mari kita lestarikan bersama-sama

  25. Kulo Nuwuun……..
    Bade pinarak Coment mas..
    Tiyang jawi pancen teng pundi2 mas, kados kulo niki Tiyang NTB tapi bosone tetep jawi, maleh kulo bahasa asline NTB malah mboten ngertos blas.

    Matur Nuwun..
    —++—
    sami–sami, dipun sumanggakaken

  26. Sudah lupa dengan huruf jawanya, padahal dulu lumayan menguasai hihi…

    Aku sendiri ngajari anakku campur2 kadang basa jawa kadang basa indonesia..
    —++—
    kulo nggih makaten

  27. Sekarang memang jarang sekali orang menggunakan bahasa Jawa, apalagi belajar huruf Jawa.. Satu problematik saat anak kita belajar di sekolah hanya diajarkan bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, bahkan sekarang ada juga bahasa Arab dan Mandarin.. Tapi bahasa Jawa semakin tersingkir..
    —++—
    level terakhir pelajaran bahasa Jawa di SMP

  28. Ketika saya berbicara dengan istri – pakai bahasa Jawa, Jawa Tengah – anak saya yang paling kecil bilang : Ayah dan Ibu Bahasa Daerahnya bagus sekali. Dulu pasti BD (Bahasa Daerahnya) dapat nilai bagus. Saya bangga jadi orang Jawa
    —++—
    saya juga bangga, kalau tidak bangga maka postingan ini pun tidak akan pernah ada

  29. aku dulu suka berlagak jadi orang jawa, tapi tak berhasil karena lidahku terlalu minang, dan pembawaanku yang sangat tidak halus..

    setiap pulau punya ciri khasnya, aku suka itu semua..๐Ÿ˜€
    —-+++
    sesama jawa pun banyak dialegnya, pernah seorang teman di Banyumas kuliah di Solo, logatnya sudah menjadi halus seperti logat Solo, nha ketika ngobrol-ngobrol ada satu huruf yang menjadikan saya tertawa, ketahuan Banyumasannya, dia sendiri bingung, setelah saya jelaskan bahwa orang-orang Banyumas kalau huruf k mati pasti tebal, itu yang saya temukan pada dirinya

  30. Saya 8 tahun tinggal di Semarang tapi kalau ngomong seringnya malah pakai bhs Indonesia kecuali dengan temen yg sudah akrab. Lalu pindah ke Balikpapan Kaltim 5 tahun. Eh, disana malah hampir tiap hari ngobrol pake bhs Jawa, terutama jawa timuran. Jadi meskipun saya orang Jatim tapi saya lancar dialeg jawatimuran malah waktu di Balikpapan, hehe…………
    —++—
    antik juga, itu Mas Nur, kalau saya memang campur aduk antara dialeg solo dengan banyumasan meskipun masih lebih dominan Solo

  31. Emang bahasa daerah di seluruh Indonesia terutama bahasa Jawa, tak akan pernah punah… terutama “medok” jawanya. saya senang kalo’ orang Jawa lagi ngobrol sesama orang Jawa, asyik aja dengernya. Tapi ga senengnya, Q jadi roaming. Hehehe…๐Ÿ˜€
    —++—
    entahlah, diperantauan justru berbahasa jawa serasa di kampung halaman sendiri

  32. panjenengan tiyang pundi kangmas?
    hehehe๐Ÿ˜›
    —++—
    kulo asli tiyang jawi

  33. banyak “orang jawa” yang sudah nggak “njawani”. Termasuk saya juga kali…
    –++–
    pengakuan jujur nih

  34. mas Narno,pripun pawartosipun ? mugi tansah ginanjar kabecikan, kasarasan, ugi tansah pinaring rahayu saking Gusti Ingkang Murbeng Dumadi.
    wah, sekarang giliran saya yang kemringet, mas. hehe…
    –++–
    alhamdulillah sae mas Geon, matur nuwun pandonganipun

  35. Berkunjung, mencari ilmu dan wawasan baru๐Ÿ™‚
    Nice Post..

    btm. artikel nya ga pake redmore nih๐Ÿ™‚
    —++—
    saya memang jarang pakai redmore, dikiranya tadi hanya pendek saja. biasanya saya ngepost puisi

  36. Assalaamu’alaikum…

    Di Sarawak, malah ramai juga orang jawa. Mudah mengenal orang Jawa di Sarawak kerana mereka tinggal di kampung yang dinamakan rata-ratanya Kampung Jawa. Hidup rumpun bergaul bersama dengan pelbagai etnik. Bahkan kebanyakkan asal keturunan datuk nenek sebahagian warga Sarawak yang beragama Islam adalah dari Indonesia termasuk saya sendiri iaitu Sumetara.
    —+++—
    Alhamdulillah, berarti semakin menambah hipotesa saya tentang mengumpulnya orang-orang jawa di perantauan

  37. Salam Kenal Dan Salam Persahabatan dari kami Wordfresh Community
    —++–
    salam

  38. di Suriname konon juga pake bahasa jawa sehari hari ..
    nih klo mau dengerin Radio GARUDA suriname nonstop 24 jam pake bahasa Jawa.

    http://garuda.dahstream.nl/webplayer.html
    –===—
    inggih paklik, tembang campursari sampung kondang teng Suriname nanging dereng dikenal teng Indonesia, ture walangkekek kagungane Waljinah dados best seller

  39. dalem meniko nggih tiyang jawi pak, ananging mboten saget boso kromo alus, suroboyoan mawon.
    *mesam-mesem :-)*.
    –++—
    dialek suroboyoan sepertinya marah ternyata ramah

  40. ya mungkin kita terbiasa tergerak hati jika sesutu itu telah musnah atau diambil orang…

    tapi jika masih da dicuekin alias ga perduli

    mungkin untuk bahasa bisa kita mulai dari kebiasaan sehari hari di rumah
    –++—
    kalau jawa ngoko itu keseharian saya, di kantor pun tak jarang pakai bahasa jawa, ke anak campuran jawa – sunda – Indonesia, ke mertua campuran ngoko dan alus

  41. aku bangga jadi turunan jawa.. walau jawa saya nggak jelas begini..
    maksudnya, ga bs kromo apa lagi bwt mengerti tulisannya, terus blm ngeh logat/bahasa jawa di jawa.. soalnya saya lahir gede di Lampung hehe
    —+++—
    Lampung? Pakde saya ada di Metro, asli kampung jawa. Anak Lampung kalau ketemu sesama Lampung di Jawa saling nanya Jawanya di mana bukan Lampungnya di mana

  42. haha… tenang… budaya boleh punah, tapi blogger jangan punah… *lho piye iki???*

    budaya hidup karna ada yang melestarikannya yaitu kita-kita ini yang masih peduli dengan budaya tersebut… jika kita sudah melupakannya dan lebih senang berhubungan dengan budaya luar ya maka lenyap sudah budaya itu.. kitalah yang seharusnya menjaganya… merawatnya dengan menempelkan budaya di segala aktivitas kita…
    —+++—
    untuk budaya jawa saya yakin masih ada yang bisa tetap ada, meskipun ada sisi-sisi yang memang terancam punah. Huruf-huruf jawa sudah tidak banyak digunakan, kromo inggil banyak yang merasa terlalu repot

  43. sampeyan wong jowo yo mas ?
    sami kaleh kulo.
    tau ndak mas, orang jawa juga banyak yang bikin blog lho๐Ÿ˜€
    —+++—
    setidaknya yang saling berkunjung dengan saya cukup banyak, termasuk sampeyan

  44. salam kenal..
    —+++—
    salam

  45. temen-temenku orang jawa kalo lagi asik ngobrol trus kelly samperin ko suka tiba-tiba switch ke bahasa indonesia lagi yak ?
    —+++—
    itulah uniknya orang Jawa

  46. Saya orang Tegal(Jawa Juga kan?) Tapi bisa bahasa Jawa Lainnya..
    Mudah-mudahan…hehehe
    —+++—
    mantap kalau begitu, saya kenal dialek Tegal, Banyumasan, Solo – Yogya, Suraboyoan, dan Dieng
    Cirebon juga

  47. dan … yang paling khas dari orang (yang pernah tinggal ber-tahun2 dan besar) di Jawa … medHok-nya itu lho.
    Hanacaraka ya Mas?
    Saya (sangat) suka huruf2 tsb.
    Tapi sudah banyak lupa.
    Mungkin kalau cermati sekian ‘jenak’,
    akan teringat lagi dengan mudah.
    Salamku.
    —++—
    ya itulah yang tetap lekat di manapun berada, justru terasa ketika berada diperantauan

  48. hahaha, ga bisa bahasa jawa..
    —+++—
    tak mengapalah

  49. hihihi.. setuju banget pak!! orang jawa ada dimana-mana.. kalo di tempat saya orang jogya dan surabaya yang merajalela.. hihih
    —-+++—
    ditempatku 20% gurunya dari jawanya tapi murid-muridnya paling banyak dari Jakarta dan Bandung, sebagian juga keturunan jawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: