36 Komentar

Dalam Bisu

memandang kabut membalut cermai
kaku menambah bisu
sepotong angan kembara
meliuk-liuk terseret awan
pengap membekap diri

masih saja sepi itu
membisu
menggumpal
menekan
mendesak
tak bertepi

10:50 Kng, 4/8 2009

Iklan

36 comments on “Dalam Bisu

  1. sepi itu kadang dibutuhkan lho pak apalagi bila banyak maslah karena Nabi kita juga menyepi ke goa hiro karena hiruk pikuk dunia yang semrawut pada saat itu (jaman jahiliyah)
    selamat berdiam diri pak tapi jangan bisukan hatinya ya pak kita masih butuh orang diam tapi pandai dalam pemikiran.
    —++—
    semoga ada manfaatnya

  2. …………………….
    …………………….
    …………………….
    …………………….
    …………………….
    …………………….
    …………………….
    (bisu.mode.com)
    —+++—
    ?????!!!!!

  3. dan aku ingin berbaring di awan….
    —++—
    silahkan, nikmati lembut dan sejuknya

  4. sepi,… sepi,…
    tapi blognya rame komeng 😆
    —+++—
    terima kasih, celoteh-celoteh yang meramaikan

  5. DALAM DOA KECIL KU

    dalam hening paling dalam..
    segumpal kabut lalui.. bahkan berduyung..

    dibelakang Doa pula kadang ia mengikut dlm nafas..

    kadang sekelebat tampak ia menghindar
    ketika cahya NYA mengarah..
    ke dalam Doa kecil ku..
    namun sekali2 ia masih saja muncul..
    ketika Doa kecilku terlupa

    ……………………..
    jangan pernah lupa kiranya kini..
    setiap kedip mata..
    setiap hela nafas yg masih tersisa..

    Doa kecil ku selalu bawa.

    Salam.
    Buat semua Sahabat.
    –++–
    mantep Pak Lik matur nuwun

  6. Duh koq melankolis begini seh?
    —+++—
    o ya????????????

  7. bisu–>sepi–>sunyi–>kosong–>hampa–>tak ada ada

    haruskah menjadi soliter?
    —++—
    lebih baik soliter dari pada menjadi benalu di koloni

  8. singgah ya saya pa .
    boleh nih kalo saya punya tugas [copas dikit] hahahaaa
    —++—
    dipersilahkan,
    tugas apa ya?

  9. Kabut berselimut sepi membara dalam keheningan
    dimana kow saat aku membutuhkanmu??
    —++—-
    saat itu aku sedang jalan-jalan menekuri sepi

  10. datang lagi pak.
    —++—
    silahkan, terbuka buat anda

  11. Bisu dalam sepi. Yang gak jadi “sepi-sial”, tapi “spesial”. Kan meski sepi, angan masih bisa berkembara… semoga menemukan sesuatu yang bermakna.
    —+++—
    setidaknya menemukan kunjungan Pak Bahtiar ke sini

  12. Assalamu’alaikum
    ehmm..ternyata si empunya blog lagi merasakan sepi. semoga kedatanganku bisa sedikit mengikis sepi itu.
    salam persaudaraan.
    —+++—
    salam saudaraku, pinginnya pulang kampung tapi nunggu sebulan lagi

  13. kdg2 aku mencintai sepi 🙂
    –++—
    kadang sepi itu sulit dicari

  14. M lagi menikmati kesendirian… menikmati kebisuan..
    —++—
    kadang justru dirindukan

  15. sesak napas?
    ==
    sesak berdesakan

  16. Assalaamu’alaikum…

    Salam ziarah. maaf lama tidak berkunjung. tidak pernah melupai. Namun saudara Sunarno juga sepi membisu seperti saya. Mohon ziarah sahabatmu ini di malaysia.
    —+++—
    saya mohon maaf juga telah lama tak berkunjung

  17. kesannya kok jadi suram ya pak..
    —++—
    mungkin

  18. dalam bisu pun ternyata usia mu beranjak satu mas..
    berkah Allah SWT selalu disetiap langkahmu, amin

    😀
    —++—
    terima kasih Bundo atas bait-bait doanya

  19. jangan kelamaan ah dalam kebisuan ntar kebiasaan hehehe
    —++++—-
    tak jarang aku menikmati sepi, tak jarang pula aku merasa sepi

  20. sepi itu indah loh mas, tapi kosong…
    —++—
    keindahan dalam sepi?

  21. Kadang sepi itu penting untuk bermuhasabah dan bermunajat kepada Allah Taala. Kita memohon,kita mengadu dan kita memuji-Nya.
    Sebuah wujud penghambaan kita dan pengakuan kita akan keperkasaan dan ke rahman rahim-Nya.
    Salam dari Surabaya.
    —+++—
    betul Pakde terima kasih atas tambahannya

  22. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    —++—
    salam sayang buat KangBoed

  23. Dan…
    Sepi itu adalah darah yang mengalir di nadi ini…
    karena setiap tarikan nafas…
    yang kulihat hanya bayangmu di sana…
    merenda asa…
    –++–
    aha, makin indah saja

  24. perfect silent
    remember every moment magnified
    –++–
    nggih Pak

  25. Memang kalau lagi di gunung atau hutan bagi saya yang paling “ngangeni” justru diam dan sepinya alam Mas.
    Tapi ngomong2 kabut apakah yang membekap diri?
    Semoga cerah kembali.
    —++–
    kabut hati kali ya MasNur

  26. Sepi. Sendiri.
    Takut…

    salam kenal
    —++–
    salam, tak usah takut

  27. bicaralah walau sekata, tak akan merusak sepi. 🙂

    Salam KBM

  28. Bahasanya semua pulisi pak, jadi bingung mo komeng apaan, bagiku pokoke 4×4=16 🙄 😀
    –++–
    Monggo Pak Wandi

  29. Assalamu’alaikum,
    Seorang ahli hikmah berkata, aku tidak pernah menyesali apa yg tidak aku ucapkan, namun aku sering sekali menyesali perkataan yg aku ucapkan.
    (Dewi Yana)
    –++–
    terima kasih telah mengingatkan

  30. Di dalam sepi
    terkadang kita temuka jati diri
    di dalam sepi
    kita bisa dekatkan diri
    kepada Ilahi Rabi
    Sepi tak pernah abadi
    jika hari ini sepi
    esok kan ceria hati
    –++—
    semoga saya menjadi seperti yang Mas maksudkan. Amin

  31. sepertinya kok tersirat tentang mbah surip ya pak?, semoga bahagia dialam sana
    —++—
    ketika posting puisi ini, saya belum dengar kabar tentang Mbah Surip, entahlah kalau menjadi demikian

  32. yang saya gak suka dari semua rasa adalah rasa SEPI … sesak banget dada rasanya ketika meresa tak ada yang lain, tapi mas sepi itu tak abadi, rasa itu akan berubah menjadi bahagia dan begitu seterusnya.
    –++–
    Amin

  33. waaaa..suka puisi juga ya, mas?
    sama dunk..:)
    —++—
    mari kita sama-sama menikmati puisi

  34. masihkan kabut asap yang membalut cermai?
    seperti kabut sepi bisu kaku yang masih balut diri..
    —++—
    kadang sepi itu tiba-tiba menyelusup, tak peduli saat ramai sekalipun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: