36 Komentar

Kaukah

kaukah itu: wajah yang dulu pernah kukenal
lekat dalam jerat-jerat nadiku
mengalir bersama aliran darah
sepanjang alur sungai kala itu
mendirikan tenda di tengah kebekuan nurani
menyambut angin malam hari

kaukah itu:
wajah yang pernah mengisi ruang batinku
semenjak pesan ayah tinggal bisu
tak lagi kutemui ruang batinku terisi
nyanyian apalagi yang kau berikan
tanpa nada-nada, hanya kebekuan
hanya onggokan ketiadaan
menapaki jejak-jejak nurani

8/99

36 comments on “Kaukah

  1. ya mas aku minat bgt sama kau mau gak
    —++—
    ayo ayo ayo

  2. aji hanya bisa bilang,
    kaukah itu ??
    —+++—
    ya, ini aku

  3. ruang batin yg kosong,
    dapat diisi dgn ASMANYA YG Agung.
    yang memberi ketenangan jiwa.
    banjiri dgn dzikrullah.
    salam.
    —+++—
    terima kasih atas tambahannya semoga menambah manfaat bagi yang membacanya

  4. isi ruang batin yang kosong itu dengan b’tasbih pada sang Rabb,, karena dari-Nyalah lahir kasih sayang seorang ayah,, πŸ™‚
    —++–
    Insya Allah

  5. Hmmm… Curhat apa ni Pak..
    —+++–
    lagi mikir masa depan

  6. sepenggal kata yg bisa mengartikan kehilangan akan selama2nya…
    mas sangat pandai merangkai kata…

    semangat terus mas…
    jadikan semua kenangan sebagai penyemangat hidup mas agar lebih maju n lebih mantap…

    salam kenal mas…..
    –++–
    salam kenal juga

  7. Kaukah itu…
    Mas Narno?
    πŸ˜€
    duduk dekat aku ya mas? biar tak ada lagi ruang kosong..
    —++–
    mari sambil minum teh sambil bercengkerama

  8. Memang Ayah sudah tiada..,selanjutnya kitalah yg menjadi Ayah dari anak2 kita.

  9. nyanyianku tak beku, penuh nada-nada hanya saja rada sumbang
    –++–
    sumbangpun tak mengapa, masih bisa

  10. Assalaamu’alaikum..

    Begitu hebat memori kita sehingga kenangan lalu masih kekal dan sentiasa menjadi ingatan yang berpanjangan. Tentu kesyahduan akan menghuni tika nastolgia itu mengundang kerinduan.
    –++–
    itulah keagungan Tuhan

  11. hehehe.. entahlah dimana kini kau berada.. pokoke sing penting aku mau ucapin Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang.. peaceeeeeeeeee..
    –+=—
    semoga damai di bumi

  12. Kaukah itu?
    Bukan, sumpah, itu bukan saya, massssssss!
    —++—
    tidak apa-apa, kesini ngobrol-ngobrol dulu

  13. Puisi yang sangat bermakna, mungkin hanya penulis yang tahu makna sebenarnya
    —++–
    siapapun boleh menafsirkan, suer

  14. sama ayahku dah ngak ada
    jangan jangan ayah kita kenalan di alam sana?
    –++–
    mungkinkah?

  15. Sebuah pertanyaan kepada alam
    kepada manusia jiak saja ia mau menjawab

    Hei kau yang disana, iya kamu
    jika engkau lah orangnya
    jawablah pertanyaan sang pujangga
    agar tak resah hatinya πŸ™‚
    –==–
    iya, tolong jawablah

  16. Kukah itu..
    Yang menulis puisi sebagus ini….
    salam mampir….
    -++–
    aha, entah siapa itu

  17. gimana sih bikin puisi bagus?
    –++–
    saya juga tidak tahu, seperti air mengalir saja ada dibenak tuliskan selesai

  18. waahh.. puisinya baguusss..
    —++–
    terima kasih

  19. Angin kan tiada mati
    pasti kan menemani dan selalu dinanti
    taukah dunia/ ketika jiwa ini sepi….
    Salam dariku.
    –++–
    terima kasih atas kunjungannya

  20. kita membangkitkan hidupnya dalam tulisan khan mas? πŸ™‚
    –++–
    setidak-tidaknya

  21. Bukan saya Pa’..
    mungkin yang lainnya..
    salam.
    –++–
    sepertinya memang bukan panjenengan, mungkin belum datang

  22. dimanakah dikau saudara sejatiku.. lama ku tiada mendengar jerit suaramu.. apakah salahku sehingga kau terdiam membisu ???
    Salam Sayang
    –++–
    aku ?? ah entahlah

  23. pesan itu tertinggal di memori anda
    –++–
    belum kuaduk kembali

  24. pesan ayah ada di memori anda
    —++—
    sepertinya begitu

  25. semua akan berlalu di kala kita telah tiada …
    pokoknya mantap pak jadi ingat sama si dia nih …
    –++–
    boleh diingat-ingat kok pak

  26. pak gw juga dah yatim…..:-(

  27. kaukah itu :
    yang tak kuhafal lekuk wajahmu
    seperti pesanmu yang tak pernah sampai
    satu hurufpun padaku…
    yang aku tahu, darahmu mengalir di nadiku
    –++–
    minimal ada sebuah pengertian, darah itu

  28. ketika kenangan2 berbicara..maka ia akan meninggalkan jejak yang sangat dalam
    –+–
    teramat sangat dalam

  29. Kepergian bukan berarti ketiadaan….
    –++–
    betul Mas, hanya pindah lokasi saja kok, meskipun beda alam

  30. sangat disesalkan.. sepertinya itu bukan saya πŸ˜‰
    —++–
    sayang sekali

  31. kulo mas, dah lama gak mampir.
    –++–
    mari kita saling berkunjung

  32. Ya, kukan selalu mampir setiap ada kesempatan…
    salam kenal.
    —+++–
    terima kasih

  33. 8/99..
    hmmmm adakah makna dari bait2 di atas pak?
    –++–
    adakah makna? Pasti ada makanya sampai ke angka-angka itu punya makna

  34. aku masih seperti yang dulu πŸ˜€
    –++—
    tapi usia tidak bisa seperti yang dulu

  35. Ya pak, di sini ada aku πŸ™„
    –++–
    Pak Wandi! Monggo

  36. ruang kosong bisu itu sebenarnya masih berisi pesan ayah
    cobalah kau tengok lagi..
    —++—
    ya pesan ayah yang tinggal bisu karena ayah sudah tiada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: