6 Komentar

Manusia merencanakan Tuhanlah yang menentukan

Keinginan untuk membukukan puisi-puisi dalam blog ini sebenarnya sudah sangat lama. Sejak sebelum migrasi ke kampungmanisku. Ada seseorang yang mendorong saya untuk segera mewujudkannya dengan menjanjikan siap mencetaknya. Bahkan badan hukum penerbitannya sudah lama didapatkan. Dia bilang tinggal aksinya saja.

Pelan-pelan saya coba untuk mengumpulkan kembali puisi-puisi yang terserak, kadang pula copy paste dari wordpress. Disamping itu saya juga telah meminta bantuan beberapa orang untuk turut menggoreskan kata-kata singkatnya dalam rencana antologi puisi ini sekaligus memberikan persetujuan judul untuk dicantumkan di sampul depan.
Naskah hamper siap, saya mencoba mengontak orang yang memberikan janji. Tiga nomor yang pernah diberikan pada saya satupun tak ada yang bisa dihubungi. Hati ini mau tidak mau was-was juga. Saya lanjutkan menelisik ke teman-teman, ternyata orang tersebut memang bermasalah, saya hanyalah salah satu korbannya.

Sempat turun semangat ditambah lagi sunarnosahlan kena semprit Mr WP. Dengan bahasa Inggris versi google saya coba mengkomukasikan kenapa saya kena semprit Mr bilang saya tak boleh memiliki link iklan. Tak tahu link yang mana, pokoknya saya harus nurut saja, mungkin adanya tamu asing yang banyak sekali menuliskan alamat webnya itu yang kemudian menyebabkan saya kena semprit.

Sangat lama keinginan itu terpendam, mencoba beberapa penerbitan ternyata juga tak mau menerima, saya paham alasan utamanya adalah segi profit.

Melacak peluang lain ada yang menawarkan indie, namun masih saja ada hambatannya. Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah disela-sela kewajiban yang lain membuka internet nyambung dengan seseorang yang kemudian bersedia memberikan bantuan. Rencananya awal bulan oktober.
Tak diguna tak disangka, ternyata akhir September yang berarti saya baru saja habis mudik lebaran bantuan itu telah datang, kalangkabutlah saya. Masih menimbang-nimbang percetakan yang murah, belum sampai ke negosiasi.

Masih mendapatkan kejutan lagi, hari rabu sepekan yang lalu ada tamu seorang penulis dari Yogya, ngobrol-ngobrol bisa menjembatani pencetakan buku secara indie. Maka segera naskah puisi segera dibawa ke Yogya untuk dipelajari. Kejutan itu masih berlanjut hanya selang semalam naskah sudah siap order bahkan hari itu juga dikerjakan jika saya bisa mentransfer ongkos cetaknya.

Hari jum’at saya sedang dibengkel ketika diminta untuk segera mentransfer sejumlah uang agar order segera dikerjakan. Dan betul jumat sore saya transfer uang, sabtu pagi cover sudah masuk ke email saya. Tinggal saya membubuhkan persetujuan.

Karena hari ahad percetakan libur, maka cover baru bisa naik cetak hari senin dan hari ini kamis buku sudah sampai di Kuningan rencananya besok pagi jum’at buku itu sampai ke tangan saya.

6 comments on “Manusia merencanakan Tuhanlah yang menentukan

  1. Benar- benar skenario Tuhan yang sangat indah.

    Bersyukurrr..🙂
    —————–============—————-
    alhamdulillah

  2. Udah jadi bukunya, Mas? Selamat, yaaa….. :
    ————-===============———————
    alhamdulillah

  3. ketika izin Allah swt datang, semuanya terlaksana dgn sendirinya ya Mas🙂
    salam

  4. Man purpose Allah dispose
    begitu kira kira🙂

  5. yang penting keep moving. jangan berhenti
    ——————–==============—————–
    semoga

  6. semua tepat pada waktunya,
    semangat mas..!😀
    ————-===========————-
    terima kasih Bundo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: