14 Komentar

Laron

Dalam sebuah postingan saya pernah mempuisikan laron. Laron makhluk mungil yang tak sampai seukuran jari bayi. Makhluk ini termasuk unik, hanya muncul diawal musim penghujan saja. Kok begitu?

Semasa kecil dulu jika musim laron, sama artinya musim panen. Tiap pagi sebelum berangkat sekolah menekuni sarang laron. Berbekal plastik putih sebagai wadah laron, bisa menunggui tiga hingga empat sarang. Dan biasanya lubang keluarnya laron tidaklah berjauhan sehingga memudahkan untuk menjangkaunya.

Kebiasaan ini sangat mengasyikkan, apalagi terbanyang sepulang sekolah akan dapat lauk yang lezat sangat jarang diperoleh. Ada kalanya berebut dengan ayam untuk mendapatkan laron. Bahkan kalau bangunnya agak kesiangan dikit maka liang tempat keluarnya laron sudah ludes oleh ulah ayam. Dan biasanya kalau yang mendahului adalah ayam maka laron-laron itu tak lagi mau nongol ke permukaan, beda halnya kalau yang menunggui adalah manusia.

Bukan karena manusia tak mau mengambilnya, justru masih selalu berharap laron-laron yang akan dibawa pulang lebih dari satu plastik. Bedanya kalau ayam yang mendahului biasanya paruhnya masuk hingga ke dalam lubang, kalau, manusia dengan sabar menunggu laron keluar baru kemudian memungutnya.

Sebenarnya laron merupakan bagian dari koloni rayap yang bertugas melanjutkan generasi. Resikonya sangat besar yang harus dihadapi. Ada manusia yang suka menikmatinya, ayam yang juga tak kalah sukanya, masih ada pula berbagai jenis burung pemakan serangga yang siap menyantap laron.

Ketika musim laron artinya, akan ada rumah-rumah baru bagi laron-laron tersebut, akan muncul kelompok-kelompok baru rayap yang tumbuh.

Sebagian kecil rayap yang lolos dari jerat kematian, akan mencari pasangannya. Setelah menemukan pasangan maka segera melangsungkan perkawinan dan berakhirlah tugas laron jantan, dan berakhir pulalah kehidupannya. Sedang yang betina akan segera membentuk rumah baru dan menghasilkan ribuan telur yang kemudian akan menjadi ratu dalam kelompoknya.

Maka itulah laron yang kupuisikan, menerobos bahaya, mengejar cahaya, demi keberlangsungan masa depan. Masa depan yang dimaksud adalah keturunan.

14 comments on “Laron

  1. Mancing laron biasanya pakai petromak laronnya pada ngumpul, jadi inget waktu kecilšŸ™‚
    —————===============———–
    saya lebih suka kalau pagi hari, laronnya lebih besar dibanding yang malam hari

  2. enak ya makan laron? aku jadi pingin coba. halal nggak pak?
    salam dari winterwing pak narno, lama tak jumpa.

  3. blue suka membaca postingan ini
    menarik
    salam hangat dari blue

  4. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasiā€¦.thk u

  5. Nangkapnya pakai petromax dan alatnya adalah tampah.
    Bothok laron masih ada yg jual.
    Tapi karena musim hujan kadang kacau, maka keluarnya laronpun jadi kacau.
    Sekarang ini susah ketemu masa pancaroba.

  6. Masa kecil saya dulu juga suka berburu laron, apalagi kalau pas liburan sekolah.

  7. jadi teringat masa kecil dulu. saya juga sering cari laron. meskipun saya tidak suka memakannya, tapi ada kepuasan tersendiri ketika menunggu laron keluar dari lubangnya, kemudian memungutnya. bahkan ketika mereka kemudian terbang, kami akan berburu untuk menangkapnya. selalu asyik mengenang kisah masa kecil.

  8. Pernah dengar, katanya dibuat peyek gitu. hihihi
    Rasanya kayak apa ya?

    Tempatku juga lagi musim laron, pak.šŸ™‚
    —-============——–
    mungkin karena sudah beda jaman, jadi sudah tak lagi seperti waktu saya kecil dulu

  9. keyen kakaaaaaaa…….. bb
    ——–========———-
    makasih

  10. belum pernah mencicipi laron.. jadi penasaran juga nihšŸ˜€

    tapi di bukik jarang ketemu laron dan belum pernah dengar ada yg mengolahnya.. klo memasak belalang sih ada.
    —————–========================——————–
    sekarang juga sudah sangat jarang saya temukan orang memasak laron, ini merupakan nostalgia saja

  11. permainanku masa kecil yang sangat mengasyikan pak. bawa kaleng buat menampung laron. dan kantong plastik.

    anakku juga suka nangkap laron.

  12. Musim laron saat kecil adalah masa mengasikkan apalagi kalau menemukan liang sarangnya alamat panenan besar, tambah gizi protein. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: