36 Komentar

PERSETERUAN DARAH

sebulan belum juga genap
ditinggal mati, mengerat tanah
membesut nadi kerabat sendiri
hari tak sampai senja membakar emosi
orang sekampungpun gerah

menggores cakrawala sempit
puasi diri yang haus dunia
tak peduli orang darah resah

kerabat jadi laknat
saudara tak lagi saudara
famili kini tinggal mimpi
sahabat cuma diri sendiri
terpuasi entah atau
mau mati?

Boyolali, 4/3/98

36 comments on “PERSETERUAN DARAH

  1. berpuisi ria nih……………….
    –===—
    betul mbah, bersuka ria dengan puisi

  2. tak pelak, ketika dunia menjadi tujuan
    kerap sahabat pun terlupakan

    salam kenal ya πŸ™‚
    —====——
    begitulah dunia melenakan
    salam juga

  3. Wah lama juga aku ga baca puoso2 indahnya akhi
    –===—
    silahkan dibaca-baca sesukanya, diartikan semaunya, yang penting arti yang bagus-bagus

  4. Wah mantep artikelnya,,
    —===—
    terima kasih mas, hanya sekelumit kata saja kok

  5. priwe kabare kang..? wah sudah lama juga aku gak berkunjung kesini..
    -===–
    kabare apik, kapan nengok kampung halaman?

  6. Achoey
    bukan Acho πŸ˜€
    –===—
    ya ya maaf mas Achoey

  7. Harta….
    Tahta….
    Wanita….
    Toyota….
    Artalita….
    Jakarta….
    Cinta buta
    –===—-
    yaya
    betul betul
    ya betul

  8. wah, kok puisinya kayak sedang emosi mas, sesekali bagus tuh. saya mah sulit berpuisi mas πŸ˜†
    –===—
    berpuisi adalah kehendak hati, diwujudkan dalam tulisan, mengalir saja seperti air mengalir, jadi kalau ditanya bagaimana caranya menulis puisi saya sendiri kebingungan menjelaskannya

  9. Salam,
    Naluri insani yang terlingkupi duniawi, sungguh mengiris hati…

  10. Salam,
    Naluri insani yang terlingkup duniawi, sungguh mengiris hati…
    —====—-
    amat sangat mengiris

  11. seperti ada perebutan warisan yah? *sok tahu si Ade* πŸ™‚
    —===—
    ya begitulah Mbak, skripsinya dah kelar belum? Semoga sudah ya

  12. OOT Pak, sehubungan pertanyaan di blog saya, ini mungkin gambaran referensi yang bisa saya sampaikan. Saya belajar dari sini :
    1. Edi Baskoro (webnya digoogling aja ya pak, saya lupa dia mennyusun buku juga)
    2. Slamet Riyanto http://slametriyanto.net
    3. Ali Zaki dan Smitdev berupa buku Joomla.
    4. Ada plugin flikr yang dibuat oleh bu aini rahmawati http://ai23.wordpress.com
    4. Komunitas Joomla Indonesia.
    Insya Allah aplikatif menurut pandangan saya.
    Trims,
    Salam πŸ™‚
    -===—-
    saya sangat berterima kasih atas infonya Kang Yayat, semoga saya bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya

  13. wah, terasa sekali suasana tragis dalam lirik ini, mas. sepertinya ini menggambarkan realitas sosial yang terjadi saat ini ketika ego kekerasan sudah mengalahkan nilai2 kekerabatan dan silaturahmi. doh!
    —-====—-
    jika ego yang dikedepankan memang efeknya bisa mengakibatkan saudarapun menjadi musuh, apalagi sahabat bisa -bisa tak ada tempat

  14. saat seperti ini
    baru biasanya kita ingat sosok yang tak Maha Pengasih dan Penyayang
    —===—–
    begitu ya Mas Acho?

  15. biasanya harta tuh pak, itu yang selalu saya takutkan..(ini perkiraan) hehehe
    –===—
    ya, ini masalah perebutan warisan, sesama saudara menjadikan tidak akur

  16. Waktunya kembali kepada tuntunan yang luar biasa, yaitu Al-Quran dan Al-Hadist
    —===—
    sampeyan pas banget komennya Mas Noto

  17. β€œZuhudlah terhadap dunia maka Allah SWT. akan mencintaimu ;)” Njupuk ning kene jhe .. πŸ˜‰ (http://atrtesla.wordpress.com/2009/08/28/zuhud/)

    mungkin lebih tepat seperti itu ya Mas πŸ™‚
    —==–
    ya begitulah harapannya Mbak

  18. Sedih sekali….jika ada perseteruan darah..apalagi antar kerabat.
    Semoga kita selalu dibukakan hati untuk mau memahami orang lain
    –===—
    amin, puisi inipun diharpkan bisa jadi pengingat untuk tidak saling berseteru

  19. Seringkali karena terlena akan hal duniawi
    –==—
    itulah penyebab utamanya

  20. sepertinya memang mau mati.

    salam kenal pak πŸ™‚
    —===—
    sepertinya begitu, salam kembali

  21. Seramnya….
    Hidup sendiri…

    Semoga hanya Allah SWT yang menjadi penolong
    —===—
    ya, Allah lah Yang Maha Penolong

  22. saat hanya tinggal sendiri,
    semoga DIA tak pernah meninggalkan diri ini sendirian.
    salam.
    —++—-
    Amin

  23. ngga lagi meu bunuh seseorang kan bang?? Hehe.. salam kenal, ditunggu kunjungan baliknya ya..
    —====—
    oh tidak, tidak ada niatan sama sekali

  24. kadang hanya karena tahta harta dan wanita selalu ada darah tumpah
    —===—
    intinya hanya karena ingin memuasi nafsu saja

  25. semuanya karena keinginan yang belum tercapai sehingga ingin menikmati walau dengan bersimbah darah dan inilah yang dinamakan cinta dunia.

    Apa yang si mas fikirkan ketika menulis puisi ini, (proses kreatifnya seperti apa)
    —====—–
    kalau saya harus mengingat kejadian 15 tahun yang lalu, wah repotnya luar biasa kawan

  26. hmmm…. ikutin pakde aah, cuakep-cuakep.. :mrgreen:

    salam pagi om sunarno. πŸ˜€
    —===—-
    ya, memang pakde Cholik cakep kok

  27. Damai damai damai pak, peace πŸ™‚ salam kenal
    —===—-
    ya semakin damai, salam kenal juga

  28. Sering terjadi, karena warisan saudara jadi musuh.
    Karena politik, saudara jadi pecah
    Karena wanita, saudara jadi gelut
    Puisi senthilan ya mas, cakep cakep cuakep
    Salam hangat dari Surabaya
    —-=====—–
    ketika saya mendengar hal-hal apa yang pakde tuliskan itu sedih hati saya, maka lahirlah sethilan ini, semoga bisa jadi pengingat

  29. Terkadang haus akan kasih sayang Ilahiah di kala sendirian … kutu tak mau tercebur kembali ke gelapnya comberan duniawiah T-T
    —+++—-
    amin, semoga kita semua terhindar dari hal-hal yang hanya sekedar mengejar duniawi

  30. salam…… bila mana sebagai mahluk masih mengutamakan dua hawa nafsu tak akan ada puasnya selagi masih Hidup kecuali kalau sudah makan dan minu tanah .

    salam Damae selalu untuk semua
    —===—
    betul pak, nafsu terhadap dunia tak akan pernah ada puasnya, semakin dikejar semakin ingin nambah dan nambah lagi

  31. mungkin memikirkan dunia lebih mudah, soalnya mikir akherat gak nyampe, jadi dunia pilihannya
    —===—-
    karena dunia di depan mata, selalu mudah dihitung-hitung meskipun kadang juga tak nyambung

  32. hmmmmmmmmmmmm.

    —–+++—-
    yayayayaya???

  33. mungkin saatnya untuk selalu berbuat baik pada sesama dan beramal baik secara keseluruhan karena apa yang terjadi esok kita tidak tahu akan seperti apa. Hanya bayangan dan rencana. Mungkin begitu ya Pak ?
    Semoga ada hubungannya. Dan bertambah tempat belajar baca puisi saya.
    Trims. Salam kenal dan salam sukses selalu πŸ™‚
    —===—
    memang puisi-puisi saya sebagian besar adalah sebuah pengingatan setidak-tidaknya buat diri saya sendiri

  34. kita mungkin akan alami itu, ditinggal mati lalu sahabat hanya diri sendiri.. semoga ketika saat itu datang aku ingat ada Yang Maha Menjagaku, tak lengah sedetikpun
    —-===—-
    pasti Bundo, kita semua akan mengalaminya hanya saja entah kapan waktunya

  35. Haus dunia memang berbahaya … (tergantung pada cara memuasi kehausan itu).
    —====—-
    memuasi haus dunia tak akan pernah ada puasnya Pak, terima kasih atas kunjungannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: