1 Komentar

Kangen

Rasa yang begitu membuncah, terpendam sangat lama. Bukan karena aku tak sayang lagi, bukan pula karena tak mau peduli, namun apa daya beginilah nyatanya. Sekedar melongok saja nyaris tak sempat.

waktu yang tak juga banyak kusempatkan menuntaskan rindu. Sekedar melongok taman yang lama tak terurus, mungkin telah banyak ilalang yang tumbuh setinggi lutut bisa jadi, atau malah lebih dari itu. Atau justru kering karena tak tersirami oleh kesejukan hati yang senantiasa menjaganya.

Alhamdulillah, kutemukan banyak teman-teman yang masih sudi singgah meski tanpa ada hidangan baru yang layak dijadikan cemilan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya ini.

Sebenarnya bukan karena kehabisan pupuk ataupun nutrisi untuk menyuburkan lahan yang nyaris terbengkalai ini, namun ya doakan saja semoga berhasil kembali menyeimbangkan antara dumai dan dunyat.

mohon maaf cukup sekian dulu kangen-kangenannya.

One comment on “Kangen

  1. santai aja mas.. ada kalanya kesibukan di pesantren sangat menyita waktu, karena memang di sanalah prioritas wadah mas narno untuk menulis.. menulisi jiwa para santri agar mereka bisa melahirkan puisi yang lebih indah dan bermakna daripada yang pernah kita buat.
    —————-===================———–
    terima kasih BUndo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: