6 Komentar

Mengenang perempatan

di perempatan ini
kita begadang sampai larut
obrolkan apa saja yang nyangkut
mungkin satu dua kita tak turut
biarlah, lain kali pasti ikut

di perempatan ini
kita nikmati seplastik kacang goreng
lesehan beralaskan tikar di atas kerikil
di seling kopi tubruk

malam minggu, esoknya tak sekolah
di perempatan ini, kita begadang sampai pagi
berbagi kartu remi atau domino
di seling kopi, kacang goreng, pisang goreng
dan tak lupa seketel air minum menemani
tanpa koin pengundi nasib

di perempatan ini
pusat kita berbagi informasi, juga
kendali keamanan kampong
begadang tak sekedar buang waktu
juga menyambangi petak demi petak
memastikan kampung kita aman

kali ini,
masih di perempatan yang sama
kutemukan sunyi, tanpa kita
mungkin anak sekarang lagi
asik di depan layar kaca,
atau juga memonitor teman maya
yang entah berada di mana

kampung manis, 7: 30 di 17 Nop 2013 sembari menunggu pergantian jam pelajaran.
Puisi ini kutulis dalam mengenang masa remaja yang banyak begadang di kampung, yang kini semuanya telah meninggalkan perempatan itu mungkin pindah ke perempatan lain di perantauan masing-masing.

6 comments on “Mengenang perempatan

  1. kalau di daerah saya perempatannya Jalan Raya:mrgreen: … tidak ada kenangan indah, yang ada hanya caci maki kepada pengendara motor dan supir angkot yang sembarangan😆
    —————================—————
    memang nasib apes ya

  2. masa mudah penuh kenangan indah ngga pak?
    ————-==============————–
    kenangan pahit manis campur aduk saling menumpuk

  3. Tempat2 nongkrong sekarang mesti lebih diwaspadai, Pak. Banyak pemuda yang ketahuan ngelem dan aktifitas yang negatif lainnya😦
    ————–==================————-
    ya, beda jaman beda kegiatannya, beda pula nilai negatif positifnya. disinilah diperlukan kepedulian ornag tua dalam membimbing anak-anaknya

  4. Perempatan dalam teropong ronda dan jagabaya ya Pak. Salam
    —————=============—————
    ya Bu, waktu itu kita bukan sekedar begadang namun ada makna jaga kampung juga, kadang trus pulang kadang juga bareng-bareng tidur di masjid

  5. Waktu itu dunia maya belum selebar sekarang ya, Mas🙂
    —==========————-
    bahkan secara istilah pun mungkin belum ada, karena istilah internet juga belum dikenal, yang saya waktu itu sahabat pena, tapi juga tidak punya sahabat pena

  6. kenangan masa lalu,🙂
    —====–
    betul banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: