54 Komentar

MEMAKNAI ANGAN

tinggal sepotong angan
yang kau sandarkan di hati
tak ada lagi pembicaraan
mengisi bilik-bilik telinga

biar tetap tak berpenghuni
aliran ingatan kan sampai
pada titik kulminasi kehampaan
entah kumaknai apa

kosong disana
bilakah damai menyapa?

Yogyakarta, 2000

Iklan

Comment navigation

Newer Comments →

54 comments on “MEMAKNAI ANGAN

  1. Damai menyapa?
    longok hati, karena dari situ muasalnya 🙂
    Angan akan kedamaian harus diwujudkan ah mas 😉

    salam, EKA
    —++—
    salam kembali untuk Eka

  2. mohon maap lahir batin pakkk

    wah keknya liburnya panjang banget nih,.. 😀

  3. semoga cepat damai menyapa…..

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: