27 Komentar

Aku Bukan Anoman (Re Post)

memang siapa aku ini
mengharap seperti anoman
sejenak menghentikan surya
seperti mengulum permainan

27 comments on “Aku Bukan Anoman (Re Post)

  1. happy birthday, mas narno..
    semoga mas narno dan keluarga sehat selalu, aamiin.

  2. aku diajeng kang…bukan anoman juga 🙂 (*mampirsiang-siang)

  3. Penulisannya mengingatkan ane pada kawan ane nun jauh disana..

  4. hehe,, keinget ane jaman dulu gan tentang anoman.. 😛

  5. Re-post, berarti tahun ini masih berharap jadi Anoman, mas? Hihihi… *becanda…
    Nice poem! ^_^

  6. salam kenal slalu yaaa…semangat

  7. nice dan blue bukan hanoman…….hahahha
    salam hangat dari blue

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Narno…

    Terkadang menulis singkat memberi keringanan dalam posting dan fikiran setelah lama menulis panjang.

    kadang kala kita harus mensyukuri segala yang ada dan meredhai segala yang tiada.

    Salam mesra. Senang bisa kembali menyapa sahabat lama. 😀

  9. Sedang mengemban tugas dari Prabu Rama kah Pak?

  10. singkat dan padat.
    Salam kenal ya!
    ————========————
    aku suka yang singkat dan padat

  11. sekalipun singkat, tapi mantap puisinya. salam kenal sobat….ditunggu kunjungan baliknya…..
    ————==========————
    terima kasih

  12. Demi Tuhan awan dan halilintar
    jubahku dipakai gelandangan
    puisiku dibaca orang-orang gila
    rumahku dijarah penyamun sahara
    tamanku dirusak kawanan srigala

  13. berkunjung sob..sukses selalu yah..:)
    salam kenal aje..
    —————-===========————
    salam

  14. bicara ttg surya jadi keingat barusan aku membidik matahari yg mau berangkat bobok 🙂
    ————-=============————
    wah sangat indah tentunya

  15. Galau kah mas Narno?
    =—————-=======——–
    tidak juga, ini habis membaca kisah Anoman di Ramayana

  16. ada kata anoman saya jadi ingat postingan lawas saya ramai-ramai jadi monyet!. well, puisinya bagus, saya suka, kontemplatif.
    —————===============—————-
    terima kasih

  17. Hihi,bagus biarpun pendek.tetap terus berkarya.:-)
    ———-==============———–
    mari terus berkarya

  18. kenapa dengan surya, mengapa harus dihentikan..?
    bukankah gelap malam adalah hadiah 🙂
    ————-========————
    puisi kilat ini kubuat setelah membaca kisah Anoman kecil yang sedang bermain-main mengulum surya dan kemudian setelah dewasa kerepotan untuk melakukannya kembali.
    sayang, gambarnya belum bisa discan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: