16 Komentar

Maafkan Aku Sobat

Maafkan sobat semua. Bukan karena mudiknya yang kelamaan, tapi karena sinyal smart pinjaman yang saya pakai susah nyambungnya. Hari ini saya pakai fasilitas kantor dan baru nyambung dengan optimal.

Baiklah sedikit saya posting tentang perjalanan mudik saya. Kamis sore pukul 17.00 start dari bawah cermai menuju Jawa Tengah. Mampir di Pekalongan saat adzan maghrib, untuk berbuka dan jamak maghrib dan isya. Perkiraan sampai di Mojosongo tepat saat shalat subuh, kenyataannya alhamdulillah jam 2 sudah nyampai. Beristirahat sejenak hingga pukul 8 pagi perjalanan dilanjutkan ke Banyudono sekaligus mengantarkan ibu mertua ke anak lelakinya. Jam 10 pagi melanjutkan perjalanan ke ortu di Sambi. Sempat menginap 3 malam, satu malam masih merasakan makan sahur, selebihnya sudah idul fitri.

Lebaran hari ke dua melanjutkan perjalanan lagi ke kampungnya Pak Lik Embun menginap dua malam. Sempat pula jalan-jalan ke pemandian Tlatar memuaskan anak berendam meskipun airnya terasa dingin.

Hari Rabu ada acara pertemuan keluarga besar mertua di Salatiga. Kakak ipar yang saya tumpangi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kuningan dari pada balik lagi ke Boyolali. Sampai di Tegal nyaris maghrib, sehingga perjalanan dihentikan lagi untuk menginap di kakak ipar yang lain.

Barulah keesokan harinya lanjutkan perjalanan. Secara umum perjalanan yang saya alami lancer-lancar saja, kemacetan hanya saya dengar dari berita tanpa mengalami sendiri, karena kemacetan diberitakan di jalur pantura sementara saya hari kamis sudah keluar dari jalur pantura melewati jalur tengah. Bersaing dengan para pengendara sepeda motor.

Untuk itu dengan amat sangat terlambat saya mengucapkan taqabalalaahu mina wa minkum mohon maaf atas segala khilaf kata perbuatan yang nyata, yang tersembunyi semoga terampuni oleh yang maha pengampun. Amin

Iklan

16 comments on “Maafkan Aku Sobat

  1. Wah…jadi kangen Salatiga, setelah ada sala3 disebut2 hehehe
    —++—
    ayo, jalan-jalan ke salatiga

  2. Kemarin wkt ke Bp.Mertua mampir kerumah gak Mas ..?
    lebaran saya malah gak libur dpt giliran piket , krn Oktober juga gak jd pulang mungkin sekalian Desember , tutup tahun di kampung..
    kalau ke tlatar sehabis renang makan ikan bakar mas.. enak..
    disana anak2 betah sambil mancing..

    hee..hee.. jd pingin cepet pulang nih…
    kangen kampung.
    —++—
    yang tahu rumah Pak Lik itu kakak ipar, beliaunya lebih banyak di mertuanya di Pager, jadi maaf ya Pak Lik gak mampir

  3. Waah liburan yang menyenangkan.
    Maaf lahir batin yaaaaa..
    —-++—
    sama-sama

  4. Wah mohon maaf lahir dan batin ya.
    lebaran memang penuh dengan perjalanan.
    sempet ke tlatar ya, pasti ramai sekali,
    karena saya juga sempet kesana, hampir susah banget masuknya, saking penuhnya. mau makan aja gak jadi hehe…
    Iklan Baris
    —++—
    sangat ramai, tapi saya hanya sebentar berendam bersama anak

  5. Idem, Mas Narno, nyuwun ngapunten lair batin.

  6. Mohon maaf lahir dan batin juga ya pak 🙂
    ah baru mudik rupanya, pasti batere jiwa kayak direcharge lagi…

    Ditunggu ngeblognya lagi 🙂

    salam, EKA
    —++—
    siap untuk ngeblog kembali

  7. Tak kirain kemana Mas…..tapi cerita petualangan mudik yang seru tuh. Aku yang mudik biasa aja dan nggak pergi jauh2 capeknya bukan main. Btw. mohon maaf lahir dan batin juga Mas.
    —++–
    Nggih Mas Nur

  8. Salam

    mugi – mugi pak Narno ngapunten sedoyo kalepatan kula ….salam saking Boyolali jl: merapi
    —++—
    sami-sami Pak

  9. sami-sami Pak Narno
    niki kula kintun geguritan
    kagem Bapak saha Ibu

    Dalu cumondhok ing galih,
    Geter kalbu kagubel raos sih,
    Yagene meksa gemang nlesih,
    Saikine poyang-paying kabuncang perih.

    Nadyan kuwasa ngripta wileding ukara,
    Tangeh bisa selak ing rasa,
    Lamun arsa kagawa ngulandara,
    Mendah nora kondur cinancang ndriya.

    Wus manuta rinengkuh asmara,
    Sesandhingan tumuli wredha,
    Kawuningana sajroning tresna,
    Jatining warnamu kang tuhu mulya.

  10. ya saya maafkan sobat. salam kenal sahabat
    —++—
    salam

  11. hello…………
    –++–
    halo

  12. wah maaf-maaf ya..
    gara-gara signal ya..
    tenang aja pak dimaafin kok heeehee
    —++—
    terima kasih

  13. maafkan aku lahir dan bathin,sobat
    dan salam sejahtera utk keluarga di sana ya,mas.

    salamku,
    langitjiwa
    —-++–
    sama-sama

  14. Minal Aidin wal faidzin pak narno,, mohon maaf lahir bathin…

    senangnya yang baru kembali dari mudik.. ^^
    —++—
    Amin. Ya, harus senang, masuk kembali ke rutinitas di kelas, di depan komputer

  15. selamat datang kembali mas narno.. 🙂
    —++–
    selamat bertemu kembali Bundo!

  16. Assalaamau’alaikum..

    Alhamdulillah, hemmm…. yang pertamaaaaz ke ni… jarang sekali berlaku .. he..he..

    Mudik yang bermanfaat. Menyatukan hati antara keluarga yang jauh dan didekatkan untuk menambah keakraban. Lama juga tidak mendengar khabar saudara Sunarno. Mudahan sentiasa dilimpahi kebaikan dan keceriaan buat semua ahli keluarga. Mudahan aidil fitri yang mulia ini menambah seri kehidupan bersama keluarga. Salam mesra dari Bangi, Selangor.
    —++—
    Alhamdulillah.
    kalau bukan dalam rangka silaturahim rasanya malas untuk mudik, karena jalur pantura yang saya kenal adalah terpadat sedunia saat menjelang idul fitri, perjalanan bisa menjadi dua kali atu lebih lebih lama dari seharusnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: