4 Komentar

Rindu Musim

Tak pernah terbayangkan sebelumnya. Aku bisa merindukan musim. Padahal aku bukanlah seorang petani yang memerlukan panduan musim untuk berImagecocok tanam, bukan pula petambak garam yang banyak berharap pada matahari. Aku hanyalah seorang penata kata-kata, yang tak jarang juga kurang tertata.

Namun inilah kenyataannya.

 Musim hujan sepanjang tahun 2013 ini membuatku rindu pada kemarau. Setiap sedikit tanda selalu kunanti, kadang malah tertipu, betapa tidak angin semilir yang biasanya pertanda musim kemarau ternyata hanya muncul sehari, berikutnya dating lagi gerimis. Meski hanya rintik-rintik.

Kerinduan itu akhirnya memenuhi relung berpuisiku, menyodok imajinasi beruar  aroma kata-kata. Maka tak ayal lahirlah dua buah puisi. Masih tetap saja hujan dan tak seperti yang kukira. Keduanya berkisah tentang hujan yang tak segera beranjak meninggalkan kita. Adapun puisi ketiga yang tadinya tentang hadirnya kemarau urung dibuat tertutup oleh kesibukan yang lain dan ketika diingat kembali belum juga ketemu untain kata yang pas.

Itulah sekelumit kerinduanku pada musim dan mohon maaf aku tidak menjelaskan kenapa tiba-tiba aku sangat merindukan berlalunya musim hujan

4 comments on “Rindu Musim

  1. Pergantian musim yang tak menentu ya Pak. Btw gundukan awannya cakep sekali.
    ————-=============————
    ya begitulah adanya, gundukan awan itu hasil jepretan yang sudah sangat lama, bahkan sudah lupa kapan dijepretnya

  2. wah ada yang merindu kemarau…..
    jakarta panas pak jarang hujan…
    ————–===============———-
    tempatku hujan jauh lebih sering

  3. Segala sesuatu yang kebanyakan kan memang kurang nyamqn, Mas🙂

  4. rupa2nya terbalik ya….
    kalo di daerah q malah pingin hujan..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: