68 Komentar

IKLAN

iklan-iklan berebut konsumen
dilayar kaca, majalah koran-koran
menjual mimpi-mimpi
etalase supermarket
menawarkan seribu janji
yang kian tak terjangkau
lebih karena gengsi

di pasar tradisional
tanpa harus baliho besar-besar
tetap ramai pembeli
yang tak membeli gengsi

Agustus 2000

Comment navigation

Newer Comments →

68 comments on “IKLAN

  1. […] disayang suami jadilah seperti mondasiregar Ruang Hati terasa sejuk ketika puisi tercipta dari pak sunar Go blog Go blog seruan sastro bikin ku ngiler Auman Zarod bak seekor macan serentak buat jiwa […]

  2. […] sudah sangat membantu di dalam hidup saya, saya bisa belajar menulis, belajar membuat cerita dan belajar membuat puisi-puisi penyejuk jiwa. semoga indahnya kebersamaan blog selalu bersama kita semua,, SAYA TUNGGU POSTINGAN – […]

  3. yeah..kadang ke supermarket, tapi ga jarang juga ke pasar tradisional…seimbanglah, tergantung mo beli apanya
    —===—-
    asal bukan karena terhasut iklan

  4. kalau tidak membuat iklan takut produknya nggak dikenal akibatnya nggak laku di pasaran.
    sayangnya iklan (yah namanya juga iklan) seringkali berlebihan sehingga tak sedikit pembeli kecewa karena barang yang dibeli tidak memberi bukti seindah iklan πŸ™‚
    —===—-
    hal yang membuat kecewa itulah yang sebenarnya perlu mendapatkan kritikan, iklan haruslah sesuai dengan kenyataan, bukan lebih banyak mengobral janji

  5. pak, ilham untuk puisiku habis. harusnya aku gaimana ya? tolong balas di kategori puisi blogku ya?plis.
    di sini.
    —===—-
    ilham atau tepatnya ide ada dimana-mana tergantung kepekaan kita menangkap ide itu, biarkanlah mengalir dan resapi saja nanti juga akan sering ketemu

  6. kupikir kamu mengkritik komersialisme, iklan kapitalisme dan konsumerisme ternyata sedikit membela sistem perdagangan pasar tradisional yang lebih akrab ya?
    —====—–
    saya kira semua itu ada ketersambungannya

  7. kadan9kala ada iklan yan9 membantu ju9a πŸ™‚

    pasar tradisional, selalu ramai dikunjun9i meski tanpa iklan, meski becek [klu ujan ] tapi tetep menarik πŸ™‚

    *senen9 klu berhasil nawar dipasar &satu la9i dapet jajanan pasar hehe*
    —-===——
    apalagi perempuan ya Wiend, nawarnya pun betah

  8. di pasar tradisional barang2 bisa ditawar…
    —===—–
    itulah uniknya dan suasananya sangat akrab

  9. menunjukkan margin ekonomi ya?
    —===—-
    kalau yang ini saya juga tidak tahu

  10. Saya tiap hari masih belanja di pasar tradisinal….mengasyikkan dan barangnya juga bagus, murah karena tanpa bayar iklan
    —===—-
    betul bu, pasar tradisional iklannya konvensional dari mulut ke mulut tanpa ongkos apapun

  11. bener bgt yang kalimat terakhir.
    kenapa harus gengsi yah..
    menuju pasar bebas, seharusnya kita lebih mencintai dan membeli produk dalam negeri.
    —===—-
    kondisi riil di masyarakat kita tak sedikit yang suka membeli gengsi, apalagi produk luar negeri

  12. karena mereka memilih fungsi, bukan merk. πŸ™‚
    —===—-
    ya betul

  13. Apa2 kadang jadi mahal karna adanya gengsi…bahkan tak terbeli.. πŸ™‚
    —===—-
    salah satu yang menaikkan harga barang-barang adalah gengsi, ada beberapa tempat suatu barang dijual dengan harga murah tak ada yang melirik, begitu harga dinaikkan tiga kali lipat atau malah sepuluh kali lipat banyak yang naksir

  14. SalamTakzim
    Dipasar tradisional
    Tanpa baliho besar besar
    Tetap ramai pembeli
    Yang tek membeli gengsi
    Waui dalem banget, memang hanya orang-orang yang kaga pernah mikirin gengsi saja yang sering belanja di pasar tradisional ya pak
    Salam Takzim Batavusqu
    —===—
    malah kebanyakan tak kenal sama gengsi, yang penting kebutuhan tercukupi

  15. bahkan kematian pun diiklankan
    —-====—–
    apa ya tujuannya, padahal bukan penjualan

  16. iklan = nafas bagi penjualan
    —-===—-
    meskipun itu hanya sebagian

  17. Barusan saya dari pasar tradisional pak hehe…
    —-===—-
    alhamdulillah berarti masih ada peminatnya

  18. Belanja di pasar tradisional, mutu barangnya kadang nggak beda jauh dengan di mal.
    —===—-
    bahkan sangat sering terjadi

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: