15 Komentar

Satu Jam Menulis serentak Milad FLP

Mencoba menengok kembali sebentar perjalanan ini. Langkah yang telah kupilih di awal abad ini. Sebuah perjalanan nan panjang berkelak-kelok, dengan pernak-pernak yang makin membuat indah pelangi. Timbul tenggelam dalam keniscayaan perjalanan.

Sebuah jalan yang tak banyak dipilih oleh orang kampung seusiaku. Teman-teman sepermainan lebih suka berkutat dengan pekerjaan yang jelas hitungan akhir bulannya. Sebuah rutinitas yang menjanjikan secara faktual. Tak seperti pilihanku yang waktu itu adalah seorang pekerja lepas dengan angka-angka tergantung seberapa banyak pemberi order menyerahkan pekerjaannya padaku dan akhirnya ditentukan oleh seberapa sanggup aku melaksanakan order yang kemudian disepakati.

Di sela-sela aktifitas seperti itulah aku masih mencoba rehat sejenak dengan ngulik huruf sesukaku. Keisengan itupun berlanjut mencoba peruntungan di media massa. Alhamdulillah nongol juga beberapa cerpen di media lokal. Radar Banyumas namanya.

Meski aku seorang lelaki namun aku juga suka membaca sebuah majalah remaja yang waktu itu lebih terkesan sebagai majalah remaja wanita, meskipun sebenarnya tidak. Majalah ini lebih banyak memberikan ruang penulisan fiksi bagi siapapun yang ingin berkontribusi. Dan memalui media inilah kemudian dipublikasi secara luas dibukanya sebuah forum yang menaungi para pecinta kata yang suka menuangkannya dalam bentuk karya-karya yang sejalan dengan nafas Islam.

Mencoba kembali untuk menambah pengetahuan, pengalaman dan persahabatan, maka akupun turut mendaftarkan diri ke dalam forum ini. Dan entah atas pertimbangan apa teman-teman kemudian memilihku untuk memimpin mereka dalam level tingkat daerah.

Awalnya cukup banyak memang yang turut berpartisipasi. Kegiatan pun berjalan sangat semarak, penuh semangat. Meskipun rata-rata masih dalam taraf belajar. Namun keindahan ini tak berlangsung lama, pelan-pelan satu persatu mengundurkan diri atau bahkan menghilang. Seribu satu alasan bisa dikemukakan. Itupun tak hanya para anggota bahkan pengurusnya pun satu persatu mencari alternative dalam dalam pilihannya.

Kampus terdekat yang menjadi sumber utama penghasilanku membuka fakultas baru yaitu Pendidikan dokter dan beberapa program magister. Hal ini berdampak langsung terhadap order yang masuk sekaligus berdampak pula terhadap aktifitasku di forum yang telah kuikuti. Order semakin menumpuk aktifitas di forum semakin kendor ditambah lagi dukungan teman-teman di daerah yang juga semakin jalan sendiri-sendiri. Hanya satu kali mencoba peruntungan di Annida yang kemudian diikutkan dalam Antologi Limabelas Penulis FLP Jawa Tengah.

Akhirnya aku sendiripun hengkang setelah berusaha menghidupkan kembali forum dengan membentuk kepengurusan baru.

Di tempat yang baru aku tak segera menemukan komunitas sejenis. Masuk ke area rutinitas dengan angka yang pasti di tiap awal bulan. Ya, karena aku menjadi staf pengajar di sebuah pesantren yang memiliki santri cukup banyak yang berasal dari berbagai daerah di nusantara ini.

Beberapa tahun kemudian bertemu dengan rekan yang sekomunitas. Ada yang dari Yogya dan ada pula yang dari Jatinangor. Kami sepakat untuk kembali menghidupkan forum ini di tempat yang baru. Meskipun kami berasal dari luar daerah tapi sebenarnya hanya aku saja yang benar-benar pendatang, sedangkan yang dua adalah pulang kembali selepas studi.

Alhamdulillah sampai saat ini telah bergabung beberapa orang yang sedang semangat untuk tumbuh menjadi penulis.

Sebenarnya malu aku untuk mengurai perjalanan ini. Sebagian besar orang-orang yang kukenal dalam forum ini telah banyak menghasilkan karya, sedangkan aku masih berkutat di lembaga internal yang berperan sebagi editor (aku lebih suka menyebutnya ngobrak-abrik huruf) sebuah bulletin pesantren.

Salamku sekaligus permohonan maafku karena aku tak banyak berkiprah di forum ini dan lebih banyak berkutat pada pekerjaan pribadi kusampaikan pada Mbak Intan, Mbak Yeni Mulati, Teh Imun, Mbak Helvy, Mbak Rahmadiyanti, Kang Abik, Kang Infan, dan yang lainnya yang tak bisa kusampaikan satu persatu.

Kalau sobat mau tanya karya apa yang sudah aku hasilkan. Silahkan obrak-abrik saja blog ini maka semuanya akan diketemukan karena memang jari satu tangan saja tak akan habis untuk menghitungnya.

Dan mohon maaf pula, bahwa postingan kali ini dibuat sambil mengerjakan tugas dalam rangkaian test penerimaan santri baru Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Yang pelaksanaannya bertepatan di hari ini ahad, 26 Februari 2012, aku sebagai perwakilan daerah di Jawa Tengah (Semarang).

15 comments on “Satu Jam Menulis serentak Milad FLP

  1. ikut FLP iah? hehe😀 keren🙂

    salam kenal kak🙂
    ————–==============————
    ya begitulah, salam kenal kembali

  2. wew.. hebat sekali perjalanan menulisnya.🙂
    ————-===========——–
    apa iya?

  3. kunjungan balasan pak =D
    *assalamualaikum ^_^
    —————–=============————-
    waalikum salam

  4. guru, penulis…. dobel pahalanya🙂

    sukses selalu
    ————-==================————
    amin

  5. senang sekali berkunjung dan membaca-baca tulisan Pak Narno yang asyik ini, salam kenal ya Pak, dan salam kreatif selalu….
    ——————==================————-
    salam kenal kembali

  6. Multiprofesi Pak Narno sangat memotivasi untuk selalu menjadi seorang pembelajar.
    Salam hangat, Pak.😀
    ————===============————–
    terima kasih

  7. saya juga pengen tuh jadi santri FLP, gmn caranya dan kapan ya😀
    —————–====================—————
    tinggal diatur saja

  8. dan tulisan yg katanya tak habis dihitung dgn jari satu tangan itu, semuanya sangat indah…. 🙂
    dan, akupun beruntung telah mempunyai buku2nya, baik berupa cerpen fiksi maupun kumpulan puisi dgn kata2 indah penuh makna
    terimakasih Mas Narno
    selamat beraktifitas…..
    salam
    —————–=================—————–
    karya yang masih sangat sedikit Bunda

  9. pengen juga kalo tulisan muncul di koran, tapi gak tau kapan??/
    —————====================—————-
    silahkan dicoba

  10. setiap membaca tulisan di blog ini saya selalu rindu dengan pak narno.. duh alangkah senangnya kalau bisa ketemu, saya akan menjadi santri untuk belajar menulis
    ————-===================————–
    Pak Budi ada-ada saja, saya juga masih belajar kok

  11. Rasanya ingin juga tulisan saya muncul di koran…
    Tapi belum sempat nulis😀
    Terlalu sibuk mengikuti audisi antologi😀
    ————–===================————
    semoga antologinya segera terbit

  12. Guru dan Penulis.. paduan yang manis..🙂

    FLP Chayoo..!!
    ————–================————-
    terima kasih

  13. Oh Pak Narno guru dan sekaligus entrepreneur ya? Wah hebat Pak..Duanya bergerak di sektor membantu orang lain🙂
    —————–===================———————-
    masih kurang bisa berkembang kok yang satunya

  14. radar banyumas, hmm..🙂

    aku gak pernah tau rasanya punya tulisan muncul di koran.
    ——————-========================——————–
    rasanya manis juga pahit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: