32 Komentar

LIARNYA ANGAN

ingatan-ingatan selalu saja berloncatan
melebihi gelombang meraup karang
mengatasi gedung-gedung menjulang
kangkangi mata elang menyisir mangsa
tak peduli tik tak jarum waktu berlarian
padu harmoni alam

menjaring rembulan dibalik cemara
lampu-lampu jalanan berkedipan
mengejar kunang-kunang di musim
kehujanan atau bongkahan tanah
bertelau saat kemarau
purnama membawa keriangan sepermainan
berkejaran, dolanan jamuran
ayo, jamur opo, jamur opo saiki
jamur kethek menek, jamur kayu

jarum-jarum waktu
berkelojotan, berlarian
sekelebat meyambar puing-puing
pasar kecamatan yang hangus terbakar
dendam anak bajang luluhlantakkan kampung
hinggap di kemacetan lalu lintas ibukota
penuh serapah

sekali terdiam
tepekur ternyata mendengkur

Pwt, 2000

32 comments on “LIARNYA ANGAN

  1. Reblogged this on kampungmanisku and commented:

    sekedar mengenang kembali

  2. angan liar
    susah dikendalikan
    —+++—
    sangat-sangat susah

  3. Angannya dlm mimpi tho mas?
    —+++—
    baik dalam mimpi maupun terjaga

  4. Ih kok ujungnya jadi mendengkur? Haha.
    Bagus. Saya selalu ingin membuat puisi sebagus itu 😀
    —++++—–
    tidurnya nyenyak sekali

  5. Ikut menyimak, siapa tahu angan bisa bertemu.
    —+++—
    monggo pak

  6. salam

    waduh pak narno puitis sekali pokoknya semakin mantap dan saya ingin selalu berguru-dan berguu untuk mendapatkannya .
    salam damae sselalu .
    pokoknya top markotop saestu .
    —+++—
    wah pak doelsoehono melbih-lebihkan, saya jadi malu

  7. Salam Takzim
    Wah pas banget dengan kehidupan kupu kehidupan kumbang melanglang tanpa lelah agar bisa bertahan hidup. Angan bergerak tanpa melihat batas ruang, angan berlari mengejar cepatnya waktu bergeser, semakin angan berliar semakin banyak yang kau tau, sukses ya sahabat, mutiara muncul lewat kata-kata membangunkan tidur kerang diluarnya.
    Salam Takzim Batavusqu
    —-+++—
    ya begitulah mas, angan-angan melebihi kecepatan angin mengangkasa ke mana-mana

  8. Wahai angin pengembara, wahai angan buta suara … sampaikan rindu saya untuknya, disana, dibumi tempatnya berpijak 🙂
    —-++++—-
    semoga tersampaikan mbak

  9. kok masih berangan-angan c mas…….. g ad yg baru nih

    hmmm mbah juga punya angan-angan berduaan am takako kitahara ato sora aoi wkkkkwkkkkwkkkkkkk
    —-+++—-
    memang saya tak bisa ngebut-ngebut Mbah, sayang kalau cepat berlalu

  10. wah tentan masa lalu hampir sama dengan postingan aku pak,

    puisi yang bagus , dan selalu inspiratif
    -[—–____-
    sebagian besar puisiku adalah masa lalu, maksudnya sudah ditulis lama baru di posting sekarang

  11. puisi yg dahsyat sobat
    —-+++—
    terima kasih sobat

  12. jamuran meski diambang punah, namun nuansa kedamaian, kebersamaan dibawah cahaya bulan, tak pernah lekang dalam ingatan.

  13. bagai bangun dari mimpi …
    —-+++—
    masih tidur kok, mimpi sayang kalau terputus

  14. insfirasi yang tak pernah berhenti
    bait-bait indah dalam puisi
    menyejukan hati
    dan pembacapun memuji
    —-+++—
    terima kasih

  15. Jalan-jalan cari inspirasi, mbaca tulisan indah.
    —-+++—-
    terima kasih

  16. datang lagi nih……………………
    —-+++—
    matur nuwun mbah

  17. Kok pusiang mahaminya ya, nggak terbiasa kali,
    salam saja deeh. 😆
    —++=—-
    tak usah dibuat pusing, salam kembali

  18. angan-2 sama banget dengan ide, keduanya gg dibatasi oleh ruang dan waktu…
    asyik banget pak sunar and so pasti juga dalam banget tuh maknanya 🙂
    —-+++—
    kata Ebiet apa bedanya duduk merenung dengan melamun sama-sama diam membisu

  19. kulihat jendela kamarku
    terlintas bayang masa kecilku…
    heheee…
    tapi nggak ada kenangan tentang kebakaran pak
    yang ada kenangan tentang kompor njeblug, nyaris terbakar dapur saya 🙂
    salam, puisinya bagus
    —–+++_—–
    kalau masa kecilkku tidaqk kenal kompor njeblug karena masak nasinya pakai tungku kayu bakar

  20. Selamat, anda termasuk blogger yang menerima tali asih dari saya.
    Silahkan di cek di http://abdulcholik.com/penghargaan/peraih-tali-asih-para-penebar-pesona.
    Silahkan mengirimkan nama dan alamat melalui email decholik@gmail.com untuk keperluan pengiriman tali asih.
    Terima kasih atas peran sertanya dalam program-program unggulan di blog saya.
    Salam hangat dari Jombang.

    ——–
    Puisi nan apik dan harus dibaca dengan hati dan rasa.
    Kalau saya hanya bisa membuat puisi mbelink atau puisi ngethril.
    Salam
    —+++—
    terima kasih atas kepercayaan yang telah pak de berikan.
    puisi mbeling juga asik lho

  21. anginnya kenceng ya,,,

    hehehehe
    —-+++—-
    sangat

  22. jadi pengen tulis puisi nech,,,,,,,,,
    —-+++—-
    ayo jangan ditunda-tunda, nanti malah tak jadi

  23. setiap baca puisi yang beginian saya perlu membacanya hingga dua, tiga kali.
    —-+++_——
    ayo tambah lagi, biar jadi empat, lima, atau enam kali

  24. Blogwalking….lam kenal ea kang 🙂

    salam sayank
    —-+++—-
    sama-sama

  25. simak dulu …. di renungkan dan di …. wah …. begitulah puisi ….
    \—–+++_—-
    ya begitulah adanya puisi

  26. wah mantep abis sang pujangga nih
    —-++++——
    mbah, jadi tersipu-sipu nih

  27. PUISINYA DALEM..

    mantab!!!
    —-+++—
    terima kasih

  28. salam super,,,
    mantap… saya terhayut,,, padahal lagi di kantor neeh !!!
    —–+++—-
    terima kasih Mas

  29. good day …
    visit now expect a lot for commenting on our blogs, ask to exchange links because I am interested in some of the blog’s content is here, for your attention Thank you
    —+++—
    thanks

  30. sewaktu kecil aku tak pernah mengambil jamur, tak ada jamur di ladang kami..
    mengambil pakis dan rebung [bambu muda] itulah yang sering kami lakukan

    waktupun berlalu, walau aku sekarang masih berdiri di tanah yang sama
    semuanya berbeda..
    —-+++—-
    kalau ditempatku pakis tak dimanfaatkan, kalau rebung ya tak jauh bedalah, mungkin bedanya saya sangat jarang mengambil rebung.

  31. aduh…puisi ini menganyutkan lamunanQ ketika aQ sedang sendirian di suatu malam…rasanya sepi tapi seperti hendak membaca malam…
    —-+++—
    judulnya saja liarnya angan, jadi biarlah angan itu kemana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating

Integrating Spirit and Soul with Mind-Body

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Creative Writing and Poetry as a pathway for unspeakable feelings and emotions.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: