23 Komentar

Kemarau

KEMARAU

debu berputar menyambar dedaunan
rongsokan berserakan beterbangan
memainkan lagu ombak
harmoni semesta sajak
melodi pertarungan

sejak matahari lagi terbakar
awan tak sanggup mengumpul
mata air pindah ke manusia
tak lagi punya air mata
3/98

Iklan

23 comments on “Kemarau

  1. Ditunggu kembalinya, Mas …
    —++–
    Inggih Mbak, matur nuwun

  2. Kunjungan dari Mr. TKB pak, Tukang Kompor Blog. Hapdet dunk pak… 🙄
    —+++—-
    siap bos

  3. Tepat sekali
    di sini lagi musim kemaro
    batu-batu hitam bermunculan ke permukaan
    kering
    merangas &
    susah air
    C.U
    —+++—
    begitulah kemarau

  4. berkunjung….
    mari saling kunjung-mengunjungi
    0-0-0-0-
    mari-mari

  5. Yakin dan Bersabarlah..
    Kemarau setahun akan terhapus oleh Hujan sehari..
    😉
    —++—
    Amin

  6. Semoga kemarau ini tidak mengalurkan air mata orang2 yg kehausan, berjalan berkilo-kilo hanya untuk seember air
    —+++—
    setidak-tidaknya telah mengalirkan air keringat Mas

  7. 3/98 tu maksudnya apaan sih?

    blogwalking aja dah bang
    —++—
    bulan 3 tahun 98

  8. Menunggu tulisan tentang kemarau hati
    —++–
    maaf belum ada ide

  9. inti puisinya tentang kemarau kan pak? kadang seniman sukar dipahami, hehe.. piiis..
    —+==—
    kemarau yang sesungguhsungguhnya

  10. Hehehe.. Pak Narno gimana khabarnya sehat paaak..
    —==—
    alhamdulillah sehat

  11. puisinya indah mas…. sungguh..
    —-++—
    terima kasih

  12. *tumben g bs koment*
    hehehe…kok aQ skrg lg susah konek yach..maaf..maaf y mas..hehe 😀
    —+++—
    tak mengapalah

  13. Mo tanya pak Su Sah 🙄 ^O^
    Kalo dipostingan kek gini isinya pulisi eh puisi trus jue inyaknya komeng apaan pak?
    Jangan dipaksa jue cuman komeng
    4 x 4 = 16 lho 😀
    —+++—
    kan memang ini didedikasikan untuk berpuisi berkesenian

  14. Tadi pagi aku ke lereng Merapi dan masih hujan…..
    –+++—
    alhamdulillah

  15. indahnya tulisan ini 🙂
    —++—
    terima kasih

  16. panas dan kemarau akan sirna dengan cinta dan kasih sayang pak sunar….insya allah.
    terus tebarkan cinta dan kasih antara sesama umat manusia pak….insya allah tidak ada kemarau dan panas didalam hati kita.
    —+++—
    Amin

  17. debu debu membaur nafas…
    kaos kusam sebagai masker
    namun kumenikmati sekali masa2 ini…

    sebab setetes air begitu berharganya..
    tempayan kecil selalu ada
    di depan gubuk2 kecil
    di setiap rumah2 penduduk desa..

    tidak pula aku hirau..
    rusaknya jalanan..
    diantara Ampel dan Simo..
    buku lusuhku
    tanpa sampul..
    berbasah keringat.

    Itu dolo sebelum Mas Narno ada kaleee…??
    SALAM.
    —++++—
    pekan kemaren saya sempat mampir ke mertua di Mukiran. Alhamdulillah jalan Ampel Simo sebagian besar sudah halus. beberapa ruas sedang pengerjaan denan semen

  18. kemarau makin terasa kalo sekolah. panas panas
    —+++—
    betapa dinginnya ketika malam hari, apalagi bila anginnya kencang bertiup

  19. panas terasa pastinya
    —++—
    kalau ditempatku malam hari sangat dinginnya

  20. SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG
    —++—
    salam

  21. kemarau memang telah menemani kita mas.. membuat segala debu menari diatas udara..
    semoga kemarau kali ini tak panjang ya? kasian para petani..
    —+++—
    ya, saya juga teringat bagaimana ibuku harus menjaga padinya tetap menghasilkan bulir di musim ini

  22. kurasakan perih itu
    saat mata air dan air mata
    kering dihulunya..
    —+++—
    ah, perih itu segeralah diobati

  23. TANGISKU DUKAKU
    23 November 2007

    ..aku mencintaimu ayah..
    ..namun kaki ini sudah tak mampu lagi melangkah..

    Untukmu Ayah Bapa Segala Bangsa
    Bapa Semua Orang Beriman

    Bila tembok Berlin yang memisahkan
    Jerman Barat dan Jerman Timur
    telah dapat diruntuhkan

    Lalu .. bilamanakah
    tembok Jordan
    yang angkuh
    terbuat dari baja kebengisan nafsu manusia
    yang telah memisahkan anak-anak Ibrahim
    dapat diruntuhkan?
    sungguh aku berduka untukmu
    wahai Ayahku
    di hari tuamu
    waktu istirahatmu dalam keabadian
    yang seharusnya terengkuh dalam kedamaian..
    anak-anakmu saling berbunuhan
    seharusnyalah bagi seorang putra
    mempersembahkan doa dan air pelepas dahaga
    bukan mempersembahkan api, darah dan air mata
    di haribaan ayahanda tercinta
    hanya demi pengakuan palsu
    pewaris berkah cinta ayahanda
    sungguh aku berduka untukmu
    wahai Ayahku
    tangis dan airmata
    mengeringkan kedua mata
    rintih kelu menyayat kalbu
    hanya itu..
    aku sudah tak mampu
    hanya itu..
    persembahan tanda cintaku
    maafkan aku Ayah..
    maafkan aku..
    —++—
    terima kasih atas kirimannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: