73 Komentar

DAUN JATI

selembar daun jati melambai
meliuk pelan luruh dari tangkai
melayang-layang hingga melantai

daun-daun jati rela lepas
meninggalkan kehangatan hidup
oleh musim yang kian kering
tanpa selembar pun di tangkai
demi masa depan kehidupan
demi keberlangsungan ekosistem

Kampung Manis, 10 Maret 2010

Iklan

Comment navigation

Newer Comments →

73 comments on “DAUN JATI

  1. senang rasanya masih bisa berkunjung di rumah sahabat di akhir pekan ini, salam dari kalimantan tengah 06:14
    ——————-=============———–
    sama-sama

  2. senang rasanya masih bisa berkunjung di rumah sahabat di akhir pekan ini, salam dari kalimantan tengah 09:49
    ————==============———–
    terima kasih atas kunjungannya

  3. inget daun jati,,inget dikampung,,,,ah, sekarang jati2 sudah meranggas kering…
    —————-============—————
    sudah kemaraukah di sana?

  4. gugur untuk mengabdi..

    Nice~

    ^_^
    ————–================—————-
    karena siklus itu tak pernah putus

  5. gugur
    tak berarti sudah
    ————-=============—————
    justru baru langkah awal pengabdian

  6. ketika jati meranggas, menimbulkan keeksotikan tersendiri. apalagi di senja hari
    —————-============—————
    ketika di kampung halaman memang terasa banget, tapi di tempatku yang baru susah untuk melihat jati meranggas, karena pohon jatinya ditanam di daerah yang banyak air

  7. daun yg gugur kebumi
    menyatu lagi menyuburkan sang ibu

    —aku pernah nulis hampir mirip mas
    —————============—————–
    nyambung dong kalau begitu

  8. Salam hormat. Satu artikel yang memberi pengajaran berguna. Terima kasih
    ———-==============——————
    sama-sama

  9. buanglah aku wahai pohon, agar kau bisa bertahan hidup dan mengurangi pengeluaran. buanglah agar ku tetap mekar. aku busuk.
    aku akan ke tanah untuk dimakan kemarau dan semutsemut, bakteri dan jamur pengurai. untuk memberi makan dunia kita.
    —————-============————–
    mantap

  10. saya kok malah teringat dulu suka makan nasi bungkus pake daun jati 🙂
    —————-=============———————
    rasanya mantap, kan?

  11. memang jati tuh mantabs…harganya mahal dengan kekokohan pohonnya

    mampir ke blog kami
    ————-===============—————
    undangan tidak akan ditolak

  12. Yup, daun jadi rla luruh ke tanah demi kelangsungan batangnya. Bahkan luruhnya akan menjadi penyubur yang terserap oleh akar2nya.
    Bisakah kita seperti itu?
    ——————–===============———
    semoga bisa Mas Alam

  13. Aku kembali mencari daun jatiku yang kemaren tertinggal.
    —————–============—————–
    silahkan Mas Aldy, saya belum dapat daun karetnya

  14. belum pernah liat daun jati secara langsung 😀
    ———-============———-
    memang tinggalnya dimana? kok nggak kenal daun jati

  15. Tanpa selembar pun di tangkai

    mencoba memaknai daun yang bermetaformosis menjadi pohon.
    ————-=========————-
    daun menjadi pohon maksudnya bagaimana Pak mandor?

  16. ..
    Maksudnya berkorban ya pak..
    ..
    Perasaan masih musim ujan deh, jadi pohon jati belom meranggas..
    🙂

    ——————===================————–
    tunggu beberapa bulan lagi

  17. dan daun jatipun menguntai kisahnya… sebagaimana rose juga… ^^
    ————==========————–
    kisah pengorbanan yang mantap

  18. HIDUP Daun Jati!!.. 😀
    ————–================————–
    hidup sebelum rontok

  19. mesti dibaca berkali-kali nih biar ngerti maksudnya. hehe
    ————==========—————
    boleh kok, silahkan saja

  20. Sebenernya dia ga rela, tapi terpaksa jatuh karna waktunya sudah tiba. (sok tau banget ya?) hehe

    krikk!!
    ————==================————-
    rela gak rela harus tetap terjadi

  21. Mampir sebentar mencari kesejukan di sini
    ————–===========———-
    monggo Pak

  22. mencoba mengartikannya 🙂
    ————========——–
    cobalah sebisanya

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: