71 Komentar

BATURADEN

berendam air belerang
menghangatkan badan
hilangkan penat
di aliran pancuran tujuh
kemudian menikmati mendoan
selagi hangat plus pedasnya cabe

mengumpulkan tetumbuhan paku
di semester lima belajar tata nama
menghitung semut dalam koloninya
saat mengejar ilmu serangga
juga berkenalan dengan artona
si pemangsa daun kelapa

aku rindu menenggak badeg dingin
yang kini tinggal mimpi
mungkin para penderes nira tak sanggup lagi
memanjat ketinggian pohon kelapa
para penerus lebih suka
jualan nasi pecel di area wisata
tanpa resiko jatuh patah tulang

Kampung Manis, 30/1 10

Iklan

Comment navigation

Newer Comments →

71 comments on “BATURADEN

  1. mampir nich dari jakarta selatan…
    saya suka blog anda. also visit jasa pengamanan

  2. bagus, sayang belum tahu kenyataannya
    —————============————–
    itu baru sebagian yang saya tuliskan, sebenarnya masih sangat banyak wisata di baturaden

  3. Hmmm…knapa yag bisa dinamakan baturraden..????
    —===—
    katanya sih tempat pelarian sang Raden yang mencintai baturnya

  4. wah..lama rasanya nggak berkunjung ke baturaden..
    terakhir sebelum peristiwa robohnya jembatan di tebing obyek wisata baturaden..
    next time pasti kesana lagi
    —===—–
    saya juga sudah lama tak berkunjung, puisi ini sebagai ungkapan rasa kangen juga

  5. pak, kalau kita saling kirim email gimana, pak?
    biar komunikasi jadi lancar. nggak bingung poting lagi.

  6. lho pak Narno ini asli Purwokerto tho…? cuma 1.5 jam dari kota kecil kelahiranku pak..
    —===—-
    Purwokerto itu tempat aku menimba ilmu bukan tempat kelahiran

  7. Baturaden indah sekali
    Kenanganku lucu sekali
    Berdua cium dipipi
    Dari belakang ditubruk sapi…

    —–
    Saya pernah menginap di Baturaden bersama isteri yang Purwokerto asli.
    Sayangnya banyak pemandu yang berebutan menarik pengunjung untuk menyewa kamarnya ya mas..jadi gimana gitu. Harusnya jangan berebut ya.
    Salam hangat dari Surabaya
    —===—-
    kalau tentang penginapan saya tidak paham Pak De, karena selama ini kalau saya ke baturaden karena memang saya tinggalnya di Purwokerto dekat kampus, sekali naik angkutan umum

  8. pengen banget bisa jalan2 ke batu raden, semoga nanti sauatu saat bisa kesana
    —-====—-
    amin

  9. sekarang sih banyak yang pengen nyari kerja yang gampang, duitnya banyak…
    —===—
    pilihan yang sangat wajar dan manusiawi

  10. sepertinya dari ceritanya
    alamnya sangat indah….,
    —-===—
    sangat sangat indah mempesona

  11. kunjungan pertama..,
    jangan lupa kunjungan balik…,
    —===—-
    terima kasih dan akan ada kunjungan balik, dan ternyata kunjungan baliknya gagal ditolak sama wp

  12. 2 kali ke purwokerto namun kok belom sempet mampir ke baturaden
    —-====—-
    yang ketiga kali disempatkan ya

  13. Padahal saya juga pengen merasakan badeg itu lagi, kemana ya orang-orang yang deres nira itu ?
    —===—
    ada yang telah meninggal, ada yang pohonnya ditebang, ada pula yang anak-anaknya pilh jualan di area wisata atau di jakarta

  14. kapan2 ajak saya ke baturaden pak yah heeee
    —==—-
    siap-siap saja, kapalnya mau berangkat menyebrang ke Jawa

  15. saya dulu berharap bisa kesana sayangnya sampai sekarang belum kesampaian
    —-===—-
    masih ada waktu, dari Jakarta banyak bus yang langsung ke Purwokerto, dari terminal trus ke area wisata atau kendaraan sendiri lebih mantap

  16. kalo ada yg gampang kenapa cari yg susah… mungkin itu motto mereka… 😉

    waaah puisi baru nih, masih anget2….
    —===—-
    fakta yang berbicara

  17. Wah, indah nian kenangannya akan “Baturraden”: air belerang pancuran tujuh, mendoan hangat, tetumbuhan paku, beragam serangga. Badeg dingin ditenggak, wow, mau dong Mas Narno.
    —-===—–
    di Cilacap masih ada nggak ya, kalau tentang Cilacap rasanya sulit untuk mempuisikannya, Kroya, Serayu, Pertamina, Al Ihya, tak terekam dengan baik untuk menggelitik sebuah puisi

  18. sampai saat ini, masih kuat keinginan saya untuk berkunjung kesana… semoga terlaksana suatu saat ya mas narno 😀

    .-= vizon´s last blog ..jamur & zupa =-.
    —-====—-
    saya turut mendoakan semoga terlaksana, tuh sudah di Yogya tingal 4 jam lagi

  19. Kapan aku dapat puisi pendeknya mas ?

  20. maaf OOT.
    cuma koq jadi kangen ngeliat org deres legen pagi2..
    mungkin skr cari penerus yg telaten susah Mas..
    krn harga gula jawa terlalu murah.
    —===—-
    sangat-sangat susah pak Lik, apalagi generasi sekarang lebih suka yang praktis

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: