11 Komentar

Purnama

memandangimu sepenuh hati
diufuk timur menyembul malu-malu
menebarkan rasa gigil yang menusuk
namun aku tak hendak beranjak
biarlah tetap memandangimu
bersama gigil angin kemarau

kuteringat masa lalu
saat-saat begini bermain
bermain bola di lapang seadanya
dua tiga hari lagi akan dibangun rumah
atau main jamuran dalam pengawasan
para orang tua yang bercengkerama
tak jarang petak umpet,

kini, semua itu telah hilang
berganti permainan berbahan listrik
tinggal pencet tak perlu berkeringat
apalagi bermandi cahaya bulan
bahkan tak sempat menengok purnama

inikah perkembangan jaman itu?

11 comments on “Purnama

  1. he he anak cucu kita, nanti kalau buat puisi tema dan diksinya apa ya pak.
    ———–=========————-
    masing-masing punya cara sendiri-sendiri untukl mengungkap tema

  2. purnama itu selalu cantik🙂

  3. konon, itulah perkembangan jaman

  4. sekarang Purnama malah jadi nama orang, bukan lagi bulan Mas😦
    salam

  5. Hmm… sepertinya apa itu bulan purnama pun mungkin banyak anak2 yang nggak tahu…

  6. bahkan tak sempat menenggak angin
    yang menyapa ketika aku bermain berlari

    ohoho, iya, gara2 perkembangan jaman… =.=”

  7. purnamanya udah abis pas gerhana kemarin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: