24 Komentar

Ke sana kemari

Jika dirunut apa yang telah aku lakukan, maka banyak hal yang bisa dibilang sebenarnya tidak linear. Segala sesuatunya bukanlah atas rancangan yang matang, bukan berangkat dari pijakan-pijakan yang tertata rapi.

Bicara soal cita-cita, pernah saya posting disini saya tak pernah berkeinginan untuk menjadi seorang guru. Betapa tidak, jalur pendidikan yang saya tempuh adalah ilmu murni, fakultas Biologi jauh sekali dengan dunia pendidikan. Semasa kuliah saya enjoy dengan mata kuliah-mata kuliah yang tak banyak memerlukan hafalan, apalagi kalau materinya langsung nyambung ke dunia pertanian, sangat oke. Sedangkan ilmu-ilmu dasar yang banyak menggunakan bahasa latin, susahnya luar biasa, sehingga tak jarang cukup puas tak harus mengulang mata kuliah yang sama.

Untuk menopang biaya kuliah saya jadi tukang jaga rental, karena tak mau terlalu membebani orang tua. Sangat terbantu memang, setidaknya untuk biaya penelitian hingga wisuda saya tidak pernah meminta tambahan apapun kepada orang tua selain apa yang diberikan. Efek krisis moneter (1997) yang menyebabkan kebutuhan pokok melonjak drastis pun tak membuat saya ingin meminta tambahan. Biarlah saya berusaha sendiri.

Menjelang wisuda iseng-iseng menulis cerpen dan saya kirim ke Radar Banyumas, alhamdulillah hanya selang beberapa hari sudah nongol di Hari Minggu. Sebuah tulisan yang bagi teman-teman waktu itu adalah sebuah kejutan luar biasa.

Seperti air mengalir tahun 2001 tanpa ada rencana yang matang masuk ke dunia pendidikan. Kembali berkutat dengan ilmu-ilmu pasti. Memang saya lulusan Biologi tapi amanah yang harus saya lakukan bukan menjadi pengajar biologi. Saya harus belajar kembali pelajaran matematika dan kimia. Amanah ini berakhir Desember 2004.

Air itu terus saja mengalir. Pindah dari satu tempat ke tempat lain masih juga dalam bingkai dunia pendidikan. Dari satu pesantren yang hanya mengurusi sekolah menjadi semakin jauh masuk. Terlibat pula dalam pembinaan santri.

Kesukaanku menulis semakin mendapat tempat. Dua tahun yang lalu secara resmi Husnul Khotimah menerbitkan majalah internal. Muncul tambahan kewajiban setiap bulannya. Mulailah aktifitas baruku menjadi tukang obrak-abrik huruf dan sampai saat ini baru satu teman blog yang pernah saya mintai bantuan untuk melengkapi tugas-tugasku yaitu Bundo kita sang pemilik ladang ilalang.

Pernah pula saya sampaikan kepada Pak Wandi yang sebenarnya adalah tetangga kabupaten bagi saya, namun belum pernah kopdar juga, bahwa saya telah minta pensiun dari  ngajar matematika, bukan karena tak suka, akan tetapi khawatir terlalu banyak kewajiban yang harus saya lakukan nanti imbasnya teman-teman bloger tak lagi mengunjungiku. Karena saya tak sempat posting lagi.

Mengenai puisi-puisi yang mendominasi blog saya ini sebagian besar adalah puisi-puisi lama, saya tuliskan disela-sela pekerjaan saya sebagai tukang ketik. Banyak yang kalau saya membacanya mengingatkan kembali rentetan peristiwa yang telah saya lalui di Purwokerto dan sekitarnya. Ya, lebih dari sepuluh tahun perjalanan hidupku ada di sana.

24 comments on “Ke sana kemari

  1. kita tak pernah tahu,kemana kehidupan akan membawa kita, walaupun sudah mempersiapkan sesuatu yg kita anggap akan menjadi jalan hidup.
    saya selalu mengagumi orang2 yg pintar menulis puisi,seperti Mas Narno,
    karena mampu menumpahkan kata2 menjadi begitu indah dan bermakna dalam.
    tidak semua orang punya kepekaan seperti ini.
    salam.
    —-+++—
    terima kasih Bunda, saya hanya menuruti kata hati untuk mengalirkan kata-kata, sedangkan makna dan estetikanya sepenuhnya saya serahkan pada yang membacanya

  2. menulis itu obat hati
    maka wajar jika dalam kesibukan pun kau menyempatkannya

    ah aku semakin bangga
    sahabat 🙂
    —-+++—-
    aku juga bangga padamu yang senantiasa melanglang dalam dunia kata

  3. heheheheh saya justru sekarang karena ide yang muncul bentuk puisi ya udah yang ta keluarain puisi terus…

    semangat terus pak
    —-+++—
    sesekali puisi oke juga Om

  4. jadi ingat postingan pak Sahlan tempo dulu. klo gak salah itu kali pertama ahsin berkenalan dengan si empunya blog. seorang guru yang awalnya tidak pernah ingin menjadi guru. sama seperti Ahsin. he..he..
    —+++—-
    sekarang Ahsin jadi guru? Dimana?

  5. Ayo dihapdet meneh pak blogke. 😆

  6. Ayo dong blogke dihapdet meneh pak 😆
    —+++—
    mengko disik

  7. Hidup itu menjalani takdir, kita hanya tahu takdir ketika itu sudah terjadi,

    Ketika belum terjadi yang kita perlukan adalah usaha, doa, dan tawakkal…
    —+++–
    yayayyaa

  8. ke sana ke mari ndak apa-apa, pak, hehe …. yang penting komitmen untuk menjadi guru kini sudah mulai top-markotop. mantab.
    —++—
    betul pak sawali, tetap istiqomah

  9. Perjalanan yang didikte oleh peta membawa kekerasan pada ruang, begitu kata-kata bijak Gunawan Muhammad, akan ada sekat & batasan
    Ternyata hidup penuh liku dan kejutan, dan itu membuat hidup lebih hidup, begitu kata-kata rokok mild
    Terus melangkah dan menemukan kejutan hidup

    …maksudnya nyambung nggak ya Pak…
    Yang penting ada kawan untuk berbagi
    —+++_—–
    bagi saya biarlah sebagaimana air mengalir selama tak ada masalah jalani saja

  10. wew… pak guru,,,, jgn gitu dunk, lanjutkan MENDIDIK yaaa. 😀
    —-+++—-
    semuanya itu masih, kalau pensiun dari matematika karena ingin fokus di Biologi dan media

  11. Komengku sing ndotcom ngilang menehik, salut buat pak Su Sah 😆
    —+++—
    wah saya juga kesulitan untuk masuk ke pak wandi tuh

  12. Salut buat pak Narno atas semangatnya untuk menopang idup.
    —-+++—
    terima kasih Pak Wandi

  13. Assalaamu’alaikum

    Apa khabar saudara Sunarnosahlan… dulu begitu payah menyebut nama ini, setelah semakin mesra persaudaraannya dan sering bertandang ke mari.. alhamdulillah semakin mudah dan indah menyapa nama hebat itu. Mudahan kehidupan baru dalam dunia persuratan akan lebih menyerlahkan kehidupan di samping menghidupkan puisi-puisi yang sering mendapat tempat di hati untuk di baca walau ada ketikanya saya perlu memahami maknanya.. Teruskan usaha dan sudah tentu sastra dan sains dunia jelajahmu tak akan mengharuskan engkau untuk meninggalkan dunia seni ini. Salam mesra selalu dari Malaysia.
    —-+++—
    terima kasih Ummi, saya senantiasa belajar bagaimana agar bisa senantiasa menulis, entah itu puisi, cerpen, artikel lepas, ataupun yang ilmiah, tak hirau entah mau dikemanakan nantinya

  14. Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Dapat Menghargai Jasa Para Pahlawannya (Bung Karno) Selamat Hari Pahlawan | Foto-Foto Pertempuran 10 November Soerabadja
    —-+++—-
    betul mbak

  15. yaa … hidup ini banyak kejutannya
    siap atau tak siap, suka atau tak suka dst.nya
    yang tertunda pun tetap akan terjalani
    yg tertata rapi, terpupuk, terencana;
    tak jarang terdahului oleh yg tak tertata.
    wah ga’ nyambung ya? yoh ben 🙂
    Makasih mas ‘support’nya. Salam.
    —+++—
    terima kasih atas tambahannya

  16. ah, jadi ikutan semangat… terimakasih telah memberi inspirasi
    —+++—
    sama-sama

  17. menulis sungguh menyenangkan, membawa imajinasi kita memahami perilaku si tokoh dalam tulisan, keep posting, happy blogging, salam mesra selalu
    —+++—
    amat sangat menyenangkan mbak, maka saya masih tetap menulis

  18. wah asli puerto rico yah….eh purwokerto…..sekali2 posting pake bahasa ngapak dong mas….. 🙂
    —-++—
    hanya numpang sekitar seupuluh saja kok, kalau mau yang ngapak ada beberapa blog yang saya kenal

  19. hidup ini misterius
    tetap semangat dan bersikap optimis mas
    —++—-
    misteri yang sebagiannya kita singkap, sebagiannya lagi biarlah tetap misteri

  20. Perjalanan hidup yang cukup menarik. Semoga tetap semangat dan BLOGGING MUST GO ON.
    —+++—
    alhamdulillah, semangat itu masih ada

  21. (maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
    Hidup mengalir laksana sungai. Jika dinimati kayak gini pasti terasa nikmat, ya, Pak?
    —+++—
    alhamdulillah

  22. Terkadang kehidupan membawa kita tanpa sengaja….menarik membaca kisah bapak.
    semoga semakin sering menulis…..
    —+++—
    terima kasih Bu atas doanya

  23. Assalamu’alaikum,
    Alhamdulillah, saya turut senang mendengarnya, semoga cerpen-cerpen Mas Sunarno, semakin banyak diterbitkan. Dan selamat juga untuk majalah internal yang sudah di launching, semoga sukses selalu. (Dewi Yana). ohya, bila berkenan, tolong kunjungi juga blog baru saya (blog hadiah) http://dakwahdewi.herfia.com
    —-+++—-
    terima kasih

  24. cieee uhuy ada bundo.. bantu apaan siyh mas? hehhe jadi malu 😳

    senang sekali bila mendapatkan tugas di bidang yang memang merupakan kegemaran kita **berarti aku yang salah jurusan ya mas 😀

    sukses terus untuk mas narno..
    —-++—-
    sepertinya tak ada istilah salah jurusan, mungkin belum sam;pai tujuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: