57 Komentar

Sang Pemimpi

Hidup tanpa disertai dengan mimpi-mimpi, hanyalah mengalir begitu saja. Tak bakalan banyak kejutan-kejutan. Bahkan bisa jadi, tak banyak merubah keadaan.

Berawal dari mimpi, yang jika dirunut secara logika matematika sangat konyol, namun karena memelihara mimpi inilah, sesuatu yang tidak logis bisa menjadi nyata.

Andrea Hirata mengemas kisah hidup anak-anak SMA Negeri angkatan pertama di tanah Belitong. Kebanyakan anak-anak yang secara ekonomi orang tuanya tak mungkin membiayai mereka sekolah. Demi mengejar mimpi trio pemimpi Ikal, Arai dan Jimbron rela jam tiga sebelum subuh menjadi buruh ngambat (kuli pelabuhan), untuk meringankan beban orang tua dan juga sebagai tabungan.

Mimpi yang senantiasa dipupuk itu pulalah Arai dan Ikal selalu mendapatkan posisi garda depan (oleh pak Mustar, saat pembagian rapor peringkat 1 – 10 wali muridnya selalu dipisahkan duduk yang paling depan). Namun ketika Ikal menyadari betapa mimpinya terlalu tinggi dan menyelami kenyataan bahwa hidupnya akan kembali juga ke kampung, sebagai kuli, maka serta merta terlempar ke alam nyata dan terdepak dari garda depan. Posisi yang dipersembahkan untuk ayahnya kini menjadi 75, padahal sekolah tinggal satu semester.

Setelah kembali memeluk mimpi dan memupuknya terus, maka apa yang senantiasa didengungkan oleh Pak Balia, guru sastra nan mempesona tentang indahnya Sorbone, akhirnya menjadi sebuah nyata.

Ikal dan Arai sama-sama mendapatkan peluang ke Uni Eropa, diterima sebagai penerima beasiswa di Universite de Paris, Sorbonne, Prancis. Tentu perjalanan meraih mimpi yang penuh liku. dilewati menjadi tukang fotokopi di daerah IPB, tukang sortir surat di kantor pos dan kemurahan hati kondektur kereta api ekonomi Bogor Jakarta.

Sebuah kisah yang sangat berharga. Ada beberapa poin kemiripan dengan diriku. Karena mimpiku untuk kuliah hampir kandas, maka pada saat kelulusan SMA saya terdepak yang tadinya selalu masuk deretan garda depan terlempar ke posisi 22 dari 40 siswa. Posisi paling menyakitkan selama menempuh pendidikan dasar dan menengah. Dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Dan ketika mimpi itu kusulam kembali, maka saya pun harus bersedia menjadi tukang ketik dekat kampusku agar ijazah sarjana bisa pula kuraih.

Comment navigation

Newer Comments →

57 comments on “Sang Pemimpi

  1. Menyulam mimpi, salut saya pak Narno – salam sukses selalu
    ————===============————
    sedikit demi sedikit meski tak mudah

  2. Mimpi menguatkan kita, apalagi disertai dengan keyakinan
    ————–==============———–
    untuk mewujudkan mimpi harus yakin, kalau tidak akan patah sebelum melangkah

  3. Kita memang harus punya mimpi, untuk mendorong kita meraih mimpi tersebut. Tanpa mimpi kita tak punya panduan untuk bergerak ke arah mana
    —————=============————
    dengan mimpi-mimpi itulah arah yang akan kita tuju dikendalikan

  4. jangan pernah takut untuk bermimpi. sebab, bagaimana mungkin kita akan dapat melakukan/meraih sesuatu jika bermimpi pun kita tak mampu …
    tentu saja disertai dengan usaha untuk mewujudkan mimpi2 kita kan, Pak …
    —————-================———–
    untuk mewujudkan mimpi haruslah sinkron antara tiga hal: usaha, doa dan tawakal tanpa melepaskan salah satunya

  5. uda nonton filmnya…🙂

    bermimpilah maka TUHAN akan memeluk mimpi2 mu **arai
    ———————–==============———
    tentu harus diimbangi dengan usaha yang sungguh-sungguh

  6. saya blom pernah membacanya… kek semacam laskar pelangi ya temanya… ^^
    ————–===============———–
    seri berikutnya dari Tretalogi laskar pelangi

  7. memiliki mimpi yang indah dan berusaha menggapainya dalam kehidupan nyata
    ————=============————
    alhamdulillah

Comment navigation

Newer Comments →

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: