10 Komentar

Bogor Aku Datang Padamu

Kabut, dingin, melewati puncak, diguyur hujan, dapat juara itulah angan yang sempat tergambarkan ketika kendaraan yang membawa kami meninggalkan pesantren menuju kota Bogor.

Di jelang subuh kami menerobos kabut setelah melewati puncak. Gerimis sama sekali belum kami rasakan di kota hujan ini. Subuh kami lakukan di rest area karena masih jauh dari kampus IPB, khawatir terlalu siang ketika sampai di tujuan.

Saat itu adalah hari jum’at saat acara Pesta Sains FMIPA IPB dimulai. Rombongan kami rehat sebentar di masjid untuk siap-siap mengikuti acaranya. Jam delapan acara dimulai dengan diikuti seribu lebih peserta dari berbagai tempat di tanah air. Ada beberapa yang sempat bincang-bincang sepanjang acara 3 hari di antaranya dari Kalimantan Timur, Sumatra Utara, Serang Banten, Jepara dan masih banyak yang lainnya.

Hari pertama setelah pembukaan tak disangka ternyata kami para guru pendamping telah disiapkan sebuah acara seminar, sementara anak-anak kami sedang berjuang memperebutkan posisi agar bisa masuk ke babak semi final. Adapun saya atas nama lembaga membawa tim Biologi (3 anak), Fisika (1), Matematika (1), Meteorologi (2). Sekolah lain bisa lebih banyak lagi karena ada beberapa cabang yang tidak kami ikuti.

Dugaan saya sebagaimana biasanya lomba di level kabupaten pendamping hanyalah duduk-duduk ngobrol sesama guru sambil berdebar-debar menunggu hasil perlombaan. Kali ini benar-benar beda. Seminar pertama adalah mengupas bagaimana agar guru menjadi profesi yang menyenangkan dan di sana ada seorang profesor yang dengan mantap menguraikan apa dan bagaimana guru mengajar yang menyenangkan itu.

Selepas sholat dhuhur kami masih disuguhi seminar yang menjungkirkanbalikkan pemahaman kita selama ini tentang suatu produk aditif pada makanan. Dikupas habis oleh seorang profesor ahli bikiomia pangan. Tema yang diangkat adalah Umami (semoga bisa diposting tersendiri nanti).

Anak-anak ternyata baru mulai perlombaan setelah shoalat duhur. Entah apa acara sebelumnya saya tidak tahu persis karena memang lokasinya berjauhan.

Malam belum juga meninggalkan senja, julukan kota hujan benar-benar kami rasakan. Deras benar-benar deras dan sangat lama berakhir entah jam berapa tak tahu persis karena saya segera terlelap oleh penat akibat perjalanan malam sebelumnya masih ditambah dua materi seminar yang tak sempat membuat istirahat.

Hari kedua babak penyisihan bagi anak-anak. Alhamdulillah ada dua team yang lolos yaitu Matematika dan Meteorologi. Sementara acara seminar masih berlanjut, namun kali ini lebih santai dan kami banyak yang memanfaatkan untuk saling ngobrol, karena materinya lebih banyak mengarah pada peserta lomba yang tidak lolos semifinal.

Seminar keempat terasa lebih pas lagi kalau audien yang lebih dominan adalah siswa. Karena materinya lebih banyak menggunakan game dan pembagian dorprize.

Satu dugaanku yang salah adalah ternyata di IPB sama sekali tidak dingin, bahkan jauh lebih dingin di tempatku yang memang di bawah gunung Cermai.

Hasil lomba tidaklah mengecewakan setidaknya masih ada satu jenis lomba yang nyangkut ke babak final yaitu meteorologi dan dipuncak acara diumumkan bahwa untuk cabang lomba meteorologi juara tiga oleh pesantren, juara kedua perwakilan boarding school, dan juara pertama pesantren lagi. Cabang lomba yang lain tak ada yang hasilnya seperti ini. Dan yang paling mendebarkan sekaligus menggembirakan adalah yang pertama itu adalah santri dari pesantren Husnul Khotimah Kuningan. Alhamdulillah, impian anak-anak terwujud meski hanya diwakili satu cabang lomba.

10 comments on “Bogor Aku Datang Padamu

  1. blog yang indah
    ————–==========————
    terima kasih

  2. ada juga niat ingin merasakan udara di Kota Bogor, semoga suatu saat bisa kesampaian🙂
    ————-==============—————
    amin

  3. saya malah gak denger lomba ini… ya beginilah kalau berada di pedalaman…kalaupun dengar paling cuma gigit jari

    sukses untuk pak narno dan anak didiknya
    ———-=============————
    daftarnya lewat internet Pak, semoga tahun depan pak Sastro bisa ikut

  4. sebenarnya, ada juga daerah bogor yang dingin kok. kan bogor luas juga lho. ha ha ha (pledoi orang bogor)
    ————–=============———-
    persepsi saya semuanya dingin ternyata di kampus IPB panas, kalau di puncak mungkin dingin ya

  5. Konsepnya bagus ya, Pak.
    Meski murid bertanding, guru tetap tak boleh santai. Guru malah dapat banyak tambahan ilmu🙂
    ————============—————
    alhamdulillah itulah yang saya rasakan, dan juga dapat bahan untuk postingan blog

  6. alhamdulillah..
    Selamat, pak! ^^
    ———–=============—————
    terima kasih

  7. Selamat ya Mas, HK bisa masuk final🙂

    orang tuaku di Bogor Mas, dan memang dinginnya hanya kalau malam saja atau turun hujan
    sedangkan siang hari tetap panas , mirip jakarta juga😛
    salam
    —————-===============—————–
    malam pun rasanya panas Bunda, saya sudah bawa sarung sama jaket jaga-jaga kalau dingin ternyata kedua tak terpakai

  8. Selamat buat anak didik HK yang telah berhasil menjadi juara..
    ————–===============——————–
    terima kasih

  9. wah ikut senang… selamat atas masuk finalnya om🙂

    salam kenal
    ————-=========—————–
    terima kasih

  10. Alhamdulillah, HK berhasil masuk babak final.

    Bogor meskipun sering turun hujan, di sana memang gak dingin mas.. hehhe tapi yang penting sudah dapat banyak ilmu dan pengalaman berharga ya.🙂
    ————-===============——————-
    alhamdulillah Bundo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: