75 Komentar

Ojo Dumeh

Sebuah kata yang sangat sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam. Ya sangat sederhana, hanya terdiri dari dua kata dan 8 huruf.

Ojo Dumeh adalah falsafah jawa yang mengajarkan untuk tidak berlaku sewenang-wenang terhadap sesama, lerlebih lagi terhadap orang yang berada di bawahnya. di bawahnya bisa berarti di bawah status ekonominya, di bawah status sosialnya atau memang di bawah kendalinya secara langsung.

Ojo dumeh, kira-kira kalau dicarikan padan katanya dalam bahasa Indonesia adalah jangan mentang-mentang. jangank sok, jadi ojo dumeh sugih (kaya) terus seenaknya saja menganggap orang miskin sebagai klilip, mengganggu pandangan yang harus disingkiri atau harus dipekerjakan sepanjang hari.

Sangat simpel dalam pengucapan, sebuah warning buat kita semua, tidak hanya yang sedang mendapatkan keberuntungan berupa kekuasaan maupun kekayaan.

Yani Sardjono mengolah dua kata ini menjadi sebuah karya setebal 271 halaman. naskah aslinya sebenarnya tidak berjudul Ojo Dumeh, tetapi dimuat secara bersambung di harian Republika dengan judul Kesaksian Kali Winongo. sebagian besar kisahnya memang berada di pinggiran Kali Winongo dan bahkan akhir yang tragis berada di gua Kali Winongo.

Kisah ini menceritakan wong gede dan wong cilik yang lupa nasehat nenek moyangnya.

Gaya pengisahannya yang memasukkan wartawan sebagai pencerita dan sekaligus tokoh yang selalu menyertai seorang Kusni yang mantan orang miskin berpenampilan sangat menawan, pulang kampung meraih simpati warga untuk menjabat sebagai kepala desa, namun juga sekaligus balas dendam terhadap kemiskinan dan orang yang dulu pernah merendahkan martabatnya ketika miskin.

Kusni sangat dendam dengan siapa saja orang kaya yang jumawa, yang tak mau membagi kekayaannya kepada orang lain.

Bagi yang ingin tahu lebih lanjut silahkan melacak sendiri Ojo Dumeh (Kesaksian Kali Winongo). Namun mohon maaf ini termasuk buku yang sudah tua, jadi mungkin susah untuk mendapatkannya.

Comment navigation

Newer Comments →

75 comments on “Ojo Dumeh

  1. Wah, tulisannya inspiratif sekali. Saya benar-benar kesodok nih… tengkyu banyak mas!
    —————–==========————-
    sama-sama

  2. hehehh salam kenal🙂 yups setuju
    ————–===========———-
    salam kembali

  3. Just want to say what a great blog you got here!
    I’ve been around for quite a lot of time, but finally decided to show my appreciation of your work!

    Thumbs up, and keep it going!

    Cheers
    Christian, iwspo.net

  4. siph, nice inpo untuk rekomendasi bukunya😀
    ————–===============————
    silahkan dilacak

  5. kalo menurut saya pak ‘ojo dumeh’ gak cuma berlaku kepada mereka yang kaya raya, pintar ato ganteng, cantik…

    ojo dumeh juga bisa berlaku bagi mereka yang miskin. misalnya ojo dumeh miskin, kemudian menghalalkan segala cara untuk cari makan.

    ojo dumeh bodo, tidak mau belajar menjadi lebih baik..

    begitu menurut saya pak..🙂 semoga berkenan.
    —————==============————–
    sangat setuju

  6. Pak, saya malah baru tau artinya
    Maklum asli urang sunda abdimah🙂

  7. Buku yg menarik tentunya, isinya bukan bahasa Jawa Kang mas?
    ———————====================————
    settingnya saja yang jawa, sebagian besar Yogya, kemudian sedikit Semarang dan Temanggung

  8. kalau anak sekarang nyebutnya jangan alay😀 pokoknya ojo dumeh..yup betul.. biasanya orang miskin jika sudah kaya malah tambah dumehnya 😀
    ———————–=================—————-
    lupa darimana asalnya, hingga lupa diri

  9. Pasti penuh dengan pengorbanan karena harus melawan kesewenang-wenangan
    ————–=============————
    tentu hal itu perlu dilakukan

  10. Pasti isinya sangat mengharu biru. Penuh Pengorbanan untuk bisa melawan kesewenang-wenangan

  11. […] Dan kamis pertama ini LJ mendapat kehormatan untuk menayangkan tulisan dari seorang sahabat bernama Sunarno Sahlan. Beliau adalah seorang Guru serba bisa, mengajar matematika, biologi, menulis puisi dan menulis […]

  12. ojo dumeh … puniko welingipun ky Bodro noyo gih pak
    —————–==========————
    nggih leres niku

  13. Berkunjung di malam hari, selamat malam empunya blog😀
    —————============————
    selamat malam

  14. Sepertinya bukunya menarik. Apakah semenarik Ronggeng Dukuh Paruk? Yang menceritakan kehidupan sehari-sehari dengan sebenar-benarnya dan sederhana.
    —————-================——————
    banyak berkisah tentang kehidupan kelam di Yogya dengan dunia preman (settingnya belum kenal preman tapi istilahnya gali)

  15. biarpun gak dapet bukunya, bisa dapet info di postingan ini, ya ojo dumeh pak heheheh
    ———————==============————-
    okelah

  16. ohh itu ojo dumeh ya pak namanya, heheh baru tau aku.🙂
    —————–==============——-
    maka kuberitahu

  17. siiip!!!!!!
    ojo dumeh…
    ————-============———–
    siiiiiiiiip juga

  18. . i like your notes🙂
    ————–============————-
    sip

  19. ojo dumeh, singkat padat dan jelas maknanya😀 harusnya bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari2😀
    —————-==============————
    harusnya begitu, tetapi lebih banyak yang lupa dan lebih banyak lagi yang melupakan

  20. ojo dumeh jadi inget dosen saya yang membahas tentang KUP….
    —————==========———-
    KUP itu apa?

  21. skrinshoot bukunya mungkin pak?
    ————–========———–
    ya

  22. Hidup seperti roda yang berputar … kadang diatas dan kadang di bawah …
    jika di atas .. yah ojo dumeh – dumeh …
    benar sekali pak …
    —————=============————
    bahkan ketika di bawah pun juga ojo dumeh, jadi tetap pas falsafah ini

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: