5 Komentar

La Yatakallam

la yatakallam. Jangan ngomong. Adakah diantara saudara saudara yang hampir tiap pekan mendengarkan kata tersebut? Tapi kenapa banyak terjadi yang sebaliknya?

5 comments on “La Yatakallam

  1. Banyak mendengar tapi tidak diamalkan, disitu pangkal masalahnya😦

  2. cambuk untuk lebih baik ke depannya

  3. Mungkin mereka ingin sholatnya Lagho, Pak Narno…😛

  4. jika tidak bisa bicara yang baik, maka lebih baik diam.
    tapi seringnya si aku ini bicara karena semata ingin eksis😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: