35 Komentar

TAKZIYAH

bukan kematian benar aku takutkan
orang darah berangsur surut
harta mana tak sudi turut
berjajar rapat batu nisan
kerumunan menyemut hanya sekejap
tinggal seorang

sobat
bukan kematian benar kurisau
bekal apa yang kubawa
seberapa banyak adzan
kuderaskan dulu
Boyolali 3/98

Iklan

35 comments on “TAKZIYAH

  1. Semoga masih diberi waktu tuk cari “bekal”. Amin.
    –++–
    Amin

  2. duuu….h puisi yg menggetarkan hati..
    mengingatkan kita.
    bekal apa yg akan dibawa
    utk menghadap Sang Pencipta.
    sudahkah cukup ?
    sudahkah ada ?
    salam.
    —+++—
    rasanya masih saja selalu kurang

  3. Semua orang mau masuk surga
    tapi mereka takut mati
    bagaimana bisa masuk surga
    kalau mati ditakuti
    katanya belum punya bekal untukmati
    tapi hidup disiasiakan
    hanya penuh dengan gelimang dosa
    padahal sebaik-baik bekal adalah taqwa
    —+++—
    itulah manusia. maunya yang menurutnya enak-enak saja

  4. Mari kita merefleksi diri kita masing-masing, apakah hidup kita sudah layak jika menghadap sang khalik? jawabannya ada pada kita masing-masing.
    –++–
    mari kita lakukan segera

  5. Dengan puisi ini, kita jadi bisa selalu bertakziah.
    –++–
    semoga pak

  6. T_T
    salam ukhuwwah…
    —++—
    salam kembali

  7. Nitip Obrolan eNggeh Kang…
    “tanpa bekal kita ternyata kang,,
    hanya percaya diri, untuk bertemu dengan sang pencipta.
    kalau kita dirasa tiada mampu,
    bisa buat apa diri kita…
    semoga ada jalan terbaik untuk menemui-Nya.
    “matursuwon, Kang…
    –++—
    sering-seringlah mampir kemari, ada banyak menu yang bisa kita obrolkan

  8. ketuaan semakin mendekat
    akankah sia-sia perjalanan satu hari kita…?
    –++–
    semoga tak ada sesuatupun yang sia-sia

  9. puisi yang bagus…
    ikut mencerahkan..
    —++—
    terima kasih

  10. bicara Tazkiyah terasa diri tak mampu berkata-kata . ngeri dan takut. moga kita bisa mempersiapkannya dengan baik
    –++–
    Amin

  11. dan yang terpenting, apakah Gusti Allah akan membuka pintu rumah-Nya dan membiarkanku masuk.
    πŸ™‚
    —+++–
    iya lupa Mas, itu kunci utamanya ya

  12. kematian adalah guru terbaik dalam kehidupan. . . . .
    —++—
    ya bagi yang mau memahaminya

  13. seberapa banyak adzan
    kuderaskan dulu

    ah! ini kalimat yg aku suka,mas dalam sangat
    bagaimana khbrnya?
    —+++—
    alhamdulillah, baik

  14. kematian…
    langkah memulai yang baru,, saat pertanggungjawabkan segala hal yang tlah diperbuat,,

    uwhh,, tabungan qu sudah cukup atau belum ya…
    —+++—
    mari menabung sebanyak-banyaknya

  15. Bukan mati yang perlu diingat
    tapi apa yg sudah kita lakukan waktu hidup dan akan melangkah kemana dari sisa hidup.
    —+++-
    betul pak, langkah apa yang perlu kita persiapkan untuk mati itu yang jauh lebih penting

  16. yg aQ takutkan adalah aQ tak membawa apapun untuk hari keadilanNya
    —++–
    semoga kita bisa mempersiapkannya dengan baik

  17. Salam ..puisi yang mantap pokoknya saya salut ama pak guru .
    —++–
    terimakasih Pak Doelsoehono

  18. Apa sih… bingung.. Puisi yach.. maaf..
    —++—
    tak usah dibikin bingung santai sajalah

  19. Puisi dgn kata-kata singkat yang buatku susah utk kupahami…

    Aku mau ucap salam persahabatan saja yaaa….
    —-+++—
    boleh-boleh saja

  20. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    –+++—
    Amin

  21. salam kenal.. πŸ˜€
    well poetry… πŸ˜€
    —+++-
    salam juga

  22. Bener Pak.. Bukan kematian yg kita takutin.. Namun amal ibadah kitalah yg perlu kita tanyakan. Semangat Pak.. πŸ™‚
    —++–
    benar, apakah kita sudah beribadah hari ini?

  23. moga2 kita dapat membekali diri dengan baik.
    eh tapi kebanyakan penyakit jaman sekarang adalah panjang angan2 dan takut mati..
    —+++—
    penyakit yang tak ada habisnya

  24. hehehe.. iya mas ma..*ng*..aaaaap.. begitu tulis… eeee.. kok panjang banget yaaaa..
    Salam Sayang
    –++–
    segitu kok panjang

  25. Indah sekali.

    Apa yg akan kita bawa kembali ke rumahNYA
    yang perlu terus kita pertanyakan πŸ™‚

  26. Telinga kita tidak tuli
    karena masih bisa mendengar azan
    Tapi hati kita yang buta yang gagal melangkahkan kaki memenuhi panggilanNya
    —++–
    atak justru pura-pura tuli? seolah tidak mendengar suara adzan

  27. takziyah
    adalah
    tazkiyah… πŸ™‚
    –==–
    terima kasih

  28. setiap yang bernyawa pasti akan meninggal, tapi kapan kita akan meninggalkan dunia, wallahua’lam…semua gg ada yg tahu kecuali Allah.
    tak ada yg abadi didunia ini, tapi hanya Allah yg Maha Kekal….
    —+++—
    ya waktu kematian bukan urusan kita, kita hanya wajib berusaha menjaga ketika kematian datang telah siap dengan konsekuensinya

  29. Nice post, postingan nya keren dan inspiratif nih…

    Thanks yah.
    —–+++—
    Thanks juga

  30. weh boyolali? kota kelahiran diriku
    hebad diksinya dlam menulis puisi oeeyyyy
    salute
    –++–
    matur nuwun

  31. Adzan itu, masih sering kusembunyikan
    karena kadang kutakut ganggu tidur nyenyak warga kampung

    Adzan indah itu,
    menungguku untuk melantunkan dengan lantang..

    tapi mengapa suaraku lirih?
    –++—
    ah, tak usahlah takut, mereka juga perlu dibangunkan

  32. Hiduuuup
    dimanakaaah sebenarnya Hiduuup
    Hiduuup yang tiada Mati
    Hidup yang Kekal dan Abadi
    yaaaaaa Keabadiaaaaaaan
    sungguh nilai yang mahaaaaal harganya
    tiada dapaaat ditukar oleh sesuatupun di sini
    tiada oleh harta
    tiada oleh tahta
    apalagi oleh wanita
    jangan sia siakan sang waktu
    dia terus mengintip dan menunggu
    sudahkah kau siap..
    sudahkah kau pikir..
    kala dentang lonceng berbunyi
    siap tiada siap kita harus pergi
    menuai hasil pekerjaan di sini
    sesal kemudian tiada guna
    badan hancur kembali pada tanah
    Ruh kekal abadi dalam siksaaaaaaaaaa
    menjerit dan menangis tiada mendengar
    merintih meraung kesakitan tiada perduli
    sudahkah kau siap menjalani
    hidup kekal abadi dalam siksa abadi
    semoga kita mau berfikir dan mengambil putusan
    menyerahkan diri pada Illahi
    menapak jalan kembali kepadaNYA
    meraih ketenangan Jiwa sebagai bekal
    merasakan surga dalam kedamaian di hati
    damai di bumi.. damai di hati..
    Salam Sayang Selalu buat semua saudaraku
    Semoga bersama kita nanti
    dalam pertemuan yang indah dalam pelukan Illahi

    Salam Taklim
    -++–
    terima kasih atas tambahan puisinya yang lebih panjang

  33. Sederas DOA..
    Sederas Airmata…
    Setiap tetesnya..adalah perjalanan
    yg tlah lama berlalu..
    mengalir kembali disungai kenangan..
    sayatan duka dan pilu…
    walau sekejap kadang hrs hadir !
    karena dia pergi yg kau Cintai…
    ………………………………>> 😦 😦
    wallah..wis embuh..!opo kuwi malah melu2.

    Tapi memang kita hrs sering bernostalgia dg perasaan kita yg lama.., sebab dg begitu kita akan ada kekuatan baru yg datang tanpa kita sadari.

    Sukses mas..Puisimu apik2.
    SALAM
    –==—
    matur nuwun paklik

  34. thx mas dah mo ngingetin kita.. πŸ™‚
    salam kenal yaa.. πŸ˜€

    http://id.latuminggi.com/2009/06/omegle-talk-to-strangers.html
    —++–
    sama-sama

  35. Siang Mas …
    numpang baca ya πŸ™‚
    Salamku.
    –++–
    silahkan, pilih saja yang mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: