77 Komentar

Apapun Panggilannya Dia Tetaplah Ibuku

Apapun panggilannya dia tetaplah ibuku. Seorang wanita yang sangat bersahaja. Bukan saudagar kaya bukan pula tokoh penting dalam masyarakat. Ibuku adalah ibu rumah tangga yang sejak aku duduk di bangku kelas 3 SD haruslah menjalani hidup sebagai single parent.

Aku bangga kepada ibu, ketika ayah meninggalkan kami semua, kesedihan ibu serasa sangat wajar. Tak ada tangisan pilu. Apalagi raungan kehilangan. Dan hari itu akulah yang paling dekat dengan ibu, bahkan menurut penuturan ibu sendiri, beliau tegar karena melihatku lebih tegar, menerima sebuah kehilangan dengan amat wajar. Memang kami menyadari sepenuhnya bahwa manusia itu pasti akan kembali pada yang menciptakan. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Pemahaman kami, kalau kami bersedih, justru akan memberatkan beban ayah di alam lain. Kami tak ingin memberati ayah di alam barzah. Jangan heran sekecil itu aku sudah berpemikiran seperti itu. Sebenarnya aku sekolah di SD hanya tiga hari saat EBTANAS saja, sedangkan yang 6 tahun penuh aku lewati di Madarasah. Jadi setelah aku lulus mempunyai dua ijazah SD dan MI.

Tak ada pendidikan formal yang pernah dilalui oleh ibuku. Sejak kecil sudah mencari nafkah membantu nenek menopang kebutuhan keluarga, sehingga efeknya ibuku satu-satunya di keluarganya yang buta huruf, tidak dengan bibi dan pakdeku yang sedikit sedikit bisa membaca huruf latin dan huruf arab.

Meskipun ibuku buta huruf, namun tak ingin anak-anaknya juga mengalami hal yang sama. Semua anak-anaknya disekolahkan. Maka ketika aku mohon doa restu mengikuti seleksi ke perguruan tinggi langsung diiyakan. Tak terbayang berapa ongkos yang harus dikeluarkan hingga tuntas sebagai sarjana. Akupun tahu diri, tak ada keinginan ke perguruan tinggi favorit macam UGM, apalagi UI. Aku pilih UNS dan UNSOED, dengan pertimbangan UNS hanya tetangga kabupaten, sedangkan UNSOED SPP nya paling rendah di antara PTN se Pulau Jawa. Juga biaya hidup yang murah. Dan takdir menuntunku ke bawah Gunung Slamet menimba ilmu biologi.

Maka menjelang akhir studi aku berusaha mencari tambahan agar beban yang harus ditanggung oleh ibu tak terlalu berat. Kuupayakan tak ada permintaan tambahan untuk menyelesaikan studi. Biarlah berjalan apa adanya. Kalau dikasih aku terima, kalau tidak biarlah aku usahakan sendiri.

Kini diusianya yang sudah tua, dengan dua orang buyut, akulah anak yang paling jauh secara geografi. Semua kakak-kakakku tinggal satu kampung dengan ibu, sedangkan aku merantau ke lain propinsi.

Tak lepas doa kupanjatkan agar ibuku selalu sehat wal afiat. Diusianya yang lebih dari 70 tahun ini dalam keadaan yang damai, bersama anak cucu. Hanya doalah yang paling sering aku kirimkan, kehadiran fisik tak mungkin bisa sering kulakukan mengingat jarak yang pasti memerlukan ongkos yang tidak sedikit. Sementara itu akupun ada kewajiban dengan adanya istri yang mendampingiku dan seorang anak yang sudah mulai belajar membaca dan menulis.

Apapun panggilannya dia tetaplah ibuku. Apakah itu mama, ibu, mak, umi, simbok, dia tetaplah ibuku, yang telah melahirkanku dan keempat kakak-kakakku.

(postingan kali ini didedikasikan memenuhi undangan Kyai Guskar)

Comment navigation

Newer Comments →

77 comments on “Apapun Panggilannya Dia Tetaplah Ibuku

  1. Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/
    —-====—-
    semoga segera terselesaikan dengan baik, saya turut mendoakan

  2. subhanallah…
    sungguh perjuangan seorang Ibu memang tak bisa terbalas dengan apapun juga…

    tidak harus selalu dengan kehadiran fisik kerinduan bisa terbayarkan pak,, doa yang dilantunkan dengan keikhlasan dan kesungguhan hati pastinya juga akan bisa menyentuh hati ibu yang sedang merindukan ananda tercintanya… πŸ™‚
    —-======——-
    itulah yang saya sanggup, karena kehadiran fisik sangat jarang saya berkesempatan, antara 10 – 12 jam perjalanan, kalau sama anak istri gaji satu bulan tidaklah cukup

  3. sunguh mengharukan, kata tak mampu melukiskan apa yang terjadi pada diriku sesaat membaca ini. akupun saat ini sedang sendiri tanpa ada orang tua. Ibuku pulang kampung menjenguk nenekku mungkin dalam waktu yang cukup lama.
    sendiri seperi ruangan kosong , memasak sendri, semua sendiri. sepi.

    Ibu memang adalah figur yang tak pamrih untuk membesarkan anak-anaknya. dan keuletan ibu kita adalah patut kita contoh
    —-====—-
    jadi belajar untuk jadi orang tua dong, asiknya

  4. Subhanallah…

    sungguh membaca postingan ini rasanya jd teringat ibu ku 😦
    merinding…
    terharu…

    pasti ibu mas, sangat bangga memiliki anak seperti mas, amiin πŸ™‚
    —-====—-
    saya bangga memiliki ibu seperti itu dan ibuku bangga pada anak-anaknya

  5. kalo aku manggilnya Mami…Mami ku juga sudah sendiri sejak di tinggal Papi ku 12 thn yang lalu….

    I Love U Mom…
    —===—
    Semoga Anda bersama ibu dan anggota keluarga yang lain tetap tegar meskipun tanpa seorang papi

  6. Betul apa yang Anda katakan bahwa kebutuhan harian di Purwokerto masih sangat murah. Saya sendiri terkesan dengan kedamaian alam Banyumas ini tatkala beberapa hari pernah mengadakan liputan di kota ini sekitar tahun 1990.
    Kota yang kecil, berhawa sejuk dengan tempe kripik yang sering menyapa ku ketika transit di kota ini sedang dijajakan dalam kereta oleh pengasong.
    Saya sangat ingin sekali berkunjung ke kota ini, tapi kapan ya waktunya.
    Sedangkan Boyolali juga kota kecil berhawa sejuk dengan penambangan pasir yang melimpah ruah ada di Cepogo. Ini tentunya berkat kemurahan Tuhan lewat alam ciptaan-Nya untuk kelangsungan hidup manusia sejak dulu kala hingga sekarang ini. Sayang kalau dieksplotasi habis-habisan tentunya kelestarian lingkungan akan terganggu dan dampaknya tentu merugikan kita semua. Ini yang harus kita waspadai.
    —-====—-
    itulah Banyumas yang saya kenal, bahkan kadang pun saya masih merindukan banyumas seperti merindukan tanah kelahiran

  7. Salam kenal Mas. Saya tetangga Anda di Boyolali tapi masih ke timur sedikit. Semoga pagi ini Anda senantiasa sehat adanya. Mari berlatih olah napas dengan jurus Tai Chi di http://www.vtrediting.wordpress.com
    —===—
    Amin, jurus-jurus Tai Chi memang indah lembut tapi mematikan

  8. ya,apapun pan99ilanya dia tetap ibu…

    my best re9rads untuk beliau ya pak πŸ™‚
    —===—-
    terima kasih, Wiend

  9. Salam Takzim
    Hadir untuk istirahat
    Salam Takzim Batavusqu
    —====—-
    mari beristirahat bersama-sama sambil minum teh, menunggu gerbong karnaval ke Kyai Guskar

  10. Salam Takzim
    Saya doakan berhasil mencapai ke titik pemenang pada parade yang dilaksanakan di blognya kang guskar
    Salam Takzim Batavusqu
    —===—-
    salam Takzim Kang Zip, terima kasih atas dukungan dan doanya

  11. salam cinta buat Ibu, Pak
    –===—
    Nggih Mas Tomy

  12. ibuku adalah inspirasi utamaku dalam mengarungi kehidupan ini Pak Narno. petuah dahsyat beliau selalu mengiringi hari-hari dan itu sangat bertuah…
    —===—
    karena ridha orang tua adalah ridha Allah, murka orang tua murka Allah, begitu kan!

  13. beliau lah wanita terindah di seluruh dunia πŸ™‚
    —====—
    ya betul, sangat indah

  14. subhanallah, perjuangan seorang ibu sampai anaknya menjadi sukses. semoga Allah selalu melimpahi kebahagiaan buta ibundanya, pak.
    oiya….
    salam kenal…ya.
    —===—
    Amin, salam kenal juga Mbak

  15. tidak ada yang lebih baik darinya…,
    —===—
    benar Mas, tak ada yang melebihi kebaikannya

  16. ya… ibuku tetap ibuku.. bukan ibu yang lain.

    *maaf om baru sempat mampir… coz akhir2 ini cukup kelelahan dan gak sempat koneksi. πŸ™‚
    —====—
    semoga lekas enakan kembali dan bisa beraktifitas kembali sebagaimana biasa

  17. Salam Takzim
    Absen kang, maap hanya bisa merenung
    Salam Takzim Batavusqu
    —==—-
    silahkan, nikmati ala kadarnya

  18. Apakah sahabat ingat bahwa tanggal 22 Desember 2009 adalah Hari Ibu.
    Apa yang akan anda persembahkan kepada ibu atau isteri dihari yang istimewa itu ?
    Jika anda bisa menghindangkan sebuah masakan nan lezat, orang-orang tercinta tentu akan memberikan kecupan istimewa sambil berbisik mesra β€œ I Love You my Superman β€œ. Nah tunggu apa lagi, ikuti SupermanShow di
    http://abdulcholik.com/kuliner/SupermanShow%20La%20Tetates%20de%20Timbele

    Kami tunggu-tunggu Superman-Superman yang perkasa tetapi juga jago masak.
    Salam hangat dari Surabaya
    —===—
    matur nuwun Pak de, saya tak berminat untuk tampil

  19. jadi terharu………. hiks
    —===—
    Mas, Mas tisunya ada di pojokan, jangan lupa dihapus air matanya

  20. Angkuh egois. Pengennya menang sendiri.

    berkunjung lagi ya? Hehe salam hangat2 dingin panas πŸ˜€
    —===—
    semoga keangkuhan itu akan berlalu, saya turut mendoakan Mas

  21. hmm..
    perempuan yg melahirkan kita..
    perempuan yg harus kita junjung.. πŸ˜‰
    ..
    bwt, menyambut launching novel saya yg pertama..
    saya mo bagi2 novel neh..
    mampir aja d artasastra.com..
    thx ya.. πŸ˜€
    —===—
    terima kasih atas tawarannya Mas.

  22. Aku ajdi Inget Simboku …

    perjuanganmu teramat panjang dan banyak kisah yg bisa memotivasiku …
    —====—-
    sangaaat panjang

  23. ceritanya bagus . jadi terharu .
    —====—-
    terima kasih

  24. Assalaamu’alaikum

    Sahabat dirai dan dijemput ke Laman Menulis Gaya Sendiri untuk menerima AWARD PERSAHABATAN – YOU’RE A GREAT BLOGGER sempena ULANG TAHUN PERTAMA laman saya. Salam mesra dari Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.

    SITI FATIMAH AHMAD

    # juga sahabat yang pernah berkomentar di laman saya dan melihat iklan ini, bimbang saya tidak sempat ke laman sahabat pula kerana terlalu ramainya.. πŸ˜€
    —===—
    terima kasih umi, segera saya jemput ke laman yang dimaksud

  25. Super women untuk ibu yg satu ini πŸ™‚
    klo uda bicara mengenai ibu.. gag ada kata2 yg bisa menggantikan segala kebaikannya deh… πŸ™‚
    —====—-
    betul, betul adanya

  26. ibu slalu menjadi sosok pertama yg ngisi di hati kita..
    apapun itu… ibu slalu patut dihormati n disayangi
    —===—
    karena beliaulah yang melahirkan kita, tempat kita pertama kali belajar tentang kehidupan

  27. gak ada matinya deh klo mau cerita tentang seorang ibu. Buat kutu, ibu adalah segalanya, dengan segala keterbatasannya ia selalu ingin menjadi yang terbaik bagi suami dan anak2nya … walau jiwanya sudah di ujung tanduk, tak ada kata lelah dalam memperhatikan buah hatinya.

    Mom, you are the most amazing human kind all over the world.
    —===—-
    selama bumi ini masih ada, selama peradaban manusia masih ada maka selama itu pula kisah istimewa tentang ibu selalu hidup

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: