16 Komentar

Pagi berkabut (Repost)

kabut merebut pagi
memenjara jarak pandang
tinggal sejengkal ke depan
mampatkan udara

kabut merebut jarang pandang
tinggal bayangan siluet
meliuk sebagai tanda
masih ada geliat kehidupan

kampung manis, jelang dini hari 3/17/2012

16 comments on “Pagi berkabut (Repost)

  1. pagi berkabut enaknya menarik selimut … *tidurlagi😀

  2. Salatiga berkabut teruss

  3. Banjarnegara blm pernah berkabut, Pak.🙂
    —————=============———–
    bukan yang di kota coba, ke Dieng kan sy pernah tinggal di sana

  4. di daerah saya sudah jarang sekali terlihat kabut, tapi gadis manis bercelana pendek banyak😀 piss mas
    ————–=====================————
    jaman sekarang mungkin karena semakin panas ya, kabutnya kian tergusur oleh para gadis yang bercelana pendek

  5. kabut pagi pertanda sahabat alam pak, seringnya asap pagi.
    ———————-=======================————
    kalau asap pagi waktu di kampung ya itu pertanda ibuku sudah memasak di dapur

  6. kabut masih saja menjadi hijab mengenali-Nya😛
    —————-=============———–
    semoga tak terlalu menghalangi

  7. siluet itu membentuk tanda tanya di ujung malam.. dan itu sangat menyebalkan..😦

    hehe, numpang curhat dikit pak😀

  8. ceritaku bersepeda menembus kabut ada di sini
    http://duniaely.wordpress.com/2012/03/02/pedut/
    —–=====================———–
    segera melacak kesana

  9. aku suka sekali bersepeda menembus pagi yg berkabu´…… thttp://duniaely.wordpress.com/2012/03/02/pedut/

  10. ditempat tri gak perna terlihat kabut🙂
    —————-==============————–
    sudah nggak musim kali ya Tri

  11. Padahal melihat kabut yang saling berlomba dengan mentari dalam menguasai pagi menjadi sebuah pemandangan yang sangat mengasyikkan🙂

  12. sudah jarang melihat kabut di pagi hari …

  13. aku juga merindukan kabut itu….😀

  14. Berbahagialah yang ketemu pagi berkabut…
    Kalau dikota besar, pagi2 sudah penuh asap dan polusi
    Kabut itu bersih dan suci

  15. kabut selimut alam
    menyibak tirai pagi semburat mentari
    siluet hems akhirnya menampakkan diri meski malu malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: