9 Komentar

musim kering

di musim yang tandus
angin kering menggiring debu
menggulung dengung keluh
musim ini hanya menyisakan peluh

reranting mengering
dedaunan melantai satu persatu
dalam wujud coklat tanpa daya
dipermainkan liukan angin
jatuh di kelokan jalan

di musim kering
hanyalah terik di atas kepala
memeras peluh tak peduli
sejuta keluh
selaksa desah

di musim yang tandus
tanah kering bertelau
selebar lengan anak-anak
merekah siap menadah
siraman musim basah

di musim kering kaliini
kuharap bukan karena murkaMu
hingga enggan beranjak
beringsut barang sejenak

kutuliskan sesaat setelah shalat subuh mengingat beberapa tempat yang kekeringan sementara tempat lain justru basah oleh hujan. masih di kampung manis

9 comments on “musim kering

  1. musim hujan ini terasa tandus, kering dan “nela”,.. pendidikan merasakan musim kemarau
    ————=============———-
    kok pendidikan kemarau pak?
    lagi sedih ya?
    kangen tanah kelahiran?

  2. Berkunjung di awal pekan sepagi ini, saya bangun tidur dalam kondisi di luar rumah sedang hujan gerimis. Hujan sudah turun sejak tengah malam tadi, menyiram daun tanaman yang kering, membasahi teras rumah, rumput ijo pun jadi kemilau daunnya. Hujan bagaimanapun membuat dahaga bumi dari matinya tanah kembali hidup, asal bukan hujan air mata kesedihan karena banyaknya bencana. Salam Mas.
    ————–=================—————

      salam kembali
      semoga tak sampai hujan air mata, hujan dimana-mana artinya pula ada tempat lain yang tak kebagian hujan alias kering kerontang, itulah yang mengilhami puisi kali ini

  3. ada salju malah di kampungku sini beberapa hari yg lalu mas😛
    —————================————-

      seumur-umur saya belum pernah secara langsung merasakan salju itu seperti apa, waktu tinggal di Dieng pun tak bertemu dengan salju karena memang sudah sangat jarang salju turun di diesng

  4. Tanah kering bertelau…..
    Siti kang nela ya Pak….
    Salam
    —————–===================—————

      bener bu Prin saya tidak bahasa Indonesianya apa, saya tulis gitu saja

  5. Assalamualaikum,… izinkan saya mampir mas setelah jalan2 di kampung manisku…rasanya berada di belantara kata2 yang penuh makna….luar biasa…..
    —————–========================————–

      terima kasih atas kunjungannya, semoga tidak jenuh di belantara kata-kata yang sederhana ini

  6. dikota saya sedang hujan setiap hari, Mas
    ———==================————–

      ditempatku juga seringa hujan, puisi ini kutulis yang sebelumnya tak sengaja melihat berita kekeringan dan entah dimana saya sendiri sudah lupa

  7. Mungkin masih dalam “waiting list” hujan Mas🙂
    —————-==============————
    iya kali ya

  8. Sebentar lagi akan memasuki musim hujan , moga tak jadi musim kemarau
    ———————-=========================————

      kalau di tempatku sih hujan lebih banyak dari pada tidaknya

  9. ditempat sya saat ini sdg turun hujan nih..
    —————-===============————

      sama juga di tempatku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: