73 Komentar

Laron

demi berlangsungnya generasi
rela meninggalkan rumah nyaman
menerjang mara bahaya

Kng, 30/12 09


gambar dari sini

Comment navigation

Newer Comments →

73 comments on “Laron

  1. Jalan2 berkunjung ke tempat sahabat.. Berharap dapat bertemu dgn setitik terang..
    Salam hangat dan damai selalu..
    —====—-
    disini banyak titik-titik yang kugoreskan semoga mampu menambah teranga

  2. Betinanya kalau udah melaharikan masih hidup apa mati juga Mas?
    —==—-
    tugas bagi betina adalah memimpin kerajaan, posisinya sebagai ratu pengendali sekaligus induk tunggal

  3. jadi ingat pohon pisang, yang rela mati demi tumbuhnya tunas yang baru.
    itulah kehidupan ya Mas.
    salam.
    —===—-
    kehidupan yang silih berganti, tidk ada yang abadi

  4. Selamat Tahun Baru 2010.
    semoga silaturahim kita kian erat, amin.
    salam hangat utk keluarga.
    salam.

  5. bukankah itu suatu pengorbanan generasi tua
    legowo katanya
    —===—-
    kalau tidak legowo maka tak kan ada generasi penerus

  6. ketika qt belajar dari makhluk yg kecil, akankah qt mmpu untuk menangkap maknanya???
    —===—-
    semoga saja Mbak

  7. Nah kalau disini tidak berlaku hukumnya “Pejantan Tangguh” yang ada “Pejantan Tumbal”. Sukses Mas Sunarno.
    —===—-
    ya dalam kehidupan laron, jantan adalah tumbal mati setelah memenuhi kewajibannya

  8. kepakan sayap menerobos ruang-ruang gelap menggapai terang itulah karakternya😀
    —====—-
    ya betul, karakter yang unik

  9. laron aku inget tulisannya diaajeng
    —===—-
    sayangnya diajeng sudah lama tidak mengunjungiku

  10. Assalamu’alaikum,
    Selamat Tahun Baru, semoga ditahun ini, semakin bertambah ketakwaan kita kepada Allah Swt, dan semoga kita bisa lebih sukses dari tahun sebelumnya. Maaf, saya lama absen ngeblog, jadi baru sempat berkunjung sekarang. (Dewi Yana)
    —===—-
    Amin, semoga sukses selalu

  11. sangat pendek, namun bermakna…
    aku sukaaa tulisan ini!!
    —-====——
    terima kasih atas apresiasinya

  12. mksud.ny apa yaa ?
    —===—–
    bingung ya?

  13. Melebur ego diri, utk menyatu dgn cahaya sejati…
    —-====—–
    yups

  14. Bingung aku sama maksudnya..
    hehehehehehe
    salam kenal aja dari napi
    —===—-
    tak usah bingung santai sajalah

  15. Yup..kita harusnya bisa menjadikan halangan menjadi tantangan yang menarik…
    —===—–
    semoga saja Bu, kita mampu memanfaatkan halangan sebagai tantangan yang perlu ditaklukkan

  16. Hidup Laronnnn….
    hehe….
    Masak kita kalah ma Laron seh?🙂
    —===—-
    ada sisi-sisi kehidupan laron yang memang kita tak sanggup mengalahkannya, setelah melakukan perkawinan seumur hidup hanya berada di dalam rumah, ayo siapa yang sanggup

  17. HEPI NYU YER…..:mrgreen:
    —===—–
    semoga esok lebih baik

  18. bercermin dari alam, mas…. banyak pelajaran yang bisa di ambil…
    —-===—-
    iya Mas

  19. jadi ingat lagunya hari mukti, heheh
    tx pak
    —====—-
    yang mana ya, saya tak ingat

  20. singkat padat dan jelas. laron hidup sebentar, pergi terbang ke arah cahaya, kemudian mati, dan dikerubungi semut. artikel pendek yang menarik.
    —===—–
    tapi itu hanya berlaku bagi yang jantan, sedang betinanya itu adalah awal kehidupan yang sesungguhnya

  21. ge banyak nich dimusim ini🙂
    —===—–
    memang adanya laron di musim hujan seperti sekarang ini

  22. membuat posting ternyata bisa pendek to? 3 baris gitu. aku pikir harus panjang minimal 10 paragraph 500 kata. dari itu aku jadi pusing dan stres.
    dengan adanya posting laron ini, blogging jadi santai. enak juga. enjoy. makasih buat komentar. dari kamu.
    —===—–
    dalam tiap postingan saya tak peduli berapa panjang tulisanku, kalau dua atau tiga baris sudah cukup, ya sudah. kalau perlu seribu kata ya saya buat

  23. itulah yang dulu aku lakukan mas
    demi menempuh hidup baru
    aku mencoba menapaki hidup ini
    tanpa harus dibayang-bayangi kebesaran ortu
    bukan tidak syukur nikmat
    tapi ingin hidup mandiri
    mencari ridla ilahi
    —-====—-
    bagi seorang laki-laki tak ada yang lebih membanggakan daripada kemandirian hidup terutama secara ekonomi

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: