31 Komentar

LIARNYA ANGAN

ingatan-ingatan selalu saja berloncatan
melebihi gelombang meraup karang
mengatasi gedung-gedung menjulang
kangkangi mata elang menyisir mangsa
tak peduli tik tak jarum waktu berlarian
padu harmoni alam

menjaring rembulan dibalik cemara
lampu-lampu jalanan berkedipan
mengejar kunang-kunang di musim
kehujanan atau bongkahan tanah
bertelau saat kemarau
purnama membawa keriangan sepermainan
berkejaran, dolanan jamuran
ayo, jamur opo, jamur opo saiki
jamur kethek menek, jamur kayu

jarum-jarum waktu
berkelojotan, berlarian
sekelebat meyambar puing-puing
pasar kecamatan yang hangus terbakar
dendam anak bajang luluhlantakkan kampung
hinggap di kemacetan lalu lintas ibukota
penuh serapah

sekali terdiam
tepekur ternyata mendengkur

Pwt, 2000

Iklan

31 comments on “LIARNYA ANGAN

  1. angan liar
    susah dikendalikan
    —+++—
    sangat-sangat susah

  2. Angannya dlm mimpi tho mas?
    —+++—
    baik dalam mimpi maupun terjaga

  3. Ih kok ujungnya jadi mendengkur? Haha.
    Bagus. Saya selalu ingin membuat puisi sebagus itu πŸ˜€
    —++++—–
    tidurnya nyenyak sekali

  4. Ikut menyimak, siapa tahu angan bisa bertemu.
    —+++—
    monggo pak

  5. salam

    waduh pak narno puitis sekali pokoknya semakin mantap dan saya ingin selalu berguru-dan berguu untuk mendapatkannya .
    salam damae sselalu .
    pokoknya top markotop saestu .
    —+++—
    wah pak doelsoehono melbih-lebihkan, saya jadi malu

  6. Salam Takzim
    Wah pas banget dengan kehidupan kupu kehidupan kumbang melanglang tanpa lelah agar bisa bertahan hidup. Angan bergerak tanpa melihat batas ruang, angan berlari mengejar cepatnya waktu bergeser, semakin angan berliar semakin banyak yang kau tau, sukses ya sahabat, mutiara muncul lewat kata-kata membangunkan tidur kerang diluarnya.
    Salam Takzim Batavusqu
    —-+++—
    ya begitulah mas, angan-angan melebihi kecepatan angin mengangkasa ke mana-mana

  7. Wahai angin pengembara, wahai angan buta suara … sampaikan rindu saya untuknya, disana, dibumi tempatnya berpijak πŸ™‚
    —-++++—-
    semoga tersampaikan mbak

  8. kok masih berangan-angan c mas…….. g ad yg baru nih

    hmmm mbah juga punya angan-angan berduaan am takako kitahara ato sora aoi wkkkkwkkkkwkkkkkkk
    —-+++—-
    memang saya tak bisa ngebut-ngebut Mbah, sayang kalau cepat berlalu

  9. wah tentan masa lalu hampir sama dengan postingan aku pak,

    puisi yang bagus , dan selalu inspiratif
    -[—–____-
    sebagian besar puisiku adalah masa lalu, maksudnya sudah ditulis lama baru di posting sekarang

  10. puisi yg dahsyat sobat
    —-+++—
    terima kasih sobat

  11. jamuran meski diambang punah, namun nuansa kedamaian, kebersamaan dibawah cahaya bulan, tak pernah lekang dalam ingatan.

  12. bagai bangun dari mimpi …
    —-+++—
    masih tidur kok, mimpi sayang kalau terputus

  13. insfirasi yang tak pernah berhenti
    bait-bait indah dalam puisi
    menyejukan hati
    dan pembacapun memuji
    —-+++—
    terima kasih

  14. Jalan-jalan cari inspirasi, mbaca tulisan indah.
    —-+++—-
    terima kasih

  15. datang lagi nih……………………
    —-+++—
    matur nuwun mbah

  16. Kok pusiang mahaminya ya, nggak terbiasa kali,
    salam saja deeh. πŸ˜†
    —++=—-
    tak usah dibuat pusing, salam kembali

  17. angan-2 sama banget dengan ide, keduanya gg dibatasi oleh ruang dan waktu…
    asyik banget pak sunar and so pasti juga dalam banget tuh maknanya πŸ™‚
    —-+++—
    kata Ebiet apa bedanya duduk merenung dengan melamun sama-sama diam membisu

  18. kulihat jendela kamarku
    terlintas bayang masa kecilku…
    heheee…
    tapi nggak ada kenangan tentang kebakaran pak
    yang ada kenangan tentang kompor njeblug, nyaris terbakar dapur saya πŸ™‚
    salam, puisinya bagus
    —–+++_—–
    kalau masa kecilkku tidaqk kenal kompor njeblug karena masak nasinya pakai tungku kayu bakar

  19. Selamat, anda termasuk blogger yang menerima tali asih dari saya.
    Silahkan di cek di http://abdulcholik.com/penghargaan/peraih-tali-asih-para-penebar-pesona.
    Silahkan mengirimkan nama dan alamat melalui email decholik@gmail.com untuk keperluan pengiriman tali asih.
    Terima kasih atas peran sertanya dalam program-program unggulan di blog saya.
    Salam hangat dari Jombang.

    ——–
    Puisi nan apik dan harus dibaca dengan hati dan rasa.
    Kalau saya hanya bisa membuat puisi mbelink atau puisi ngethril.
    Salam
    —+++—
    terima kasih atas kepercayaan yang telah pak de berikan.
    puisi mbeling juga asik lho

  20. anginnya kenceng ya,,,

    hehehehe
    —-+++—-
    sangat

  21. jadi pengen tulis puisi nech,,,,,,,,,
    —-+++—-
    ayo jangan ditunda-tunda, nanti malah tak jadi

  22. setiap baca puisi yang beginian saya perlu membacanya hingga dua, tiga kali.
    —-+++_——
    ayo tambah lagi, biar jadi empat, lima, atau enam kali

  23. Blogwalking….lam kenal ea kang πŸ™‚

    salam sayank
    —-+++—-
    sama-sama

  24. simak dulu …. di renungkan dan di …. wah …. begitulah puisi ….
    \—–+++_—-
    ya begitulah adanya puisi

  25. wah mantep abis sang pujangga nih
    —-++++——
    mbah, jadi tersipu-sipu nih

  26. PUISINYA DALEM..

    mantab!!!
    —-+++—
    terima kasih

  27. salam super,,,
    mantap… saya terhayut,,, padahal lagi di kantor neeh !!!
    —–+++—-
    terima kasih Mas

  28. good day …
    visit now expect a lot for commenting on our blogs, ask to exchange links because I am interested in some of the blog’s content is here, for your attention Thank you
    —+++—
    thanks

  29. sewaktu kecil aku tak pernah mengambil jamur, tak ada jamur di ladang kami..
    mengambil pakis dan rebung [bambu muda] itulah yang sering kami lakukan

    waktupun berlalu, walau aku sekarang masih berdiri di tanah yang sama
    semuanya berbeda..
    —-+++—-
    kalau ditempatku pakis tak dimanfaatkan, kalau rebung ya tak jauh bedalah, mungkin bedanya saya sangat jarang mengambil rebung.

  30. aduh…puisi ini menganyutkan lamunanQ ketika aQ sedang sendirian di suatu malam…rasanya sepi tapi seperti hendak membaca malam…
    —-+++—
    judulnya saja liarnya angan, jadi biarlah angan itu kemana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: