10 Komentar

Tak Adakah

Tak adakah secuil rindu yang kautitipkan
Pada semilir angin yang mengabarkan sepi
Lewat malam bisu memeluk beku
Bersama sepotong bulan sabit menggamit pilu

Tak adakah sebongkah rasa yang kaukabarkan
Lewat pucatnya sinar bulan sabit
Yang menggelayut pilu di ujung malam
Bersama desir angin yang membelai embun

10 comments on “Tak Adakah

  1. Ini ada sederetan kalimat rindu yg kuungkapkan krn membaca lantunan puisi indahmu..,

  2. hallo kebo mampir nih..
    wah, suka bikin puisi juga ya mas🙂
    puisi nya simple tapi penuh makna uu~~

  3. rasa rindu bisa jadi postingan cantik ya mas🙂

  4. Wah lagi rindu nieh pak?
    Jam 2 dini hari bikin puisi, tp puisinya cantik ^^
    Saya lama sekali ga buat puisi
    —————-===============—————-
    ini juga ditulis dalam rangka memenuhi rasa rindu menulis puisi setelah membaca beberapa puisi teman-teman di group aliansi Penyair Timur, saya juga lama tak berpuisi kok

  5. rindu itu kini membatu
    karena rasa tak jua senada🙂
    ————–=============————-
    maka berlalulah yang telah lalu
    terjadilah apa yang akan terjadi

  6. salut sma org yg pandai berpuisi..
    ————-==============————
    terima kasih

  7. kemana of kemana …😀
    —————-============———–
    kemana-mana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: