35 Komentar

Mencabut ikrar (Re Post)

di malam sepi membunuh puisi
di atas redup lilin selembar demi selembar
kusudahi saja mimpi-mimpi
mimpi puisi, rindu puisi
kukubur dalam benaman ilmu biologi
biar biarlah tak ada lagi puisi
ilmuku ilmu pasti bukan imajinasi

saat temanku ijab qobul dipelaminan
kutalak puisi bukan karena iri
imajinasi gelap bikin aku ngeri
satu puisi seribu arti
satu puisi seribu tak kumengerti

puisi tak mau pergi menyelinap kembali
tak peduli talak janji yang dulu kuingini
haruskah kucabut kembali?
Aku tukang puisi?

Kuningan, 24 Januari, 2009

35 comments on “Mencabut ikrar (Re Post)

  1. puisiners sejati seperti ini indahnya, tiap kata terangkai indah…๐Ÿ™‚ ok ga gitu ngerti bahasa puisi tapi ok merasa ada kesamaan dalam judul xixixixi…

  2. puisi,
    satu kata berjuta makna
    puisi,
    dari imajinasi jadi pasti

    puisi,
    deretan huruf yang berarti
    puisi,
    pesan hati dalam kata

    puisi
    irama keluh pada dunia

    SABUDI “sastra budaya indonesia”
    mari kita jaga bersama!

  3. dalem banget artinya.. coba deh aku bisa bikin puisi gini, pasti nilai bahasa indonesia ku bagus..

  4. buat pembelajaranku untuk masa depan..
    supaya lebih teliti dan mengerti..

  5. puisinya diatas cerita tentang apa pak?

  6. Menalak puisi sama saja membunuh imaji dan menenggelamkan mimpi2..๐Ÿ™‚

    *komen gak nyambung*

  7. Menalak satu puisi bagai menalak seribu arti
    Satu arti pergi masih ada arti lagi
    masuk kedalam relung-relung hati
    membangkitkan kembali imajinasi dalam diri

    Biar aja mas, gak usah ditalak, Bisa menjadi teman diri dikala sendiri…. atau bahkan denga teman bisa berbagi…

    Blog yang lama piye mas???

    My last blog Diet;Berat Ideal vs Bentuk Ideal

  8. jikalau kau ingin mencabutnya untuk keputusan yang lebih baik cabutlah
    —————===========———–
    oke

  9. setiap orang bisa menjadi penyair pada masa-masa tertentu, apalagi pada masa yang mengharuskan mereka membuat sebuah pilihan-pilihan dan menjalani sebuah penderitaan hati.
    —————==============—————
    begitukah? saya tak tahu akan hal itu

  10. aku harus mengulangi membaca lagi, karena bagus, bagus walaupun sepertinya pernah di post pada blog sebelumnya.
    kok gak habis heranku pada pilihan katanya
    —————–=============————–
    semuanya mengalir begitu saja kok Pak Budi

  11. Blog sing lawas trus piye nasibe pak?
    —————-=========—————–
    ora biso dibukak maneh

  12. puisi bagus… harus ikut lomba internasional tuh…:D

    visit me..:D
    http://toka-tiki-toki.blogspot.com/2009/02/malam-ini-aku-merenung.html
    —-+++—-
    jangankan tingkat internasional, level RT pun tidak berminat ikutan

  13. saya suka juga mengungkapkan kegelisahan dengan puisi dan selalu berpikir untuk berhenti dari kebiasaan itu..kunjungan balik saya mas..
    ——+++————
    antara keinginan berhenti dan kata-kata yang menyelinap saling berebut

  14. mas saya sependapat dengan mbak Ridu ….cabutlah bila itu akan membuat engkau bahagia ….tukang puisi satu kata banyak maknanya ..Makasih

    ——–++++++++——–
    terima kasih atas dukungannya

  15. wah..puitis-puitis. Sy ga sepuitis itu. But, nice words๐Ÿ˜€
    salam kenal ya.

    ———+++++———
    terima kasih, salam kenal juga

  16. Q SUKA PUISI, TAPI KENAPA YACH Q NGERASA PUISIKU GA DA APA2NYA DENGAN YANG LAIN JADI MINDER GITU DEH APALAGI PUNYA KA2….

    ——–++++++———
    minder itu artinya gak akan pernah jadi apa-apa

  17. Puisi adalah ekspresi dari pembuatnya sekaligus media baginya untuk menyampaikan pesan kepada mereka yang membaca.

    Apakah puisi diatas bermakna kecenderungan penulis yang suka dengan hobi membuat puisi tapi juga sedikit terhalang dengan aktivitasnya sebagai ahli biologi? Apakah menulis puisi menjadi dilema?

    ———++++++++———-
    sebenarnya bukan masalah pada biologinya, akan tetapi kadang kebingungan sendiri ketika membaca ulang puisi yang telah ditulis. maka “satu puisi seribu arti, satu puisi seribu tak kumengerti”

  18. namun diriku ingin selalu berimajinasi dalam puisi, dalam mimpi, dalam diri, dalam luasnya alam sang imajiner. karena dengannya aku tidak lagi berada dalam belenggu kepedihan. karena dengannya aku bisa lepas bebas.

    karena aku sang Imajiner
    (gak nyambung kah?he..he…)
    semangat terus pak Sahlan.

    ——–++++———
    nyambung gak nyambung yang penting tetap semangat

  19. “…satu puisi seribu arti

    satu puisi seribu tak kumengerti…”

    Ahh, puitis sekali!!

    —–+++++—–
    yang kurasa puisiku banyak memunculkan makna, dan banyaknya makna pun membuatku tak jarang makin tidak mengerti

  20. akur sama Menik,
    bagus mas puisinya

    ——++++——-
    terima kasih, akur

  21. biarpun bahasa puisi terkadang sulit dimengerti
    namun kata2nya selalu saja nancep di hati

    ——-++++———
    jadi tersanjung nih. terima kasih

  22. ha…ha….ha… ini dia pucuk dicinta ulam tiba. namaku Muhammad Fauzi Fakultas Biologi UNSOED angkatan 90, ken itu nama istriku Kentarsih sama UNSOED Fakultas Biologi angkatan 90…. salam alumni. kalau baca langsung bales ke kolom komentarku yah….
    ——–+++++++——–
    ya, saya ingat Mas Fauzi mantan petinggi di kampus dan mbak Ken, karena tahun berikutnya saya pun menjadi anggota BPM

  23. dan bila ia enggan pergi tinggalkan jiwa,
    aku takkan mengusir, aku takkan menghindar
    sebab jiwaku jga terpaut
    aku bilang aku tak kalah pada hasrat
    dan aku tak menang pada ego
    akan kulahirkan sajak2 meski ada yang tak suka
    —-+++—–
    setuju, takkan menghindar sebab jiwaku terpaut, tak kalah pada hasrat dan tak menang pada ego

  24. dengan puisi ungkapan hati bisa diwacanakan dengan manis…. (dari biologi mas?,…jangan-jangan satu universitas neh….)๐Ÿ™‚

    ——–+++——–
    entahlah aku sendiri tak begitu paham tentang puisi, hanya pingin nulis ya nulis saja. Mas kenuzi alumni mana? Saya alumni UNSOED 93

  25. Salam
    really nice poems, agak susah mencernanya ya๐Ÿ™‚
    btw salam kenal ya. trims sudah mampir di SENYAWA and semangat!!!

    —–++++———
    salam kembali. terima kasih kunjungannya, jangan bosan

  26. “puisi tak mau pergi menyelinap kembali

    tak peduli talak janji yang dulu kuingini

    haruskah kucabut kembali?”

    Kadang isi hati bisa terungkap dengan puisi.. kenapa harus mencabutnya?
    Mas bisa membedakan ilmu pasti dengan imajinasi, tapi kadang hidup membutuhkan imajinasi untuk tetap membuatnya menjadi berwarna dan bermakna..
    [komentarnya nyambung kagak ne..๐Ÿ™‚ ]

    —-+++———-
    ya, aku jadi teringat pesan Pak Taufiq Ismail, alirkan ilmu biologimu dalam sajak dalam narasimu, maka engkau akan menjadi penulis plus. Ah, entahlah.

  27. Kadang makna kata-kata pergi entah ke mana, kecuali lewat puisi…๐Ÿ˜›

    —-++—–
    btul, kata-kata puisiku ngelantur kemana-mana entah makna, entah nyata

  28. Puisi memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sangat indah untuk mengungkapkan kebahagiaan ataupun kesedihan, sindiran, dan bisa mewakili semua perasaan. thanks.

    —-+++—–
    puisiku, puisi entahlah. perasaan yang campur aduk. Pokoknya thanks juga.

  29. Speechless.. when does that best.. so pull that words returns…
    greetings silaturahim…

    —–=+=+++—
    salam silaturrahim

  30. salam kenal juga, kawan. puisi-puisi di sini juga bagus. salam hangat.

    ——-+++——

    salam kenal juga. terima kasih atas kunjungannya

  31. cabutlah bila itu bisa membuat mas bahagia, dan biarkan semua yang kita miliki terbang bersama sayap malam.

    Ah kenangan itu tiba2 menyeruak tak ingin pergi, seperti rindu ini๐Ÿ™‚

    —-++—-
    belum lama aku ikut pelatihan menggali potensi diri, bahagia itu bukan berarti materi.
    semoga mengembara dalam puisi bisa membawaku bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: