40 Komentar

Akhirnya Terserah Kau

semuanya hanya akan kembali menusuk ingatan
ingatan tentang janji-janji yang terucapkan
kueja lagi aliran sungai janji itu
yang sampai kini tak kumengerti
sebab teka-teki tidak sekedar butuh jawaban
juga pengertian

saat ini –kenyataan yang kuhadapi –
tak ada kata tersampaikan
ketika teka-teki lelah memecah batu-batu
kebisuan yang tak mau menetaskan sebutir kata
sekedar mengeja lagi aliran hati
yang tak pernah terlontarkan
ataukah telah tergadaikan?
tak ada yang menjawabnya
tak ada yang mendengarnya

mungkin tak kau mengerti
kebisuan itu semakin terasa menyakitkan
atau sengaja kau pendam dalam beku pualam?

pernah kukatakan: suatu waktu
jangan bohongi aku, jangan tipu aku, jangan…

bila tak ada yang kau sampaikan
takkan pernah kutahu maumu
dariku

akhirnya sebentuk keterasingan melingkari
tak lagi mampu memberi kepastian
kecuali
ketermanguan dalam angan

tidak lagi –
sekarang kukatakan: terserah kau

Purwokerto, 2000.

40 comments on “Akhirnya Terserah Kau

  1. yakin terserah saya..hehehehhe..😀
    ———-========—————-
    ya iyalah, terserahlah

  2. nice🙂
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

  3. i love ur post, keep share^^
    mampir balik ke website kami yaa…

  4. Wah bagus bagus puisinya, salam kenal ya Mas, Met tahun baru..:)
    —————==============================—————–
    salam kembali

  5. Ya begitulah janji2. Menyebalkan kalau ternyata manis dibibir namun beda dengan kenyataan di lapangan. Hanya bisa tersenyum kecut
    ———–============————-
    pasrah sajalah biar tidak sakit hati

  6. diksinya hebad
    ———===========————-
    nmgalir gitu saja

  7. Datang hanya ingin mengucapkan.
    Selamat Tahun Baru 2012.
    Semoga Tahun 2012 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amin.
    Salam persahabatan selalu.
    —————===============————-
    ya, semoga esok lebih baik

  8. Puisinya bagus pak …
    masih sama seperti yang dulu …
    jadi rindu dengan sahabat-sahabat blog yang lain.
    ————–================—————
    ini juga puisi lama kok, saya posting kembali, bahkan termasuk yang awal-awal saya ngeblog

  9. Selamat pagi pak …
    maaf baru bisa berkunjung …
    terimakasih banyak pak … sudah lama tidak blogwalking ..
    maaf karena saya baru bisa menggunakan jaringan internet hanya waktu libur saja (menunggu pulang kekota) dari tempat kerja …
    terimakasih atas pershabatannya selama ini …
    salam hormat dari Kalimantan Tengah.
    ———=============————–
    kalau saya sekarang lebih mudah, karena ganti modem yang lebih cepat aksesnya

  10. akhirnya sebentuk keterasingan melingkari
    tak lagi mampu memberi kepastian
    kecuali
    ketermanguan dalam angan..
    mantaaaaap nih kata-katanya🙂
    ————-==============——–
    terima kasih atas apresiasinya

  11. dan Akhirnya diam membisu he he. pasrah deh

    gimana kabarnya Kang Narno..? lama saya gak kesini.
    —————================—————-
    hanya tinggal pasarah bisa dilakukan, saya juga lama tak berkunjung, setelah migrasi saya menata dan melacak kembali teman-teman yang di blog lawas

  12. Baik, Pak… terserah saya, hehe… *ditimpuk
    ———–===========————–
    terserah Nisa aja mau apa

  13. sebab teka-teki tidak sekedar butuh jawaban, juga pengertian….
    hmm…
    ——=================———————-
    hmmm juga

  14. andai sya bisa memaknai lebih dalam lagi…
    ————–===================—————-
    boleh dicoba lagi untuk melekatkan makna

  15. bagus puisinya…makasih udah share ya
    ———————================————–
    sama-sama

  16. keren puisi nya😀 happy blogging😀

  17. Terserah kau… kau mau kemana saja…🙂 kerrreenn banget pak satranya..

  18. tersumbatnya komunikasi, memang selalu bikin lelah ya Mas….
    sepertinya terserah kau , malah menjadikannya semakin jauh dan tidak dimengerti …
    aku sukaaaa…banget puisi ini ,Mas🙂

    salam

  19. Mantap jaya mas,.,.,.,kunjungan pertama diblog ini mas,.,.,silahkan mampir ke blog ane.,.,🙂

  20. terserah kau, keren puisinya… sudah 3 kali aku membacanya…. ^_^
    ————==============—————-
    terima kasih atas apresiasinya

  21. dijanjiin nikah? waduh dasar laki gak tahu diri, hehe
    ————-=============—————–
    siapa juga yang menjanjikan nikah? wong saya laki-laki kok dijanjiin

  22. Beribu janji,
    Tak usah diharap lagi.
    Mending mikirin keluarga sendiri
    Akan makan apa hari ini…
    ————-=============————
    makanya kuakhiri dengan terserah kau

  23. akhirnya terserah kau..
    ngena banget mas..
    salam kenal ya🙂
    ————–==============—————-
    begitu ya, terima kasih

  24. up to u🙂
    ———–======———–
    begitulah

  25. jadi inget syair lagu… semua terserah padamu aku begini adanya……………………..
    ————-=============——-
    masih ingat toh, mantap lah

  26. bagus juga ni pak puisinya, apalagi di baik terakhir :sekarang kukatakan: terserah kau

  27. omiyan:
    karena masih tersimpan rapi
    juliach:
    lagi sedih aja waktu itu klo gak salah

  28. Koq keknya lagi frustasi gitu? Cheerrrr!

  29. puisinya cukup lama juga ya hampir 9 tahun hebat masih ingat

  30. siwi:
    ah biasa aja kali

    dewi:
    rasa penasaran boleh dituntaskan

  31. jd penasaran the story behind….😀

  32. Weitss.. Mantabs..!!😛

  33. dobelden:
    ya, suasana pemilu yang kadang malah bikin ngilu

    eMo:
    boleh dibaca lagi kok

    sarahtidaksendiri:
    tul, pasrah bukan sepasrah-pasrahnya, akan tetapi pasrah untuk semakin maju

    angga erlangga:
    salam kenal juga

    uki21:
    hutang? terserah yang memberikan makna

    indah rephi:
    lalu apalagi yng bisa dilakukan? karena tersumbatnya komunikasi

  34. lidah mmg tak bertulang, belum tentu janji ga bs dipegang… tp kata2 terserah itu spt deklarasi keputusasaan…🙂 nice poet pak🙂

  35. janji…….. apakah masih tetap di anggap hutang?
    hanya bagi anda yang memiliki janji tak pernuhi

  36. I’m speechless.. good… maknyooss…🙂
    Salam kenal…😉

  37. pasrah tp tetap berani…

    aQ jg sering githu, pas nengok2 lagi puisi2 dulu, ada bbrp yg kayaknya ttp asyik dbuat diposting, tp ada jg yg kayaknya jadul banget dan norak abis…hahaha…

    keep writing😉

  38. sumpah yg ini kerenn.. M baca² ulang lho..

  39. kayaknya emang pas untuk tahun ini pak, dan puisi itu cocok di sematkan ke caleg caleg yg akan berebut lendir DPR di senayan sana..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: