65 Komentar

MASIHKAH

masihkah ada setangkup rindu atau
membeku seiring bergulirnya waktu
mengingatkan sebait puisi
yang tersimpan di laci hati

25/2 10

Iklan

Comment navigation

Newer Comments →

65 comments on “MASIHKAH

  1. sebait puisi lusuh itu akhirnya pergi dari laci hati …
    karena sang laci telah beganti isi …
    sebaris miris …
    sejumput takut ….
    dan segenggam prahara ….

    aahhhh …..
    ————–============—————
    semoga prahara itupuin segera berlalu

  2. laci hatiku tidak pernah kubuka
    hanya kamu yang yang memiliki kuncinya

    jangan resah akan isinya
    karena hanya ada kamu di dalamnya

    🙂

    *mungkin begitu jawabnya ya…
    ————-============————–
    salah satu kemungkinannya

  3. Karena rindu puisinya, aku datang lagi walau sering terlambat.
    Lebih baik terlambat ya, Mas daripada tidak datang sama sekali.
    Nanti rindunya membeku.
    ———–=======————–
    tak mengapa, saya sangat berterima kasih telah dikunjungi

  4. Rindu itu masih ada

    meski kau simpan dilaci hati

    takkah kau rasakan?
    ————===========—————–
    samar-samar

  5. Pagi2 gak ada jadwal ngajar, jalan2 mampir menyapa p guru yg mahir berpuisi.
    —————–================———————
    silahkan

  6. rindu yang tertahan dan menjadi beku kalau kelamaan dipendam..^^
    ————=============——————-
    itulah masalahnya

  7. edisi esok siang
    saya publish puisi satu bait lg ah hehe 🙂
    ————============———————-
    ayo segara saja ditunggu

  8. kalo masuk ke blog ini berasa gimana gituu..
    bahasanya mantabh!
    ————-==========————–
    kalau mantap silahkan sering-sering mampir

  9. Waaaahh, ini tempat yang bagus.
    Saya suka menikmati lukisan hati yang terukir . . .
    Smangat Berkarya 🙂
    ————–==============————-
    terima kasih atas kunjungannya

  10. lacinya udah aku buka tadi mas lupa nutup 😀
    ————-==============————
    nanti biar kututup kembali

  11. salam kenal sahabat…..
    —————=============————–
    salam kenal pula dariku

  12. Assalaamu’alaikum

    Ya… rindu itu pasti ada di mana-mana
    terutamanya di hati setiap insan
    bukan di mata
    mahupun di telinganya

    Masih banyak lagi sebait puisinya Mas Narno. Mencipta puisi pendek lebih meresap ke jiwa dari puisi panjang. Tuntas dan luwes. senang difahami makna tersiratnya. Tahniah..Muga berjaya.

    Salam mesra dari Sarawak, Malaysia.
    —————============—————–
    terima kasih Umi, kadang keinginan itu tak bisa dibendung apakah ingin menulis panjang atau pendek

  13. ternyata masih ada.. rinduku untuk berkunjung di blognya pak narno.. 🙂
    salam,
    ——————–=============—————
    alhamdulillah

  14. Rindu seperti virus walaupun sudah terobati dia akan tumbuh lagi dan tumbuh lagi, semakin diobati dia akan semakin tahan dan harus tambah dosis pengobatannya, rindu akan selalu ada dalm hati setiap insan meskipun sudah tidak ada lagi di dunia nyata….. salam bloger….
    —————-============———————-
    jadi rindu itu abadi?

  15. Rindu itu akan selalu ada, meski tertutup rapat dan dalam…. Rindu itu pasti ada dan utk semua…

    Salam hangat, salam damai selalu…
    —————-============—————
    terima kasih atas pencerahannya

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: