39 Komentar

Angin beku

meninggalkan senja di beranda
tanpa sepotong bintang
juga bulan

pepohonan kaku bisu
tanpa percakapan malam
kolam tak kalah bisu

peluh tiada henti
menganak sungai

Kng, 12 Nop 09

39 comments on “Angin beku

  1. Reblogged this on kampungmanisku and commented:

    sekedar menelisik kembali yang pernah singgah

  2. menen99elamkan diriku kedasarnya…..
    –===—
    jangan Wiend, nanti siapa yang nolong!

  3. …belum kutinggalkan senjaku…
    —===—-
    jangan lama-lama, karena senja segera beranjak menuju malam

  4. komeng saya hilang lagi 😦
    —+++—
    sungguh tidak kena semprit spam, langsung masuk kokk

  5. komeng saya hilang 😦
    —+++—-
    tidak kok, itu lagi tersenyum

  6. ini salah satu puisi yang susah saya memahaminya Pak 😦
    seperti sajak Aku. Saya hafat tapi gak tahu maksudnya 😦
    ===
    puisi-puisiku tak perlu dihafalkan, sungguh

  7. .. dan saatnya saya membuang penat2 yang ada dengan mengambil wudhu lalu mengerjakan sholat sunat .. sehabis itu membaca Al-Qur’an … 😉

    Keep Istiqomah ya Mas 😉
    —+++—-
    terima kasih

  8. Kursi-kursi sepi menanti pagi
    malam tak kunjung berganti.
    Sunyi selimuti diri,lelah kalah oleh jumplah gundah.

    Meski ndak nyambung..,tp mungkin lebih enak andai di temani secangkir kopi Pak..,hehe..hehehe.. 🙂
    —+++—
    kalau kali ini saya hanya lesehan saja Mas, tak pakai kursi berderet-deret, wong duduknya juga hanya sendirian

  9. Pak Su Sah kan guru Bilologi to, kok senengane gawe pulisi to pak? Aku dadi bingung je nek meh komeng. Paling yo mung 4×4=16 karo 7×7=49 😆
    —+++—-
    tak masalah Pak Wandi, Bundo Nakja dokter gigi bisa bikin puisi, Pak Taufiq Ismail dokter hewan ahli puisi, Pak Widan Yatim ahli genetika jagoan nulis novel, jadi tak ada salahnya guru biologi kadang ngajar matematika sesekali menulis puisi atau pula cerpen

  10. Biasanya setelah sunyi mencekam
    badai datang
    semua berlalu dan kembali terang
    –+++—
    semoga tak harus adanya badai Mas, langsung kembali terang saja lebih enak

  11. Angin beku..
    Semilir dan mewangi..
    He..he..he
    —-+++—-
    wangi Mas?
    ya saya duduknya dekat taman, tapi gerah itu tetap saya meraja

  12. dan aku terpaku membaca sajakmu 🙂
    salam kenal mas, dari bundo kesini

  13. dan aku membaca ungkapan kalbu
    salam kenal mas, dari bundo kesini 🙂
    —-===—-
    ungkapan kalbu nyang teramat singkat
    salam kembali

  14. puisinya singkat tapi menyentuh
    —-====—-
    tak jarang puisiku memang singkat-singkat Mas, terima kasih atas kunjungannya

  15. ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-
    —-====—–
    terima kasih Umi atas kunjungannya

  16. Angin adalah udara yang bergerak yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.

    Dalam ilmu fisika dan kimia, pembekuan adalah proses dimana cairan berubah menjadi padatan. Titik beku adalah temperatur di mana hal ini terjadi. Peleburan, adalah proses kebalikan dari pembekuan di mana padatan berubah manjadi cairan. Pada sebagian besar zat, titik beku dan titik lebur biasanya sama.

    Jadi Angin Beku ….
    —-====—–
    bahasa puisi tak selalu, bahkan seringkali tak harfiah. silahkan telusuri makna-makna kias yang mungkin tersambung. jadi bukan hal yang aneh jika satu puisi menimbulkan banyak arti, tergantung siapa yang mengartikannya.
    terima kasih atas penjelasannya secara ilmiah

  17. Kalo saya kok berasa jadi “gerah” ya baca puisi ini? Padahal sudah mulai turun hujan…
    —-+++—–
    kalau ditempatku memang cukup gerah, maka lahirlah puisi ini

  18. iya deh
    ga lama2 Pak 🙂
    –===—
    iya, sebentar lagi juga mau tidur, malam kian larut

  19. salam hanagat sahabat apa kabar lama tak berjumpa
    —====—
    salam, iya nih sebelumnya mohon maaf pula, saya sangat jarang berkunjung ke selain wp

  20. suasana liriknya sungguh nglangut dan sarat dengan atmosfer kesunyian, mas. mantab.
    —-====—-
    memang benar-benar sunyi, menunggu beranjaknya malam di depan rumah

  21. angin beku berbentuk angan,
    angan beku tak bermakna
    —-=====—–
    mari sama-sama kita berikan makna, supaya tak sia-sia

  22. Waduh speechless Uy..
    heheee….
    Bagus om Puisinya… 😉
    —-+++—-
    terima kasih, wah teman lama baru berkunjung nih, maafkan juga lama saya tidak berkunjung

  23. lam kenal mas..
    —++—
    salam kembali, semoga semakin menambah persaudaraan kita

  24. Sedikit,tapi pasti
    —===—
    ya, kali ini memang saya hanya bisa menggoreskan sedikit kata

  25. wadohhhh komenku kayanya kena satpam neh
    udah dweh gak usah di ulang komennya liat aja di pos satpam
    pokoknya salam aja ya mas.

  26. Subhanallah, dalem banget mas
    tersentuh dengan kalimat “peluh tiada henti
    menganak sungai”, Walau mungkin saya salah mengartikan (maklum bukan ahlinya)
    apakah puisi tersebut sedang menceritakan ttg seseorang yang hendak beristirahat setelah melewati lelahnya bekerja ?
    Kalau demikian semoga yang peluhnya mengabnak sungai itu semuanya dicatatat di sisi Allah sebagai amal shaleh.
    —-=====——
    meninggalkan senja berarti pula saat-saat istirahat setelah seharian penuh dengan aktifitas hariannya termasuk salah satunya adalah bekerja

  27. salam ….senja itu langit hitam kelam pertanda mau turun hujan …..

    pokoknya semaikn mantap
    —-+++—-
    ternyata di tempatku tak jadi turun hujan sehingga anginnya membekukan suasana, terasa gerah

  28. mudah mudahan tak membekukan semuanya
    —-===—-
    iya Mas, semoga saja tidak membekukan semuanya, biar tak reepot

  29. singkat tapi penuh maka banget puisinya.
    Puisi memang bisa buat perenungan, juga sangat menyentuh bila diartikan.
    terus berkarya.. dan terus menulis..
    salam kenal ya..
    Cara Membuat Blog
    —+++—
    menulis itu penting, karena ini adalah pilihan yang paling gampang tinggal pencet-pencet huruf maka jadilah

  30. pak mister,
    pendek namun berisi padat
    —+++—
    matur nuwun mas, sampun tindak-tindak maleh?

  31. sepertinya… ini adalah saat yang tepat untuk beli AC, kang. biar peluhnya gak menganak sungai lagi.. :mrgreen:
    —+++-=—-
    untuk beli Ac bukan perkara gampang, harus ada kajian ekonomi mikro, asas manfaat dan resiko lingkungan, jadi biarlah begini saja dulu

  32. ………………………………..
    dan gemuruh dada menganak ombak lautan..
    serta gelisah pula menganak..badai..
    namun..walau hujan lebat
    yg tiba tiba turun menyapu..

    gubuk kecil ini tetap kokoh..!!
    tak ada sedikitpun tangis..
    hanya satu pertanyaan sederhana..

    kenapa disekeliling.. kini..??
    mulut – mulut dosa menganga..
    saling lempar petaka.

    ……………………… 🙄 🙄
    —-++++—-
    mantap mantap pak lik

  33. Kelihatannya senjanya baru mendung ya mas, nggak hujan-hujan malah hawanya jadi panas banget.
    —+++—
    iya nih, panas banget, dan ini sudah berbeda jauh dengan tyahun-tahun sebelumnya

  34. dan aku
    semakin dalam menatap makna

    karena kau 🙂
    —+++—
    hati-hati ya Mas menatapnya, jangan kelamaan

  35. nice…senja kini menemaniku, pada sebuah beranda…

  36. senja kini menemaniku, pada sebuah beranda…
    —-+++—
    senja hari diberanda mengilangkan gerah, nanum keringat tak juga berhenti mengalir

  37. sekalian promo LOmba http ://tinyurl.com/ykw34xo
    —-+++—
    segera ke TKP

  38. numpang mampir mas 😀
    —+++—
    monggo!

  39. air mata pun tiada henti menganak sungai..

    **kali ini puisi baru, ya mas? 🙂
    —+++—
    ya, langsung ditayangkan dan Bundo pun langsung menekukan jejak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

True Love for Sale

by Peach Berman

trozos de mazapán.

cartas o historias pequeñas de amor tan dulces y desmoronables como un mazapán.

HorseAddict

The world is best viewed through the ears of a horse.

Akhwat Peramu Kata

Meramu, Menulis, lalu dikenang 🌻

DoRee MelNic

Grief Out Loud. Art. And Life.

MYSELF

AS HUMILDES OPINIÕES DE UMA MULHER DE CORAGEM QUE DIZ SIM À VIDA!

Voices from the Margins

A welcoming space for resistance to the forces of oppression and hegemony.

Wholly Integrating the Spiral

Spirit, Mind, Body, and Soul Spiral Paths to Freedom

Wolff Poetry Literary Magazine

A Poet's Place | Wolff Poetry Literary Magazine is Publishing Poetry Submitted by Published & Emerging Writers,

° BLOG ° Gabriele Romano

The flight of tomorrow

Katherine's Blog

In Kate's World

BBYCGN Writing

Creative writing, bizarre stories, original quotes, raw poetry and authentic artwork as a pathway for powerful feelings, emotions, thoughts and experiences.

Istiqomah, bersabar, dan bersyukurlah selalu... Karena Allah selalu ada bersamamu...

Tersenyumlah,, Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu (Tasaro GK)

%d blogger menyukai ini: