62 Komentar

REALITAS IMAJINATIF 2

Dua almari buku yang satu virtual yang satu kasat mata, kulihat-lihat kembali isinya. Sebagian besar adalah buku-buku fiksi. Ada yang berlatar sejarah masa lampau, ada yang kekinian bahkan ada pula yang mengambil setting masa yang akan datang.

Remy Silado dengan kekhasannya banyak mengambil setting orang-orang cina perantauan, semacam Cha Bau Chan, Kembang Jepun, Laksamana Chengho. Ada Ahmad Tohari yang kental dengan setting pedesaannya terwakili terutama dengan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Dan masih banyak lagi buku-buku fiksi yang lainnya.

Dari dua almari buku tersebut kucoba menelisik kembali adakah kata-kata yang tertulis di dalamnya bahwa kisah ini hanyalah fiktif belaka, kalau ada kesamaan …., ternyata kutemukan seratus persen tidak ada. Padahal jelas-jelas buku-buku itu adalah buku fiksi.

Kembang Jepun yang mengambil setting Surabaya dengan kehidupan masa revolusi justru terasa nyata padahal tak ada jaminan benar tidaknya. Atau Langit Kresna Hariadi yang membedah sejarah Majapahit dengan beberapa jilid novelnya yang oleh salah seorang pengantarnya dijelaskan bahwa nama-nama yang dicantumkan oleh Langit ada beberapa yang nama fiktif, namun masih relevan dengan jamannya. Bahkan dalam novelnya yang berkisah tentang masa awal Ken Arok dengan Singasarinya ternyata membuat setting yang jauh berbeda dengan keumuman para penulis yaitu dua setting sekaligus dalam satu buku, setting masa lalu dan setting masa yang belum kita lalui. Masa lalu dengan tokoh-tokoh nyata Ken Arok dan tokoh fiktif yang jauh lebih banyak dan masa yang belum kita lalui semua tokohnya adalah fiktif, namun Langit Kresna tak memberikan sedikitpun ruang yang menjelaskan bahwa karyanya ini fiktif belaka.

Senopati Pamungkas sangat sakti bahkan jika dilakukan pertarungan sejati sanggup mengalahkan Brawijaya sang penguasa Majapahit, namun justru lebih memilih menyingkir dari hiruk pikuk keraton. Padahal gelar Senopati Pamungkas diperoleh karena dianggap yang telah mengakhiri dan memberikan kemenangan yang gemilang pada peperangan penuh tipu muslihat mengalahkan pasukan Tartar yang hendak membalas penghinaan Raja Singasari yang terakhir. Jika kita mencoba mengaduk-aduk buku sejarah maka tidak pernah kita temukan nama Senopati Pamungkas. Senopati Pamungkas adalah hasil rekaan Arswendo.

Bahkan ada pula yang nyata-nyata fiktif dari segi settingnya, namun beliu juga tidak mencantumkan kata-kata karya fiktif belaka, silahkan temukan di Negeri Senjanya Seno Gumira Ajidarma.

Jadi sebuah karya fiksi sebagian besar adalah realitas. Sebuah realitas yang diciptakan oleh para penulisnya berdasarkan rasa imajinasi masing-masing, sehingga menghasilkan karya realitas imajinatif yang kadang sangat luar biasa, kita bisa merasakan sebagai kisah yang lekat dengan keseharian kita, padahal belum tentu benar-benar terjadi.

Comment navigation

Newer Comments →

62 comments on “REALITAS IMAJINATIF 2

  1. imajinasi membuat alur cerita lebih hidup. sejarah akan menarik jika diceritakan dengan daya imajinasi yang tinggi tanpa merubah makna yang sebenarnya. sehingga pasti menarik bagi anak-anak sejak SD.

    saya paling suka akan sejarah. D-Day atau perang Eropa 1-2 sangat menarik walau berisi fakta-fakta sejarah. karena penuturannya yang begitu menarik rasa ingin tahu dan penasaran.
    ————–=============————
    pada dasarnya manusia itu menyukai kisah, cerita

  2. Kembang Jepun memang di Surabaya mas. Tapi soal sejarahnya saya gak begitu hafal.
    Salam hangat dari Surabaya
    ————–=================————–
    Remy Silado menceritakannya begitu, katanya nama itu masih ada hingga kini

  3. kok bisa ya mereka menciptakan dunia lain begitu?
    dengan begitu mudahnya tinggal berpikir aja.
    ——————–=============———-
    bisa saja, nyatanya mereka bisa

  4. kini saya menjadi gemar menulis dan membaca pa, selamat hari Guru, salam D3pd
    —————-=============————–
    terima kasih atas perhatiannya terhadap guru

  5. Assalamu’alaikum….
    Selamat hari guru yah pak…
    😀

    emm…. kalau menuliskan memang seharusnya gak di paksain…
    ehhehe keliahatan banget tulisan yg ngerjainnya di paksain sama yang enggak di paksain…🙂

    salam kenal
    dari blogger abnromal
    ————–=============————
    kalau nggak dipaksa nggak akan pernah jadi tulisan

  6. Saya membaca trilogi “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari, dan terlarut dalam perjalanan hidup Srintil. Kisah yang sungguh merobek hati …
    ————–===============—————-
    benar bu, srintil sebagai gambaran korban intrik politik

  7. sapa hari minggu mas ..

    semoga tetap semangat
    —————-============———–
    terima kasih sapaannya

  8. maaf OOT:

    Selamat Hari Guru 16 mei 2010, Mas Narno.
    aku selalu mengagumi Pahlawan Tanpa Jasa ini, yg tak pernah kenal lelah utk mencerdaskan bangsa.
    salam
    ————————=================————–
    terima kasih Bunda atas perhatiannya

    • Iya, aku juga ikut OOT, Mas Narno, numpang di komennya Bunda:

      Selamat ber-Hari Guru, Pak Guru, semoga terus bersemangat menuliskan banyak pelajaran di sini sehingga aku bisa ikut belajar.
      ————-=============———
      waduh kok, belajar dari saya apa ndak kebalik Pak

  9. tapi kadang saya gak memaksakan diri tuk menulis Pak
    ———————-======================———————
    tidak apa-apa, kadang-kadang saja kan

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: