4 Komentar

Tersendat

Perjalanan ini terasa begitu pelan. langkah-langkah yang kulalui tak bisa bergegas. Meski aku juga tak mencoba banyak-banyak menengok kebelakang. Meniti hari dalam berbagai aktifitas membuatku tak fokus.

selangkah demi selangkah kucoba tetap berjalan. memilah yang bisa dipilih, melepas yang mungkin tak perlu direngkuh.

benar, ini adalah pilihanku sendiri. tak boleh mengeluh, tak pastas mengumpat, apalagi menggugat.

maka, biarlah langkah ini tetap kupilih, meski terseok

4 comments on “Tersendat

  1. Berdiri diatas kaki sendiri, InsyaAllah ada jalan…..

    trust to Allah…..
    ————-=============———-
    akupun yakin itu

  2. Bukankah kita semua memang sedang terseok-seok di jalan kita masing-masing..?

    tetap semangat mas..!😀
    ———===========————
    semangat itu senantiasa kujaga, terima kasih Bundo

  3. aku menemani langkahmu yg terseok ,Mas
    agar tetap kuat dengan niat dan putusan………🙂
    yg satu saat nanti, akan membuatmu melangkah dgn gagah….tak lagi terseok …….
    salam
    —————-===============—————-
    terima kasih Bunda, ketika dalam pilihan-pilihan maka kini kupilih mana yang lebih utama untuk dilakukan, dan mengeyampingkan yang kurang penting

  4. yang penting terus berjalan. Meski berputar- putar, meski lambat, meski terseok, karena kita tak pernah tahu mana yang lebih cepat sampai tujuan..🙂
    ——————===============————–
    betul, sepelan apapun perjalanan tetap harus dilanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: