17 Komentar

mangan ora mangan kumpul

Pepatah jawa yang tak jarang diterjemahkan secara negatif, anti perubahan, maunya kumpul-kumpul saja biarpun tetap dalam kemiskinan (mangan ora mangan diartikan kemiskinan?).

Jika pepatah ini kita tangkap maknanya seperti itu, hanya berdasarkan teksnya saja maka justru kita akan menemukan banyak kejanggalan dalam dunia nyata.

Mau bukti? Jika memang benar pepetah tersebut sesuai dengan pemaknaan tadi, maka tidak ada Michael sastro yang menjadi mentri pendidikan di benua amerika. Pulau Sumatra, atau Lampung terutama tidak akan sepadat sekarang, karena banyak pendatang yang dari jawa.
Mau tambahan lagi? Berapa orang presiden di Negara kita? Bukankah hanya satu orang yang bukan dari Jawa. Dan realitas yang saya rasakan sendiri, 20% lebih ditempat saya bekerja adalah orang jawa, padahal di wilayah pasundan. Yang 80% nya gabungan dari berbagai suku (Padang, Sunda, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Nusatenggara). Jadi tak aneh kalau bahasa sehari-hari banyak yang menggunakan bahasa jawa.

Nah lho, lantas pepatah tadi, tak relevan dong. Bukan tak relevan tapi bagaimana kita menangkap maknanya.

Peristiwa belum lama ini di Lahat datu mengingatkan saya akan pepatah tersebut. Masyarakat jawa di sana cenderung mengumpul dalam satu kampung. Rasa persaudaraan begitu kuta. Tak peduli lagi apakah masih ada hubungan kekerabatan, asalkan sesama dari jawa maka rasa persaudaraan itu sangat kental. Yang belum mendapatkan pekerjaan dibantu agar sampai mendapatkan pekerjaan.

Di Jakarta tidak sedikit peguyuban kedaerahan, yang saya dengar bahkan ada hanya level kampung daerah asal pun membentuk paguyuban. Manfaatnya saling tolong menolong, saling membantu terlepas dari permasalahn terutama persoalan ekonomi sekaligus menghindari perbuatan-perbuatan yang melawan hukum.

Jadi, rasa persaudaraan inilah yang saya tangkap dari makna mangan ora mangan kumpul.

17 comments on “mangan ora mangan kumpul

  1. Makan gak makan asal kumpul.
    JANGAN SAMPAI KARENA URUSAN PERUT ( NAFSU ), BISA MENYEBABKAN PERPECAHAN / PERMUSUHAN..
    ‘——- trimakasih..
    ————–===============————-

      semoga demikian adanya tak perlu perpecahan
  2. kebersamaan yang saling menguatkan …
    ———=============——–
    betul

  3. asik baca . . . lupa komen . . .
    –==========————-
    tuh dah ada komennya

  4. pepatah Jawa itu mendidik🙂
    ————–==============———–
    kalau kita memaknainya demikian

  5. Kalao dengan ngumpul gak ngumpul sing penting mangan pripun pak?
    ————=============————–
    hanya mementingkan keperluannya sendiri, tak peduli orang lain bukan wataknya orang jawa

  6. Kalo dengan kumpul gak kumpul sing penting mangan gimana ya pak? Baikan yang mana

  7. Mangan ora mangan asal kumpul, intinya adalah kebersamaan…
    ————–========———-
    kebersamaan untuk saling menguatkan

  8. daripada kumpul tapi nggak makan..sekarang banyak yg memilih berani misah demi sama2 makan..hehe…
    —————-===========————-
    maksud postingan ini, justru ketika belum bisa makan (maksudnya bekerja) perlu dukungan dari saudara yang lain, sehinga saling tolong menolong sepenanggungan

  9. benar pak,stuja dengan artinya
    rasa persaudaraan itu yang kuat sudah liat bukti nyatanya🙂

    ** saat bertemu dengan orang pun yang ditanya darimana?aslimana? kalo sekufu ato satu daerah langsung deh bla..bla🙂
    —————-=====================——————-
    diperantauan ketika bertemu dengan orang sedaerah serasa bertemu dengan saudara kandung

  10. sepakat Kang dgn rasa persaudaraan itu maknanya🙂
    —————===============———–
    terima kasih

  11. konsep dari suatu komunitas (jawa) yg pd hakekatnya mmg bermakna luas
    ———–==========———
    ya betul

  12. Mangan ora mangan asal kumpul maksudnya, mungkin, agar orang meningkatkan kepedulian sosial ya Mas. Mengenai presiden non-jawa, nah itu emang banyak wacana yg berkembang bahwa kalau bukan jawa susah deh terpilih jadi presiden..
    —————======================———-
    memang realitasnya persebaran orang jawa sangat luas, sehingga sangat mungkin mempengaruhi hasil pemilihan presiden, apalagi kalau jurkamnya juga membawa-bawa nama suku

  13. secara arti sudah tau dari dulu. tapi jujur, saya belum merasakan. karena buat saya kumpul ra kumpul asal mangan. yah. saya tau ini salah, tapi semua butuh proses untuk ke tahap itu. semoga saya cepat merasakan kebersamaan ini. sing penting kumpul!
    ————-==============——–
    kumpul dalam artian untuk saling membantu, saling menguatkan

  14. saya juag lebih suka ngumpul dengan keluarga besar saya.. walaupun ibaratnya nggak makan, yang penting bisa ketemu ..
    ————-==============——–
    rasanya sangat menyenangkan kalau bisa berkumpul dengan keluarga, apalagi kalau kita diperantauan

  15. mangan ra mangan asal kumpul bukan sebuah konsep biarlah sengsara asal kita dapat berkumpul ya pak.namun filosofinya semangat persaudaraan itulah yg harus kita bangun
    —————========——
    betul bu, justru semangatnya adalah bagaimana dengan kekeluargaaan maju bersama tanpa mendahulukan ego masing-masing

  16. hehe, jadi ingat pak Umar Kayam.🙂

    benar mas, istilah itu menurutku dalam arti positif bahwa kebersamaan itu menguatkan.. bukan dalam arti negatif, biarlah sengsara asal bersama-sama.. toh dimanapun kita merantau, sesampai di sana kita akan punya saudara baru.. nah di sinilah kebersamaan yang indah itu.
    ————===============——–
    iya bundo, diperantauan maka teman baru ibarat saudara kandung tempat saling berbagi

  17. setujuuuuuuu……….
    —————–=================——-
    sangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: