9 Komentar

Aku Bukan Anoman (Sungguh Bukan Repost)

Berdesakan dengan waktu, berkejaran dengan aktivitas, baru saja kulewati. Namun bukan berarti kini bisa bersantai ria. Sajadah baru (istilah yang diberikan oleh Bundo) yang kini kuemban benar-benar banyak memerlukan tenaga dan waktu.

Bahkan seolah waktu yang 24 jam itu tak cukup. Betapa tidak. Awal tahun ajaran baru bagi anak-anak sekolah, sebelumnya adalah libur, ternyata tidak ada libur bagiku. Β 

Selama sepekan itu aku harus sanggup mengotak-atik, semua nama teman-teman yang jumlahnya mencapai 71 orang untuk didistribusikan ke dalam 6 hari, dengan total masing-masing kelas sebanyak 51 pertemuan. Kalau hanya sampai disini masih gampang, satu jam juga selesai, namun masih ada lanjutannya. Total kelas yang harus dikelola ada 37. Tak boleh ada yang kosong tentu juga tak boleh ada yang ganda.

Mungkin ini karena pengalaman pertama, sehingga sangat terasa seperti Anoman yang nyaris gagal menemukan negeri Alengka sesuai dengan janjinya, maka akupun sangat ketar ketir kalau hari pertama masuk sekolah pendisitribusian waktu ini juga belum usai. Bagaimana nanti anak-anak mulai belajar dengan aturan apa, padahal ini kunci utama proses pembelajaran itu bias berlangsung.

Yang lebih membuat harus memeras waktu, mengurai peluang masing-masing adalah adanya lebih dari 25 orang telah memiliki batasan waktu yang dipesan. Terkait dengan tugas dibidang lain (maklumlah pesantren yang banyak dipilah dalam divisi-divisi, namun sdmnya itu-itu juga), juga karena status kepegawaiannya yang menyebabkan hanya bias masuk dua tiga hari dan tak boleh dipindahkan ke hari yang lain. Jumlah yang nyaris setengahnya bukan. Maka waktu sepekan yang lainnya bisa menikmati liburan, bagiku justru menikmati tidur pun tak mungkin.

Alhamdulillah, kini perlahan-lahan sedikit demi sedikit sudah bisa beradaptasi dan pendistribusian itu telah berjalan dengan baik.

9 comments on “Aku Bukan Anoman (Sungguh Bukan Repost)

  1. Idah kira Anoman Obong, Om.πŸ˜‰
    Syukurlah, sudah mulai bisa beradaptasi.
    Yang penting nyaman ya, Om.πŸ˜‰

  2. Semoga sukses selalu dalam setiap hal dan kesempatan…

  3. Sudah semakin akrab dengan sajadah barunya. Penyusunan mozaik jadwal sungguh merupakan seni yang indah (dipadu pusing dengan variasi kendala2 sesuai kondisi setempat). Selamat berkarya.

  4. klo sudah akrab sama sajadahnya, entar bisa jadi permani terbang kayak aladin..πŸ˜€

    semoga segalanya dimudahkan Allah SWT, aamiin.

  5. wah, selamat menunaikan tugas pak
    semoga barokah….

  6. Jika bekerja dengan hati, maka apa yang kita kerjakan akan terasa nikmat dan selesai,, walau pekerjaan itu semustahil impian anoman… :
    πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: