10 Komentar

Makhluk Kecil

ah,..
aku hanyalah makhluk kecil disudut ruangan
tak kan seorang peduli melirik apalagi menggamit
meski kena timpuk bertumpuk-tumpuk
tak ada yang membebat luka apalagi memeluk

ah…
aku hanyalah makhluk kecil tak berarti
tak banyak di rak-rak buku, jangankan etalase
yang banyak menebarkan citra gengsi
hanya terselip biar bisa disebut komplit

ah…
aku hanyalah makhluk kecil
yang tak sanggup mengisi periuk nasi
tak jarang dicibir setengah mati
hanya manusia tak lazim yang sudi
sentiasa memahami dan memaknai

silahkan tanya pada para pedagang
aku hanyalah penghambat kemajuan
tak butuh lama dalam pajangan
menyebalkan kalau sampai sepekan
tuk digudangkan kemudian
karena memang tak menjanjikan

ah…
aku hanyalah makhluk kecil di sudut ruangan
aku hanyalah makhluk kecil tak berarti
tak banyak laku di jual beli

aku hanyalah milik para pecinta kata
yang tak peduli gengsi alapagi harga

akulah puisi yang selalu sepi

(Kampungmanis, 9 Nop 2013. 9: 30, sembari mempersiapkan soal-soal Ujian Akhir Semester. puisi ini diilhami dari artikel Ahmadun Yosi Herfanda yang dimuat di majalah Horison, puisi hanyalah makhluk sepi)

10 comments on “Makhluk Kecil

  1. Selamat ya Pak Narno untuk karya bukunya, makhluk kecil yang berdaya guna luar biasa koq Pak. Salam
    ——-==========———————
    terima kasih bu, atas apresiasinya

  2. Puisi yang menyentuh. Ini menjadi semacam sindiran bagi orang-orang yang sampai saat ini tidak memaksimalkan waktunya untuk berakrab ria dengan buku atau atau karya tulis lainnya🙂
    —————================———–
    namun aku tak bermaksud menyindir siapapun, hanya inilah yang saya rasakan sebagai penulis puisi

  3. nangdhi aku biso pesen bukune. aku pesen siji yo.
    ————–=============——-
    kirim alamate neng emailku narno2010@gmail.com

  4. Suka dengan puisinya..
    ———-====————
    makasih

  5. penggemar buku sih pasti mau beli buku yang membuatnya tertarik😀
    Tapi sayang, buku di rumah saya sepi… *jarang baca euy😦
    ————-============————-
    iya tentunya, kalau memang cinta tak peduli yang lain tak meliriknya

  6. haduuuh mas aku terkaget kaget ria napa theme kita sama??? tapi bbrp hari lalu udah ide pengen ganti theme. tunggu koneksi lancar. salam persodaraan pak
    ———————-===========——————
    sama theme ga papalah justru mempererat persahabatan

  7. wah, menggetarkan puisi’y… good !!! bisa belajar dari sini nih… hehe
    —————-==============————-
    mari kita sama-sama belajar

  8. ah aku hanya makhluk kecil yang suka puisi anda yang mutunya tidak kecil… nice poet🙂
    —————===============————
    terima kasih

  9. Hama bukan sih, Pak?:mrgreen:
    Minum Bonetto, ya. Biar cepet gedee. . Hihihi
    —————=====——
    silahkan dibaca di bagian akhir, syukur-syukur lihat gambarnya

  10. bagus puisi nya mas bro, mau komentar takut salah ngomong hehe..
    maaf ya mas
    —————-=============———
    ini juga sudah komentar, terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: