9 Komentar

Melancong ke Borobudur

tak kutemukan sebentuk kabut
membelit deretan batu-batu
meski dalam ketinggian bukit

mendaki undak-undakan batu
menguras segenap keringat
membakar glukosa darah
setengah terengah

belajar sejarah
membaca relief
memandang puncak stupa

lalu lalang para pelancong
menyemut menuju puncak
saling potret di samping batu
di antara batu
bersama batu

9 comments on “Melancong ke Borobudur

  1. lama sangat blue tak pernah main kesana
    ajak ajak y bang.heheh
    salam hangat dari blue

  2. menuju puncak batu dan batupun bercelathu. Salam

  3. Salah satu agenda yg belum terwujudkan. Menyambangi borobudur. Ah, kapan yak..

  4. diantara batu yg besejarah
    tentulah jangan ikut membatu
    apalagi kalau hati yang membatu …hiiiiiiii,,,,,,,,,, 😦
    salam

  5. menjadi batu (loh??!)πŸ˜€
    berwisata ke Borobudur ya pak?
    ————–=================———–
    wisata abidin, atas biaya dinas

  6. di antara batu
    bersama batu
    dengan wajah membatu..πŸ˜€
    ————-==============——–
    jangan sampai jadi batu ya

  7. welcome to Yogyakarta…πŸ™‚
    ————-============———–
    nggih

  8. Borobudur dipenuhi pedagang asongan yang kadang setengah memaksa
    —————-================————
    alhamdulillah saya tidak menemukan hal itu Pak

  9. capek gak pak. . .πŸ˜‰

    baru keliling jogjaKah?
    —————-=================———–
    lumayan pegel, tak lagi setrengginas waktu keliling Dieng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: