36 Komentar

MSG Berbahayakah?

Kuliner yang banyak ragamnya di masyarakat kita dikenal kaya akan rasa, karena umumnya kuat dalam menggunakan bahan-bahan penguat rasa. Tiap daerah memiliki jenis makanan khas sendiri-sendiri dengan citarasa yang khas pula. Kekhasan itu secara umum memanfaatkan bahan-bahan tambahan yang tersedia melimpah di masyarakat, terutama menggunakan rempah-rempah. Di samping itu sudah dikenal luas pula penggunaan penguat rasa produk pabrik yaitu MSG (monosodium glutamat), dengan berbagai macam nama pasar yang dikenal oleh masyarakat.

MSG atau dikenal dengan nama lain vetsin merupakan bumbu masak yang menambahkan rasa gurih. Di Jepang rasa ini disebut dengan rasa umami. Di pasaran termasuk jenis bahan tambahan pangan, oleh pemerintah Indonesia yang mengadopsi Organisasi Pangan dan Pertanian di bawah naungan PBB (Food and Agriculture Organisation โ€“ FAO) tidak menentukan jumlah minimal konsumsi harian yang diperbolehkan. Artinya batasan diserahkan pada selera masyarakat, tanpa kekhawatiran akan terjadinya penggunaan yang melebihi ambang batas.

Ketiadaan ambang batas yang ditentukan ini mengacu pada keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan ADI (Acceptable Daily Intake), yaitu jumlah yang dianggap aman untuk dikonsumsi manusia setiap harinya seumur hidup. Dalam sidangnya di Belanda Februari 1987 memutuskan bahwa MSG tidak membahayakan kesehatan, asal dikomsumsi dalam batas-batas normal. Batas normal yang dimaksud sama halnya kalau mengkonsumsi garam, masing-masing individu dan atau keluarga akan membuat tetapan sendiri, tanpa mengacu pada aturan standar.

MSG merupakan garam natrium/sodium dari asam glutamat berupa serbuk kristal berwarna putih. Sifat-sifatnya tidak berbau, mudah larut dalam air, agak sukar larut dalam alkohol, sedangkan rasanya antara asin atau agak manis, lebih dikenal dengan rasa gurih/umami. Penambahan secara berlebihan dalam makanan akan menjadi self limiting, artinya justru menjadi tidak enak, dan pasti tidak disukai. Asam glutamat sendiri termasuk asam amino non esensial pembentuk protein yang banyak ditemukan secara alami dalam makanan.

Saat ini MSG dibuat dengan menggunakan proses fermentasi dari tetes gula (bit atau tebu, di Indonesia menggunakan tebu). Dalam proses fermentasi yang melibatkan bakteri Brevibacterium lactofermentum atau Corynebacterium glutamicum ini, pertama-tama akan dihasilkan asam glutamat. Asam glutamat yang terjadi dari proses fermentasi tersebut, kemudian ditambahkan soda (sodium carbonate), sehingga akan terbentuk monosodium glutamat (MSG). MSG yang sudah terbentuk ini, kemudian dilanjutkan dengan proses purifikasi (pemurnian) dan dikristalisasi, sehingga berbentuk serbuk kristal-murni, yang siap di jual di pasar.

Proses fermentasi yang melibatkan bakteri tersebut merupakan generasi kedua yang sudah meninggalkan proses hidrolisis yang merupakan awal mula sejarah pembuatan MSG di negeri sakura.

Pada tahun 2004 menurut wikipedia ajinomoto sebagai produsen utama penghasil MSG memproduksi 33% kebutuhan dunia, industrinya tersebar di 23 negara termasuk Indonesia. Bahkan saa ini Indonesia merupakan produsen terbesar yang sebagian besar hasil produksinya di ekspor. Perusahaan juga memperluas produk-produknya untuk konsumen langsung. Berbagai produk konsumen tersebut di Indonesia antara lain; berbagai bumbu masak siap pakai (masako, sajiku dan saori) dan minuman (Calpico dan Birdy).

Jika dihitung rata-rata konsumsi MSG rata-rata di Indonesia pertahunnya setiap orang mengkonsumsi 300 gram, artinya perhari tiap mencapai 1 gram. Jumlah ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang mencapai 790 gram, Korea 1250 gram, Taiwan 1800 gram, Hongkong 1300 gram dan Singapura 1600 gram. Jadi meskipun Indonesia merupakan produsen terbesar ternyata sebagian besar produksinya bukan untuk keperluan domestik, tetapi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Komponen utama MSG adalah 78% glutamat, yang merupakan salah satu asam amino pembentuk protein tubuh dan makanan. Unsur-unsur MSG lainnya juga tidak asing bagi tubuh dan dapat ditemukan dalam menu makanan sehari-hari, yaitu 12% berupa natrium/sodium dan 10% air.

Mengenai resiko penggunaan MSG banyak ditulis dalam berbagai artikel, namun minim dukungan ilmiah. Sebagian besar hanyalah berupa rumor berdasarkan asumsi-asumsi semata, bahkan lebih banyak disebut sebagai anekdot belaka. Karena MSG tidak akan terakumulasi dalam tubuh. Glutamat yang kita konsumsi sebagian besar berasal dari makanan dan kurang dari satu gram yang berasal dari MSG setiap harinya. Glutamat yang masuk ke dalam tubuh kita akan diubah menjadi alanin yang selanjutnya diubah lebih lanjut menjadi alpha ketoglutarat.

Salah satu resiko yang mungkin terjadi (didukung dengan fakta ilmiah) adalah timbulnya resiko hipertensi (darah tinggi), kaitannya dengan adanya komponen sodium (Na). Namun hal ini sangat kecil kemungkinannya karena kadar sodium dalam MSG hanya 12% jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan mengkonsumsi garam dapur. komponen sodium pada MSG hanyalah sepertiga dari garam dapur. Artinya resiko terkena serangan hipertensi dengan mengkonsumsi tiga kali lebih aman bila dibandingkan dengan mengkonsumsi garam dapur.

Baik garam dapur maupun MSG dikenal umum oleh masyarakat jika penggunaan ditingkatkan terus menerus maka pada titik tertentu justru akan terjadi rasa yang sangat tidak disukai, yang disebut dengan self limiting.

36 comments on “MSG Berbahayakah?

  1. saya klo masak g pernah pke MSG…
    mendink pke gula+garam….

  2. MSG yg tradisonal aja pak…
    campuran garam sm gula pasir to..
    hehehe
    ————–===============———–
    campuran garam sama gula pasir beda dengan MSG, menghasilkan sensasi rasa yang berbeda, bahaya msg lebih ringan bila dibandingkan bahaya garam terhadap resiko hipertensi

  3. mboke rangga malah tak pernah masak pake msg. repotnya kalo jajan dijalan. kalo ada msgnya mboke rangga bisa muntah
    ————-=========———–
    sing ngati-ati

  4. meski tdk berbahaya, saya cenderung membatasi pemakaian msg karena jika mengkonsumsi makanan yg mengandung msg kepala saya langsung nyut-nyutan.
    bersyukur kalau aman, soalnya msg merupakan penyedap utama bagi sebagian besar masyarakat indonesia.
    ————==============————-
    kemungkinannya itu salah satu bentuk alergi

  5. berarti yang penting tidak berlebihan gitu ya?
    ————-=============——-
    ya, secukupnya saja

  6. Terimakasih atas infonya untuk berbagi.

    http://www.disave.blogspot.com
    Sekalian tukaran link ya
    Sukses selalu
    Abed Saragih Blog

  7. saya masih inget waktu dulu ajinomoto terbukti mengandung minyak babi๐Ÿ˜ฆ baru kemudian ajinomoto ‘memperbaiki diri’ mereka dan mendapatkan logo halal untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun digunakan orang untuk memasak. memikirkan fakta itu lumayan menganggu bagi saya.๐Ÿ˜•
    ————–==============——————-
    ternyata info yang anda terima kurang pas, ajinomoto tak menggunakan minyak babi, sertifikasi halal dari MUI jauh sebelum kasus yang anda maksud ajinomoto sudah mengantonginya.

    Kasus yang sebenarnya adalah pada september 2000 PT Ajinomoto mengajukan kembali sertifikasi halalnya. 7 Oktober 2000, Komisi Fatwa memutuskan bahwa Bactosoytone tidak dapat digunakan sebagai bahan dalam media pembiakan mikroba untuk menghasilkan MSG. PT Ajinomoto Indonesia diminta untuk mencari alternatif bahan pengganti Bactosoytone. dalam tempo 2 bulan, di kalangan ulama sendiri terjadi dua pendapat antara yang menghalalkan dan mengharamkan, para ahli mikrobiologi pangan sependapat dengan ulama yang menilai halal, meskipun demikian Ajinomoto lebih memilih mengikuti keputusan MUI mengganti Bactocytone dengan mameno.

    dari BPPT menegaskan bahwa Bacto-soytone dibuat dengan cara hidrolisa enzimatis (pemecahan dengan enzim) menggunakan enzim porcine. Namun, kaidah ilmiah reaksi enzimatis maupun hasil pengujian POM menunjukkan, enzim porcine tidak masuk dalam struktur produk. enzim porcine inilah yang berkaitan dengan babi. Dimana letaknya Ajinomoto mengandung lemak babi?

    • oh ternyata begitu ceritanya… saya jadi paham. saya cuma menyerap informasi berita secara awam, jadi ndak mengerti secara detil. tapi sekarang jadi tau deh.๐Ÿ™‚
      ————–=========————-
      alhamdulillah

  8. Apapun kalau digunakan secara berlebihan pasti menyebabkan masalah … saya juga selalu mencoba menghindari, tapi memang biasanya sulit juga … apalagi kalau di jajanan๐Ÿ˜€
    ————-=============————-
    tak perlu terlalu takut, tingkat konsumsi MSG di kita masih jauh di bawah negara-negara lain seperti jepang atau Singapura

  9. Yang sudah terlanjur ketagihan kayak saya ini yang paling repot.
    Masakan kalau nggak dicampuri msg rasane hambar
    ————=============————-
    saya yakin Bu Mars meraciknya masih dalam batas yang aman, asal Pak Mars tidak rentan terhadap hipertensi

  10. Pake gula pasir aja sbg pengganti msg..
    ————–==============————–
    bukan pengganti karena rasanya berbeda, pilihannya ya atau tidak

  11. Komenku tadi kenapa nggak muncul ya?
    ——================————-
    ditelan sama si aki

  12. “Makanlah selagi lapar, berhentilah sebelum kenyang…”

    Hadits yang sangat relevan, yang jika kita korelasikan mungkin bermakna “Apapun, jika berlebihan dampaknya pasti buruk bagi tubuh”

    Salam,
    ——–==============——–
    cocok

  13. klo orang susah boro boro mikirin msg mas” dah makan aja dah sukur.. tapi aku dapet ilmu dari sini “thanks mas…lanjutkannn^^
    ———–============——-
    mari dilanjutkan

  14. Saya paling gak suka vetsin. Alhamdulillah.
    ———-=============———-
    itu pilihan masing-masing

  15. kak. . .

    makasiih ya telah memasang link idah. . .๐Ÿ™‚

    salam senyuum . . . ^_*
    ———–============———
    sama-sama

  16. jadi tau, kalau garam juga jauh lebih tidak bermanfaat bagi tubuh,
    jika berlebihan, secukupnya aja berarti yaa.
    ————=============———
    kalau kebanyakan rasanya juga tidak enak

  17. bagus sekali infonya pak, ternyata konsumsi MSG negara kita masih jauh dari negaranegara lain
    walaupun MSG tidak terakumulasi dalam tubuh, saya sendiri memilih menghindarinya, karena memang ada penolakan dari tubuh saya, selalu saja pusing dan mual setiap kali mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG
    ————-=============————
    itu berarti alergi Bu, ya perlu lebih berhati-hati

  18. segala sesuatu kalau dikonsumsi terlalu berlebihan pasti tdk baik efeknya untuk tubuh…jadi yang sedang2 ajalah….
    —————==============——–
    maka ambillah yang sedang-sedang saja

  19. tapi pada kenyataannya memang saya kalau makan yang tanpa MSg itu rasanya memang kurang sedap
    ————–==============———–
    itulah lidah yang sudah terbiasa

  20. indahnya berbagi seperti ini, bisa menambah wawasan dan ilmu baru bagiku……… ๐Ÿ™‚
    terimakasih krn telah berbagi Mas
    salam
    ————–============——–
    sama-sama Bunda

  21. makasih post mu….
    ——–=====————
    sama-sama

  22. Trimakasih pak Narno, penjelasan ini kiranya mampu mendampingi informasi pembentuk persepsi masyarakat secara proporsional, salam
    ———–=======————
    sama-sama Bu

  23. dari dulu sudah tahu kalo msg kurang baik bagi kesehatan. tapi ia ada dimana-mana, di bakso, di cah kangkung, di indomie, di sup dll…

    sepertinya tidak bisa lagi hidup tanpa Mono sodium glutamat ini๐Ÿ˜ฆ
    ————–============————–
    rupanya rumor lebih dipercaya daripada fakta ilmiah, sehingga belum selesai membaca sudah bisa mengambil kesimpulan padahal berkebalikan isinya

  24. kalo dhe gk salah ingat, postingan dulu pernah bapak posting kan yaa?? repost gitu ini ceritanya..๐Ÿ˜€ *semoga tebakan dhe gk salah*
    ——–========—————
    kalau disebut serial baru pas, pertama saya ingin tahu seperti apa pendapat umum tentang MSG kedua adalah kesimpulan dari yang pertama, kemudian yang ini adalah yang ketiga, artikel saya berlandaskan dari seminar yang pernah saya ikuti di Bogor

  25. Wah..jadi takut nih. Diingatkanakan MSG..kayanya banyak pada cemilan ya Pak..
    ————–=============————
    tidak perlu takut tingkat konsumsi MSG di negara kita masih termasuk rendah bila dibandingkan dengan beberapa negara Asia

  26. Para binaragawan menghindari garam yang berlebihan.
    Jadi, saya mau ah, hidup sehat seperti binaragawan, dengan mengurangi asupan garam.๐Ÿ˜€

  27. kalo di rumah saya, msg diganti sama gula pasir๐Ÿ˜€

  28. sya biasa pakai sedikit sob….
    thx ya share-nya…!
    ———–===========————-
    sama-sama

  29. waaaaaaah. . .manis bener kampungnya?๐Ÿ™‚

    ibuku jarang menggunakan MSG kalau masak. . .๐Ÿ™‚
    akuu juga jarang jajan di luar. . .๐Ÿ˜€

    terimakasih telah berbagi kak. ..๐Ÿ™‚
    ————-============————-
    silahkan itu pilihan masing-masing, terima kasih telah berkunjung

  30. Anak saya perempuan usia 3,5 th alergi dgn chiki2an, spt potato, taro, dll. Setiap makan panganan ringan itu pasti lgs batuk. Apa sy bs berkesimpulan kalau anak saya alergi MSG?? Karena panganan tsb kan mengandung byk sekali MSG pastinya
    ———–============————
    alergi itu bukan karena makanannya, akan tetapi adanya penolakan dari tubuh seseorang terhadap suatu hal dan tidak bisa digunakan sebagai parameter bahwa suatu produk berbahaya buat siapa saja, disamping itu alergi hanya pada orang-orang tertentu oleh hal yang tertentu pula, sebagaimana ada yang alergi dingin bukan berarti dingin berbahaya bagi semua orang

  31. kalau menurut kuliah “mikrobiologi industri” yang saya dapatkan di kampus, total batas aman penggunaan msg yang bisa ditolerir oleh badan kita sebatas 2g/ hari. secara ilmiah mungkin belum banyak yang mengkaji soal bahaya msg lebih lanjut, dan disebutkan termasuk produk yang aman dikonsumsi dalam batas kewajaran.tapi untuk saya pribadi tidak atau sangat mengurangi konsumsi msg karena mengalami alergi&pusing, sehingga untuk kelezatan masakan yang saya buat bersumber dari bahan makanan yang dapat menghasilkan ekstrak glutamat secara alami. ex daging ayam, sapi, ikan, dan tomat.

    http://yosuaandri.wordpress.com/2011/02/25/msg-by-dr-meti-metiani-via-twitterlive/
    artikel diatas cukup menguatkan tulisan kontroversi msg di atas. \(n.n)/

    salam
    =)
    ————-============———
    tingkat konsumsi di kita masih di bawah cina dan Jepang, jika konsentrasinya dinaikkan maka rasanya justru menjadi tidak disukai, terima kasih telah menambahkan referensi.

    • Sebagai calon ahli gizi, lebih baik mencegah daripada mengobati, karena sudah dibuktikan berbagai penelitian bahwa efek dari penggunaan msg berlebih per individu (bukan dilihat dari tingkat konsumsi negara) yaitu >2g/hari dalam jangka panjang dapat mengakibatkan masalah bagi kesehatan utamanya kerusakan jaringan sel hati yaitu perlemakkan hati bahkan sirosis hati. Bisa dicari, banyak penelitian terkait efek jangka panjang msg terutama penelitian luar negeri. Intinya boleh pemakaian msg, asal tidak berlebih. Terimakasih๐Ÿ™‚
      ———–=====================————
      sepertinya pemakaian 2g/hari itu tidak akan terjadi pada satu orang tapi itu sudah konsumsi satu keluarga, karena semakin ditingkatkan jumlahnya bukannya semakin menarik justru yang terjadi adalah semakin tidak enak, alias sampai pada titik jenuh

  32. Terimakasih telah berbagi Kawan.
    ————-==========———–
    sama-sama kawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: