17 Komentar

Jelang Senja

gerimis menderas mengetuk ngetuk
jendela hati yang lama membatu
di pinggiran peradaban yang tak ramah
kian renta digerogoti perjalanan waktu
dijejali tayangan hedoni, materi,
berdesakan berjubel dibatok kepala

gerimis tak juga menyisakan kering
meski kemarau jiwa tak segera terpuasi
oleh gelontoran budaya kian terbuka
nyaris tanpa mengenal basa basi
tak peduli negeri sendiri dikebiri
nyaris kehilangan jatidiri

gerimis jelang senja kian menderas
mengetuk ngetuk nurani
mempertanyakan makna diri
yang kian tak mengerti

(bukan kutuliskan saat senja namun dipagi ini antara 09.00 – 09.30 disela-sela tugas yang lain, meski judulnya jelang senja)

17 comments on “Jelang Senja

  1. Suka sama tulisannya,,
    Aku juga pecinta senja,,
    Gak tahu kenapa
    Ngerasa damai aja tiap lihat senja
    ————===================—————
    ya, tapi senja yang satu ini justru meresahkan

  2. iya nih… emang selama ini kemana aja mas? oya…buku anatologi cerpen kita udah jadi tuh… Mas narno mau beli gak?
    ————-============————
    per eks nya berapa?

  3. Jelang senja usia manusia, berhias gerimis yang menambah kegalauan hati, berkutat dengan kebingungan jatidiri…
    ———–==========———–
    sepertinya memang jaman tak lagi ramah

  4. ‘disela-sela tugas yang lain’ itu maksudnya renungan kloset kah??!?! :p
    ————============————
    entahlah, aku tak mengerti yang kau maksudkan

  5. jiwa pak narno memang selalu memesona
    terlihat dari untaian kata-kata indah yang tiada habisnya
    salam dari bumi dayak
    ——-======——-
    salam kembali dari bumijawa

  6. selalu mengagumi karya karya Mas Narno
    yang menyelipkan sepotong pesan

    semoga blognya gak hanyut lagi ya Mas๐Ÿ™‚

    salam
    ————===========——–
    terima kasih Bunda, semoga tidak terjadi lagi dan sekarang ini saya sedang belajar berpuisi lagi

  7. sebelum senja menenggelamkan dirinya
    sebelum malam datang menyapa

    Mari kita raih hari ini ^___^
    Selamat Pagii

  8. Wah,,benar-benar menghayati nih…๐Ÿ™‚

    Salam Persahabatan

    disave.wp.com

  9. Saya ngomentarinnya pagi-pagi gini mas, walaupun judulnya jelang senja.๐Ÿ™‚
    ———-==========———–
    monggo

  10. artikelnya sangat informatif bngtโ€ฆ๐Ÿ™‚
    ————–=============————–
    terima kasih

  11. two thumbs๐Ÿ™‚ kerennnnnnnn
    ————========————
    terima kasih

  12. Mengenang senja kemarin yang tlah berlalu..
    Dan akan terus berlanjut di senja senjaa kemudiaan…

    Selamat pagi senja.. Ehhhh..๐Ÿ˜€
    ————-=============———
    senja senantiasa berlalu kecuali di negeri senja

  13. Luar biasa hebat.
    Like๐Ÿ˜€
    ——–===———–
    oh ya?

  14. wah, bisa bkin puisi di sela tugas??? ๐Ÿ™‚
    ————================———-
    sesekali saja kok

  15. jelang senja..
    biasanya kalo menjelang senja, yang saya lakukan adalah makan mie sedap.
    tak lupa ngopi, dan ngrokok dikit.

    hehehe (^_^)v
    ————-=============———-
    bagi-bagi dong oom

  16. nice…
    —–===========———-
    makasiih

  17. Karya2 Pak Narno selalu luar biasa ..
    Inget dulu bikin puisi salah satunya pengen ngikut gaya Pak Narno tapi gak bisa wkwkwk.
    Maaf pak baru berkunjung lagi setelah blog saya hanyut karena “nyaris kehilangan jatidiri”
    he he
    Tks
    Salam
    —————–=————-
    lha kok mirip, saya juga hampir hilang dari peredaran karena sempat bingung mau diisi apa lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: